Jul 15, 2015

Sudah Ibadah Namun Rezeki Tak Kunjung Membaik

Ulasan singkat ini penting banget untuk sobat baca menurut saya. Asli ini penting.. Oleh karenanya fokuslah sejenak, buang kesibukan sementara waktu. Baca 2 menit selesai lalu lakukan perenungan paling tidak 5 menit. Udah itu aja..

Pernahkah anda mendengar anjuran,
  • Sedekah
  • Dhuha
  • Tahajud
  • Shalawat
  • Zikir ini dan itu

Dimana kesemuanya ditujukan untuk memperlancar rezeki? Tentu pernah. Apalagi bagi anda fansnya Ustadz Yusuf Mansur. Btw yang belum tahu bisnis terbaru UYM silahkan klik disini.

Lalu sebagian sahabat sudah menerapkannya secara rutin. Dan tahukah anda bahwa tidak semuanya rezekinya lancar. Bahkan banyak yang makin tersendat-sendat. Hutangnya malah semakin banyak. Pertanyaanya adalah mengapa bisa demikian? Mengapa coba?

Ini sudah, itu sudah tetapi masih begitu-gitu saja tuh?

Makanya saya membuat panduan rahasia kunci sukses agar anda tahu jawabannya secara menyeluruh, didasarkan kepada pengalaman dan pengamatan. Pengamatan ini maksudnya mengamati banyak orang yang sudah menerapkan amalan ini dan itu, dimana sebagian rezekinya lancar dan sebagian lagi malah makin tersendat-sendat.

Kemudian setelah menerapkan amalan ini dan itu namun hidup masih segitu-gitu aja cenderung grafiknya menurun lalu berjanji. Bahasa saya mengobral janji, misalnya
  • Kalau rezeki membaik akan sedekah yang banyak
  • Kalau sudah sukses akan membantu tetangga dan anak yatim
  • Kalau hutang lunas maka hidup pas-pasan gak apa-apa yang penting tidak mikirin hutang
  • Kalau banyak uang maka akan sedekah jor-joran
  • Kalau sudah sehat akan ibadah lebih kenceng
  • Kalau dan kalau kalau lainnya....

Jadi pointnya ada 2 yaitu,
  • Sudah ibadah namun rezeki tak kunjung membaik
  • Kalau rezeki segera membaik maka akan berjanji melakukan ini dan itu

Sudah Ibadah Namun Rezeki Tak Kunjung Membaik

Sebagian sahabat bahkan sudah bosan dengan anjuran sedekah, tahajud dan lain sebagainya sebagai wasilah memperlancar rezeki. Mengapa bosan? Karena nyatanya nggak ngefek.

Kira-kira mengapa bisa demikian? Nah berikut ini adalah jawaban yang didasarkan kepada pengalaman dan pengamatan pribadi, dimana bisa saja salah. Emang bisa salah? Ya bisa saja karena saya hanya manusia biasa. Bukan ustadz bukan ulama, hanya manusia biasa, tetapi proven karena sudah membuktikan.

Sobat menerapkan amalan ini dan itu atas anjuran siapa? Anggap saja atas anjuran Ustadz Yusuf Mansur. Lalu UYM menganjurkan demikian atas saran siapa? karena beliau Ustadz maka kemungkinan besar karena beliau meyakini inilah amalan dari Allah swt sebagai wasilah kekayaan.

Lalu Allah swt menganjurkan demikian melalui siapa? Melalui wahyu yang diberikan kepada malaikat Jibril dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw.

Pertanyaannya adalah?
  • Kenalkah anda dengan Ustadz Yusuf Mansur
  • Kenalkah anda dengan Nabi Muhammad saw
  • Kenalkah anda dengan malaikat Jibril
  • Kenalkah anda dengan Tuhan Sang Pencipta, yaitu Allah swt?

Kalau dengan Ustadz YM mungkin saja sedikit kenal, khan beliau sering muncul di TV. Namun karena saya pengamat, berdasarkan pengamatan saya hanya sedikit sohib yang benar-benar kenal dengan yang lainnya yakni Malaikat Jibril, Nabi saw dan Sang Pencipta.

Karena kenalnya cuman sedikit/ minim, maka tingkat keyakinannya juga minim atau bahkan nggak ada keyakinan sama sekali. Karena nggak yakin maka jangan harap amalan tersebut bisa memberikan efek kepada kehidupan. Ngimpi kali? :)

"Kenal kok Mas?" Ah itu khan kata mulutmu. Anak kecil saja hapal kalau ditanya siapa Tuhan kita, maka jawabannya adalah "Allah". Itu namanya hapal bukan kenal. Tidak cuma itu, bahkan anak kecil sekarang ini kadang hapalan Al Qur'annya lebih banyak daripada kita sebagai orang tuanya. Ya nggak? Sekali lagi ini namanya hapal, tetapi belum kenal.

Seorang anak kecil sangat bawel dan rewel didalam merajuk kepada orang tuanya. Mengapa demikian? Karena sang anak sangat yakin bahwa orang tuanya akan memberi apa yang ia minta. Kalau tidak sekarang pasti dilain waktu.

Mengapa sang anak yakin? Bagaimana tidak yakin, mereka khan orang tuanya. Anak kecil begitu kenal kepada mereka berdua. Ada feel dan connecting yang nyata rasanya dari seorang anak dan orang tuanya demikian pula sebaliknya.

Apakah dengan keyakinan sang anak lalu orang tua akan memberikan apapun keinginan mereka? Pasti dan pasti memberikan apa yang mereka butuhkan bukan apa yang mereka inginkan. Anak umur 5 tahun mungkin akan diberikan HP HPan bukan laptop, karena belum waktunya. Ini harus benar dipahami dengan baik. Baca 100 kali kalau perlu.

Jika anda tanya kepada pakar NLP, pakar kejiwaan, pakar kesuksesan, inspirator atau pakar apapun baik beragama islam atau non islam pasti mereka akan menjawab bahwa "kunci kesuksesan adalah keyakinan". Cuman keyakinan itu ada bermacam-macam, misalnya
  • Yakin kepada patung
  • Yakin kepada diri sendiri
  • Yakin kepada alam semesta
  • Yakin kepada orang bijak
  • dsb

Sebagai muslim khan kita yakin kepada Allah swt. Sepakat? Siapakah Allah swt?
  • DIA Dzat Maha Kaya. Bahasa kitanya super duper kaya sekali
  • DIA Maha Kuasa. Jadi sangat kuasa mengangkat ujian hidup anda
  • DIA Maha Penyayang. Jadi segala dinamika hidup sebenarnya bentuk kasih sayang_Nya, cuman kita nggak sadar dan nggak ngerasa
  • DIA Maha Pemberi. Jadi anda minta planet mars saja akan diberi, tetapi apakah begitu? Tetapi DIA sudah dan akan terus memberikan segala kebutuhan dan doa kita sesuai dengan ukuran
  • dan Ke Maha an_Nya lainnya

Lalu bagaimana bisa dikasih kalau kenal aja enggak?

Bagaimana bisa nggak kenal? Karena dalam doa dan ibadahnya nggak ada feel, nggak ada rasa. Nggak ada conneting atau merasa terhubung kepadanya. Nggak ada power, nggak ada kekhusukan. Adanya hanya ngebut dan kejar setoran.

Misalnya sholawat 1000 kali, istighfar 1000 kali, dhuha 12 rakaat dsb, dimana sifatnya hanya kejar setoran. Mereka memiliki pemahaman kalau sudah selesai kejar setoran lalu akan ada harta karun turun dari langit. Sekali lagi, ngimpi kali ya?

Karena saya sudah lelah ngetik, kita langsung saja to the point.. Padahal sebenarnya masih panjang yang harus ane jelasin. Oleh karenanya gabung ajalah dengan member lainnya di rahasia kunci sukses, agar pemahaman anda menyeluruh.

Gini...

Kita bicara masalah iman atau keyakinan sekarang. Nyata dan faktanya memang begitu, yakni keimanan kita parah banget. Bisa dibilang sia-sia saja anda baca sholawat 1000 kali atau sejuta kali kalau keimanannya nggak ada pada awalnya.

Maksud saya begini. Percuma saja anda ngejejek engkol motor maka motor nggak akan nyala. Bagaimana bisa nyala, padahal bensinnya kosong? Kalau begitu isi bensin dulu baru distarter. Saya harap sobat paham analogi saya ini.

Namun untuk menemukan iman tidak sesederhana sebagaimana nyetarter motor. Ada proses yang harus dilalui, yakni
  • Mengenal Sang Pencipta. Ini bisa dilakukan dengan cara muhasabah alam semesta
  • Mengenal jalan menuju kepada_Nya. Ujung-ujungnya sobat akan mengenal Islam. Walau dalam perjalanannya masuk kristen, hindu, budha atau agama apapun namun ujungnya anda akan mengenal Islam sebagai agama yang hak.
  • Setelah itu sobat akan mengenal Nabi Muhammad saw dan sejarah hidup beliau
  • Lalu sobat akan mengenal Al Qur'an sebagai sebuah wahyu dari Sang Pencipta
  • Lalu anda akan mengenal syariat, termasuk dalam hal ini zikir, sholat, sedekah dsb

Sudah itu saja dulu...

Padahal mengenal dan meyakini syareat baru langkah awal lho? Para pakar membagi 4
  • Syareat
  • Torekot
  • Hakikat
  • Makrifat

Penjelasan ini njlimet dan bikin anda pusing 7 keliling kalau nggak paham proses awalnya. Saya sendiri masih pusing kok? Karena saya sendiri masih belajar sebatas syareat atau dasar-dasar beragama.

Ini saja dulu artikel Sudah Ibadah Namun Rezeki Tak Kunjung Membaik yang saya bahas dari sudut pandang pengenalan, pemahaman dan keyakinan. ARtikel selanjutnya akan saya bahas Insya Allah lebih simpel dan sederhana agar sobat nggak pusing 7 keliling.

Sekarang saya harap sobat mulai memahami mengapa sudah doa namun rezeki tak kunjung membaik. Kita tunggu ulasan berikutnya.

Padahal ini baru sedikit jawaban pertanyaan pertama... :) Atau belum menjawab pertanyaan kita? Sudah atau belum jangan kuatir, nanti Insya Allah disambung lagi kok?

Wallahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment