Jul 17, 2015

Islam Agama Rahmatan Lil Aalamiin? Aah Masak Sih?

Apa yang anda ketahui sebagai muslim tentang agama Islam? Tentu masing-masing mempunyai pandangannya sendiri sesuai dengan kadar ilmu yang dimilikinya. Namun ijinkan saya menulis tentang agama islam itu sendiri, yakni
  • Agama kedamaian atau cinta damai
  • Agama kebahagiaan
  • Agama yang hak
  • Agama rahmatan lil 'aalamiin
  • Agama toleransi
  • Agama yang mencontohkan uswatun hasanah/ kebaikan

Lalu kemudian ada golongan atau kelompok atau apalah namanya
  • NU
  • Muhammadiyah
  • Salafi 
  • Wahabi
  • Golongan 4 mazhab

Dan lain sebagainya... Soalnya ada banyak sih, tetapi yang terkenal dinegara kita ya yang saya tulis diatas.

Paling tidak semua golongan pernah mengatakan bahwa agama islam adalah agama cinta damai atau agama kebaikan atau yang lainnya. Alhamdulillah saya yang bodoh tentang agama ini ikut senang mendengarnya.

Namun kebahagiaan itu cuma mampir sebentar saja, mengapa demikian? Karena faktanya masing-masing kubu kayaknya ada dinding yang tidak bisa ditembus..

"Kuba-kubu emang perang?"

Ya enggak sih, cuman perasaan saya saja kali.

NU dan Muhammadiyah antara akur dan nggak akur, malah kesannya lebih nggak akur. Apalagi salafi, wahabi dengan yang lainnya dimana mereka merasa paling benar sendiri lalu membid'ahkan golongan lain. Tidak berhenti disitu bahkan mereka mengkafirkan seorang manusia yang sudah mengucapkan 2 kalimah sahadat minimal 5 kali sehari. Kenapa 5 kali? Khan setiap sholat ada sahadat, ya nggak sih?

Lalu dimana letak agama cinta damai? Dimana letak agama rahmatan lil aalamiin? Dimana letak agama kebaikan, kesantunan dsb kalau semuanya seolah-olah saling melirik? Maksud saya adalah NU melirik Muhammadiyah sambil berbisik-bisik

"Tuh khan nggak pake qunut?"
"Tuh khan nggak pake doa berjamaah?"
"Tuh khan nggak pake bismillah dulu?"
dsb

Lalu Muhammadiyah seolah-olah juga melirik

"Tuh khan masih saja maulidan"
"Tuh khan masih saja ziarah?"
"Tuh khan masih saja yasinan?"

Lalu disisi lain si wahabi dan salafi melotot seolah-olah berkata

"Bid'ah lagi bid'ah lagi, neraka tuh tempatnya"
"Kuburiyyun bahlul, syirik tuh"
"Wah si dia dan si dia sudah masuk kategori kafir tuh"

Sekali lagi ini cuman perasaan ane doang, maaf kalo salah. Cuman ini merupakan ekspresi keprihatinan saya yang bodoh ini, kok katanya islam itu agama rahmatan lil 'aalamin, namun kepada sesama umat islam malah saling lirik dan ejek.

Nangis saya... Kadang-kadang doang nangisnya sih? hehehe

Konsentrasi perpecahan dan penyebabnya malah antar sesama ummat sendiri. Masing-masing seolah-olah merasa benar dan menyalahkan golongan lain. Nggak mau akur, nggak mau rangkulan. Rangkulan sih mungkin sudah, namun kayak cuman pemanis bibir doang.

Kalau begini caranya kapan bersatunya? Kapan berjamaahnya? Kapan kembali lagi kemuliaan islam wal muslimiin?
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/
  • Apakah kasus rohingya tidak bisa dijadikan pelajaran?
  • Apakah kasus papua tidak bisa dijadikan ibroh?
  • Apakah kasusu palestina dan timur tengah tidak bisa dijadikan pembelajaran?

Tentu saja enggak.. Kaleee

Orang adanya ribuuuut melulu

Apakah harus menunggu Nabi Isa as turun ke bumi dulu? Wallahu A'lam

Bagi saya semua aktifitas lebay yakni saling melirik itu nggak penting banget. Menurut saya sih? Yang jauh lebih penting adalah persatuan atau berjamaah. Perbedaan adalah sesuatu yang pasti terjadi karena paradigma, kecerdasan, pemikiran, daya tangkap masing-masing orang berbeda-beda.

Bukankah kita diperintahkan ketika ada perbedaan dan sulit sekali menyatukan untuk kemudian kembalikan segalanya kepada Allah swt dan Rosulnya?

Ah nggak tahu saya.. Karena saya ini memang nggak tahu... Mengapa saya nggak tahu? Karena emang begitu.. hehehe

Yang saya lakukan adalah BERDOA semoga persatuan itu segera ADA. Tentunya mulai dari diri saya sendiri dan lingkungan.

Wallahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment