Jul 7, 2015

Tips Menghadapi Suami Kasar dan Permasalahan Rumah Tangga Lainnya

Suami saya pemarah dan kasar. Semenjak ia keluar kerja ia jadi punya kebiasaan mabuk dan judi. Kebiasaan jelek ini menyebabkan barang-barang dirumah habis dijualnya. Bahkan hutang dikeluarga kami malah semakin banyak saja. Malahan saya pernah menawarkan ginjal saya kepada orang lain lho pak? Tujuannya supaya saya dapat duit buat menutupi dan melunasi hutang kami.

Saya malu Pak? Setiap hari ditagih sama orang lain sementara saya nggak ada uang. Saya cuma bisa menjerit...

Selama ini sayalah yang bekerja membanting tulang menghidupi keluarga kami sementara suami saya malah enak-enakan dengan teman-temannya, mabok, judi dan perbuatan maksiat lain. Saya stress pak? Ini sudah terjadi 5 tahunan. Apa yang harus saya lakukan?

Dan yang paling menyakitkan adalah ketika saya membaca SMS di hp suami saya ternyata isinya "sayang-sayangan" dengan wanita lain. Hati ini semakin hancur ketika melihat gambar2 di HP nya isinya adalah perbuatan mesum antara dia dengan wanita lain. Kalau saya tanyain dia selalu menghindar, atau malah marah-marah dan berbuat kasar. Apa salah dan dosa saya Pak?

Selama ini saya mencoba sabar. Saya bekerja demi dia dan demi anak-anak dimana seharusnya menjadi tanggung jawabnya. Kepikiran buat saya cerai dengan suami saya, tetapi bagaimana dengan nasib anak-anak? Kalau saya sendiri sudah tidak ada rasa lagi pak?

Memang ini salah saya juga. Dahulu orang tua saya melarang pernikahan kami karena calon suami orangnya kasar. Pun dengan agamanya kurang. Dia tidak pernah terlihat sholat. Namun saya bersikeras, akhirnya disetujui oleh orang tua. Apakah kesalahan ini harus saya tanggung demikian rupa pak?

Begitu besar beban saya ini sehingga sempat terlintas untuk bunuh diri. Salahkah pak? Mohon masukannya pak? Terimakasih

Jawab: Liat gambar ini dulu ye?

Image result for pertengkaran rumah tangga

Darimanakah pertanyaan diatas? Yang jelas saya menulisnya sendiri dengan bahasa saya sendiri. hehe :) Bukan dari siapa-siapa tetapi hasil inspirasi sendiri.

Itu semua disebabkan banyak pertanyaan dari sobat blog tentang bagaimana mendapatkan solusi dalam amsalah rumah tangga. Dari sekian banyak pertanyaan kurang lebih begitulah intinya. Kali ini korbannya adalah perempuan/ istri yang mempunyai pasangan yang keras dan kasar. Apalagi ditambah posisinya tidak bekerja, selingkuh lagi. Pasti sangat berat menjalaninya.

Lalu bagaimanakah jawaban/ solusinya? Mohon maaf saya tidak tahu karena bukan ahli pasutri :). Tetapi kalau sobat mau membaca artikel ini silahkan saja, semoga mendapatkan pencerahan. Amin

Terlebih dahulu saya ingin share kepada sobat semua tentang kecenderungan/ sifat seorang wanita yaitu,
  • Condong kepada perasaannya, oleh karena itu paling pinter kalau lebay. Istri saya juga gitu, kalau lagi marah berley banget. Berleybihan banget, hiperbola dsb. Paling saya cuman bisa ketawa melihatnya. Masalah kecil dan sepele bisa jadi nampak besar karena berley itu tadi.
  • Termasuk dalam hal ini berley dalam hal duit, pun dengan hutang. Ketika ada hutang paniknya luar biasa. Tetapi ketika ada duit menghabiskannya juga luar biasa :) 
  • Paling jago menuntut kepada suaminya. "Pah kapan kita beli mobil?" Hal ini bisa menjadi wasilah sang suami untuk melakukan hal yang tidak terpuji, misalnya korupsi
  • Sangat posesive terhadap anak-anaknya. Oleh karena itu banyak wanita/ istri yang sebenarnya hidup tertekan. Ia rela melakukan demi anak-anaknya. 
  • Disisi lain istri bisa menjadi wasilah bagi kehebatan suami, asalkan caranya benar.

Pertanyaan 1. Bagaimana menghadapi suami yang mempunyai sifat jelek misalnya suka berjudi, miras, kasar dsb? 

Jawabannya adalah doakan. "Saya sudah berdoa setiap hari Mas, tetapi mengapa kebiasaan buruknya tidak berubah juga? Malah ia suka marah kalau saya ingetin". Ya jelas dong. Suami manapun akan marah kalau diceramahi oleh istri, oleh karenanya doakan kemudian berikan contoh yang baik. Saatnya sholat silahkan sholat, ajak suami anda menjadi imamnya. Kalau nggak mau ya sudah, anda sudah melakukan tugasnya yakni berdoa dan mengingatkan. Mengapa? Karena hidayah itu ditangan Allah swt, bukan ditangan kita.

"Tapi gimana kalau suami kasar dan suka membentak? Padahal dia yang salah". Ya didiemin saja. "Gimana mau didiemin? Sakit hati ini Pak?" Ya sudah, diladenin saja, niscaya ada huru hara tuh. Piring pada pecah, baju pada berantakan. "Piring saya mahal-mahal lho pak?" Ya sudah doain saja..

"Tapi pak...?" Stop... Camkan baik-baik bahwa hidayah itu urusan Allah. Tugas kita cuma mengingatkan saja, bukan menceramahi suami.

Pertanyaan 2. Bagaimana menghadapi suami pengangguran?

Jawab: Doakan supaya Allah swt memberikan wasilah kerja yang baik. Teruuuusss saja doakan sambil tetap bersabar. Tanggung jawab suami memang tentang nafkah dan seharusnya para suami sadar akan hal ini.

"Saya sudah bersabar bahkan sudah 5 tahun terus bersabar" Sabar itu nggak ada batasnya, yang membatasi kesabaran adalah kita sendiri. Khan baru 5 tahun, belum 6 tahun atau 10 tahun. Jikalau merasa kesabarannya sudah habis, mengapa tidak mencari suami baru yang lebih bertanggung jawab?. "Udah terlanjur Mas, apalagi sudah punya anak". Ya sudah sabar saja, khan anda juga yang menerima pinangan dia dahulu kala.

"Tapi saya sudah nggak kuat Pak?" Ya sudah, minta cerai saja. "Tapi pak..." Stop, doain saja :)

Pertanyaan 3. Bagaimana kalau saking stressnya kemudian berinisiatif menjual ginjal untuk menutupi hutang?

Jawab: Nah khan baru saya bilang berley. Rezeki Allah itu luas, ini benar-benar harus bisa dipahami dan diyakini dengan baik. Kalau anda mau menjual ginjal atau apapun itu menandakan kualiast keimanan yang lemah. Lebay bin berley, karena memang begitulah kodrat wanita.. Maaf ya? Hehehe

"Saya sudah tak tahan lagi Pak?" Tuh khan... Baru saya bilang bahwa kesabaran tidak ada batasnya dan yang membatasi adalah kita sendiri. Artinya anda sudah membatasi kesabaran. Anda tidak sabar menunggu pertolongan Allah swt karena tidak yakin bahwa Allah swt akan memberikan pertolongan. Oleh karena itulah kita semua perlu yang namanya terus belajar dan muhasabah diri. Perlu sedikit pemahaman baru tentang rezeki dan lain sebagainya. Karena seringnya rezeki kita mampet karena pemahaman tentang rezeki itu masih belum kita ketahui. Baca-baca blog ini semoga mendapatkan pencerahan.

Pertanyaan 4. Bagaimanakah kalau suami saya sampai ketahuan selingkuh?

Nah ini suami nggak tahu diri. Sudah pengangguran, suka judi dan mabok, zina pula. Dosa nya sudah dobel doble. Suami macam gini sudah tidak ada lagi manfaatnya. Minta cerai saja..

"Tapi bagaimana dengan anak-anak? Saya nggak mau anak-anak sedih, apalagi tidak ada bapaknya" Ya sudah lanjutkan mahligai rumah tangga anda semoga suami anda segera insyaf. Mudah-mudahan mau kembali ke jalan yang benar. "Tapi hati ini sudah hancur pak? Gimana sih rasanya dikhianati? Perih". Makanya itu tadi, minta cerai saja. Pengkhianatan itu memang nggak ada maaf. Allah swt saja tidak mau diduakan. Siapa saja yang menduakan_Nya balasannya adalah neraka jahannam dan kekal dalam siksa.

"Tapi bagaimana dengan nasib anak-anak? Saya nggak mau......" STOP. Terus maunya apa coba? Ini nggak mau itu nggak mau. Tegaslah, pilih salah satu kemudian terima segala konsekwensinya. Niati dengan baik ketika cerai supaya bisa lebih dekat dengan Tuhan. Insya Allah akan dibalas dengan kebaikan ke depannya. Siapa tahu akan dikirimkan sosok yang jauh lebih baik. "Tapi Pak...?" Hadeeeeh, jawabannya cuma 2, pilih salah satu.

Ibu-ibu....

Bagaimanapun dan apapun alasannya maka Ibu-ibulah yang dahulu menerima pinangan bapak khan? Anda pula yang memaksakan diri menikah dengannya meskipun dahulu orang tua melarang. Terlepas benar atau salah penilaian orang tua, tetap mereka harus didengarkan dan ditaati. Oleh karena itu terimalah konsekwensinya pada saat ini AKIBAT KESALAHAN DAN DOSA ANDA SENDIRI. Wiih saya nulisnya pake huruf besar ya? Artinya penegasan.

Jika suami kasar, keras, jorok, dan sifat jelek lainnya maka itulah suami anda. Terlepas pada saat kenalan dulu yang dinampakkan hanya kebaikannya saja tetap ibu sudah menerimanya sebagai suami. Memangnya dahulu kenal dimana? Di mall atau dipesantren? Di jalan apa dimasjid?

Oleh karenanya berbaik sangka saja kepada Allah swt. Terlepas semua karena kesalahan dan kebodohan kita sendiri. Jika ibu tidak menerima konsekwensinya maka itu artinya ibu melawan Allah swt. Kesusahan rumah tangga ini bisa berubah menjadi azab yang menghinakan.

Namun jika ibu mengaku salah kemudian bersabar maka azab itu berubah menjadi ujian. Dimana-mana ujian ada saatnya lulus asalkan belajar dengan tekun. Makanya belajarlah dari kehidupan anda yakni belajar sabar, belajar tegar, belajar tangguh dsb. Yakinlah jika memang kita sudah pantas lulus maka akan diluluskan oleh Allah swt. Bisa saja suami ibu berubah menjadi lebih baik, dapat pekerjaan yang baik, berubah menjadi sholeh dsb.

Mau suami tiba-tiba menjadi sholeh? Daftar paytren dulu.. hehehe. Ini iklan tapi serius. Banyak mitra saya yang tiba-tiba menjadi sholeh ketika daftar paytren. Serius.

Kehidupan rumah tangga ya begitulah. Pasti ada perbedaan sifat yang mencolok. Apalagi gendernya berbeda, jelas perbedaannya sangat banyak. Tinggal kita mau menyikapi perbedaan itu dengan bijak atau tidak? Kalau nggak mau ada perbedaan itu, ya nggak usah nikah. Gitu aja kok repot.. hehehe

Oleh karena itu, asalkan suami anda tidak selingkuh, anggap segala habitnya adalah wasilah bagi kita buat menjadi wanita yang lebih baik. Jangan dilihat luarnya saja, namun lihat juga hikmahnya. Mana ada orang sabar tanpa melalui kejadian yang membuatnya tidak sabar? Semua digembleng melalui wasilah kejadian.

Misalnya suami pengangguran, maka ini wasilah bagi kita untuk belajar caranya cari duit sendiri tanpa bergantung kepada suami. Lagian bergantung total kepada mahluk itu dosa. Bagaimana jika suami meninggal? Tentunya kita sudah tidak bingung lagi karena sudah bisa cari duit sendiri buat membesarkan anak-anak. Kalau kita bergantung sepenuhnya kepada suami (mahluk), maka ketika suami ibu meninggal, tamatlah riwayat kita. Mengapa demikian? Karena sudah tidak ada sandaran lagi.

Bergantungnya hanya kepada Allah swt saja, dan harus dilatih dari sekarang. Suami pengangguran kek, suka berjudi kek, hutang numpuk kek nggak ada masalah. Khan punya Allah? Gitu...

"Terus maksud dari artikel ini apa pak?" Ujung-ujungnya mengajak kita semua untuk back to Allah, kembali kepada Allah swt dengan kembali yang totalitas. Kalau sudah begitu, sebesar apapun masalah akan nampak kecil. Kwueciiiiiiiiiiiiiiiiiillllllllllllllllllllllll

Yuk terus belajar....



Artikel Terkait



4 comments: