Jul 28, 2015

Kisah Analogi Air Garam, Danau untuk Hati Seluas Samudra

Ini ada kisah fiksi menarik tentang Kisah Analogi Air Garam, Danau dan Hati Seluas Samudra, yang saya ambil dari newsletternya punya klik host. Klik host adalah layanan autoresponder yang saya miliki. Kalau anda pebisnis online dan mencari layanan autoresponder lokal yang murah dan handal saya menyarankan pakai klik host. Monggo dicoba..

Image result for hati seluas samudra

Bagaimana kisah fiksi tersebut? Silahkan dibaca,

......................................................................................

Kisah ini dimulai ketika ada seorang pemuda mendatangi seorang kakek tua yang tinggal di dekat danau yang sangat jernih.

Pemuda tersebut menceritakan permasalahan hidupnya.

Dengan penuh kesabaran, sang kakek mendengarkan semua cerita si pemuda tanpa berkomentar apapun.

Setelah pemuda itu selesai bercerita, sang kakek mengambil segenggam garam dan sebuah gelas berisi air putih, kemudian ditaburkannya garam itu ke dalamnya, lalu diaduk. Kemudian air garam itu diminumkan ke pemuda tersebut.

Kakek : ”Bagaimana rasanya?”
Pemuda : ”Asin sekali... arggggg!”

Lalu sang kakek mengambil segenggam garam lagi, dan diajaklah pemuda tersebut ke danau. Ditaburkannya garam tersebut ke danau, kemudian airnya diaduk. Disuruhlah pemuda itu untuk meminum airnya.

Kakek : ”Bagaimana rasanya?”
Pemuda : ”Tidak terasa asinnya, segar sekali!" Lalu sang kakek berkata : ”Jadikanlah hati kita seluas danau itu, bukan seperti gelas ini, sehingga sepahit apapun cobaan hidup ini tidak akan terasa pahitnya..”

.....................................................................................

Apa hikmah dari kisah Kisah Analogi Air Garam, Danau untuk Hati Seluas Samudra ini? Tentu sobat semua bisa menilainya khan?

Mungkin saja masalah dan ujian hidup anda sangat berat dan membuat anda stress. Namun jika masalah tersebut dilimpahkan kepada saya misalnya, maka bisa jadi ane nganggepinnya dengan santai. Dan jika masalah tersebut dilimpahkan kepada orang lainnya bisa jadi ia akan sangat stress dan depresi.

Atau ketika saya ada masalah yang menurut ukuran ane sangat berat dan membuat stress, namun bisa jadi jika masalah tersebut dilimpahkan kepada anda atau mereka, maka akan menganggapnya biasa saja. Ini harus benar2 bisa dipahami dengan baik.

Jadi semua ujian dan masalah hidup itu netral. Menjadi berwarna macem-macem ketika singgah dijiwa manusia. Nah mengapa ada orang yang berley alias berlebihan responnya ketika diberikan ujian, ada pula yang biasa saja, ada yang santai malahan ada yang bersyukur?

Mengapa coba?

Coba tebak?

Kalau menurut saya nih, respon setiap masalah berbeda-beda tergantung kadar KEIMANAN dalam dada. Yaitu iman atau yakin atau percaya kepada Allah swt dan rukun iman lainnya.

 Image result for dalam hati ada allah

Seseorang yang imannya lemah maka sedikit saja ada masalah singgah dalam hidupnya maka respon terhadap masalah tersebut akan negatif. Ia merasa pusing, stress, panik, was-was, takut, marah dsb. Mengapa demikian?
  • Karena ia pusing tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut, didukung dengan ketidak adaan skill
  • Karena ia takut masalah tersebut makin bertambah berat
  • Karena ia cemas dan khawatir, jangan2 keluarganya tidak bisa makan, misalnya begitu.

Yang jelas ia khawatir dan takut masa depannya tidak sesuai apa yang diinginkan, misalnya dalam bentuk kesulitan, kegagalan, kekurangan, hutang, penyakit, relasi, dsb. Jadi yang dilihat adalah kemampuan dirinya sendiri yang memang serba terbatas. Analoginya adalah sedikit saja garam yang ditabur dalam gelas akan membuatnya asin. Dan tahukah anda bahwa kenyatannya memang akan selalu asin, sebelum ia meluaskan hatinya. Masa depannya akan selalu sulit dan itulah yang terjadi, kecuali ia mau belajar hikmah dari ujian dan kehidupan.

Seseorang yang imannya kuat maka ketika diberikan garam yakni berbagai ujian hidup maka ia akan menghadapinya dengan sabar, ikhlas dan tawakal. Bahasa saya santai bin woles saja. Mengapa demikian? Karena ia sudah menjadi danau. Jangankan segenggam, seembar garam tidak mampu membuatnya payau apalagi asin.

Kok bisa begitu? Karena IMAN nya sudah kuat. Jadi meskipun hutangnya banyak, tetap yakin Allah Maha Kaya. Meskipun sedang menderita penyakit kronis, ia yakin bahwa Allah Maha Penyembuh yang akan menyembuhkannya. Meskipun ia sering dihina namun tetap yakin bahwa Allah yang akan mengangkat derajadnya kelak, dsb.

Dan kisah akhir atau endingnya sudah bisa ditebak sehingga menurut beberapa orang waskita, menjadi tidak menarik. Mengapa? Karena yang imannya lemah pasti akan ditambah lagi ujiannya sehingga iman menjadi kuat. Dan mereka yang imannya kuat pasti akan mendapatkan kemuliaan dari Tuhan Semesta Alam. Skenarionya biasanya seperti itu dan mudah ditebak.

Sudah tahu khan sekarang?

Oleh karena itu pembelajaran berikutnya tentang HOW TO meraih iman yang dalam. Untuk pembahasan ini akan saya lanjutin kapan-kapan saja ya?

Atau kalau mau langsung belajar tentang manajemen iman, manajemen rasa, nafsu dan semacamnya lah, silahkan gabung dengan sobat lainnya dalam pembelajaran magis7.

Wallahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment