Jul 26, 2015

Kisah 7 Tahun Istikomah Menuai Sukses Luar Biasa

Hari ini ane dan kawan-kawan kampung paytren menghadiri kajian rutin bulanan Ustadz Yusuf Mansur di Istiklal Minggu 26 Juli 2015. Pas selesai tausiyah salah satu guru ane Ustadz KH Sulaimansyah nyari-nyari saya, karena mau diajak ketemu UYM, Ippho, Mas Mono, Ust. Tirmidzi (PPPA) dsb. Paling tidak foto-foto. Celakanya, HP ane low bet sehingga beliau tidak bisa kontak saya. Baru setelah sampai rumah dan HP dicas, ane tahu hal ini. Yawdah bulan depan aja foto-fotonya, Insya Allah.. hehehe

 kampung paytren di istiklal

Ada banyak yang ingin saya share ke sobat semua sebenarnya. Tetapi nanti pembahasannya jadi kepanjangan, karena kalau ane sudah terlanjur ngetik kadang nggak bisa distop. Satu tema saja terkait dengan pengajian bulanan di Majid Istiklal yakni ISTIKOMAH

Jadi istikomah inilah yang kadang-kadang rada susah. Misalnya sudah belajar tahajud 40 hari pertama, lalu tidak kunjung ada perubahan hidup dan rezeki, lalu kemudian berhenti. Inilah penyakit yang menjadi wasilah hidup kita teruuuuusss saja tak kunjung berubah.

Sebagaimana testimoni/ kisah yang disampaikan oleh Bapak Mu'in kalau tidak salah sih. Jadi begini kurang lebih kisahnya yang saya sampaikan dengan bahasa ane sendiri.

.............................................................................

 Image result for istiqomah

"Pada tahun 2002 saya sedang merintis sebuah bisnis dengan seseorang yang anggap saja dia sahabat terbaik saya. Sebenarnya usaha kami ini berkembang, namun kemudian diambil alih (diserobot) oleh pemilik modal. Mungkin beliau menganggap usaha kami sudah maju lalu serakah dan ingin memilikinya sendirian.

Kemudian kami menyusun rencana kembali dengan mencoba bisnis yang baru. Kami melihat orang yang sukses bisnisnya karena riyadhoh dan ibadah mereka sangat kuat. Nah setelah melihat hal itu lalu kami ingin menirunya yakni dengan wasilah puasa senin kamis. Maka setiap senin dan kamis kami saling meremind satu sama lain agar istikomah dalam puasa.
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

Sayang bisnis kami jalan ditempat atau malahan terseok-seok meskipun kami sudah mencoba mendekat kepada Yang Maha Kuasa.

Pada sebuah kejadian, kami sedang ada urusan bisnis dengan pergi ke Jakarta menggunakan motor bebek butut. Itulah kendaraan kami yang dipakai untuk aktifitas bepergian. Celakanya motor kami mogok ditengah jalan, dimana kemudian kami mendorongnya sampai sejauh 3 kilometer untuk sampai dibengkel.

Singkat cerita pada akhir 2002 awal 2003 bisnis kami ambruk kemudian kami memutuskan untuk jalan sendiri-sendiri. Si sahabat saya ini berpesan kepada saya, "Mu'in kalau aku meninggal tolong yah lunasi hutang-hutang saya". Padahal saat itu tahun 2003 hutangnya ada 1 milyard. Iya kalau ninggalin warisan, ini malah ninggalin hutang sementara saya sendiri sedang hidup pas-pasan. Pada intinya kami berpisah dan jalan masing-masing.

Yang mengejutkan adalah seiring waktu berjalan, bisnis sahabat saya ini bekembang dengan sangat pesat. Bahkan saat ini beliau sudah terkenal dimana kita semua tahu. Beliau Ustadz, Dai, Pengusaha sekaligus tokoh nasional. Ternyata beliau ISTIKOMAH didalam menjalankan riyadhoh atau mendekat kepada Yang Maha Kuasa. Makin bangkrut malah makin mendekat kepada_Nya. Sementara saya sendiri tidak begitu istikomah sehingga nasibnya begitu-begitu saja.

Jika anda ingin tahu siapa dia, yang jelas dia sahabat saya dan anda pasti mengenalnya. Dia adalah Ustadz Yusuf Mansur.

...........................................................................

Begitulah kisah/ testimoni pak Mu'in di Masjid Istiklal Jakarta yang diakhiri dengan deraian air mata

Semoga kisah ini memberi inspirasi dan pelajaran bagi kita tentang makna ISTIKOMAH. Baru mulai ibadah sebulan, dua bulan, atau setahun dua tahun saja menyerah ketika nasib tidak kunjung ada perubahan yang signifikan. Sedangkan Ustad Yusuf Mansur melakukannya selama 7 tahun ketika perlahan namun dramatis nasibnya berubah.

Begitulah kawan kisahnya...

Sobat wajib membaca artikel lanjutannya disini. Karena saya akan mengulas kembali inti pengajian bulanan di Masjid Istiklal Jakarta pada minggu 26 Juli 2015. Silahkan klik disini untuk lanjutannya.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment