Jul 25, 2015

Inilah Dinding Penghalang Kesuksesan Anda

Sesungguhnya yang membatasi kesuksesan kita siapa? Ternyata ya kita-kita sendiri. Anda-anda yang baca artikel inilah yang membatasi kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Percaya apa nggak percaya? Kalau nggak percaya simak kisah nyata singkat berikut ini,

"Ada tebak-tebakannya Mas? Biasanya ada?"

Nggak, kali ini nggak ada tebak-tebakan, langsung ngebut aja :)

Anggap saja namanya Joni, seorang karyawan perusahaan swasta asal korea. Konon jika bos anda korea, biasanya umurnya lebih tua. Orang korea itu nggak mau bawahannya lebih tua, kata orang Jawa nggak ilok, atau nggak etis.

Kemudian orang Korea konon suka bentak-bentak bawahannya. Isinya wajib kerja kerja dan kerja demi mencapai target dan tidak mau ada alasan. Udah gaji kecil, kerjanya 12 jam sering dibentak-bentak lagi. Konon juga kalau perusahaan korea bangkrut lalu mereka pada lari dari tanggung jawab. Bahkan mereka lari, sementara pabrik ditinggal begitu saja.

Demikian pula Joni yang berangkat kerja subuh lalu pulang ke rumah tengah malam. Tidak jarang ia tidur di pabrik karena baru boleh pulang jam 1 malam, dan rumahnya jauh, sementara pagi-pagi sudah harus kerja lagi.

"Sudah takdir, hidup ane kayak ginian. Capek sih capek, mau gimana lagi" Kata Joni
"Yaah, di sukuri aja Jon, masih banyak yang tidak dapat kerjaan" Kata Ustadz Rohim

"Sukuriiiiin gitu ya Tadz? Padahal ane pengin hidup tenang, penghasilan cukup, ibadah juga tenang" Kata Joni curhat
"Bisa Jon, Insya Allah bisa" Kata Ustadz Rohim

"Giman bisa tadz, mustahil" Kata Joni
"Banyakin doa aja Jon, pasti bisa kok. Rezeki dimana-mana, jangan cemas" Jawab Ustadz Rohim

"Doa mah udah sering tadz ampe bebusa, tapi mustahil ngelihat kondisi ane. Mau resign secara umur udah tua dan skill gak mumpuni. Lagian girang banget tuh Korea klo ada yg resign. Masih banyak yang mau dengan gaji yg lbh kecil katanya. Sukuriiiin gitu aja deh.. heheh" Lanjut Joni Curhat

Begitulah sekilas percakapan antara Joni dan Ustadz Rohim. Dan begitulah Ustadz Rohim berusaha meyakinkan Joni, namun Joninya tetap bilang tidak mungkin.

Image result for tidak mungkin
Doa memang udah dan sampe berbusa, tetapi nilai keyakinannya sama dengan NOL. Nah lho, kena khan? Doa tanpa keyakinan mah bisa dibilang percuma saja. Sudah doa itu baik sekali, tetapi belajar juga tentang yakin dalam doa.

Yakiiin aja, serumit apapun pasti akan terurai. Jangan melihat kemampuan kita yang memang seringkali mustahil untuk membuat sebuah perubahan. Jangan melihat keterbatasan kita karena manusia memang mahluk yang terbatas. Tetapi lihatlah DIA Yang Tiada Batas...

Lagian apa susahnya sih buat YAKINin diri aja. Gratis kok, terlepas kayaknya mustahil buat kita, tetapi PASTI tidak ada yang mustahil buat Tuhan Sang Pencipta. Kalau kita tidak yakin dengan cara membatasi diri kita sendiri, maka itulah yang terjadi. Mengapa demikian? Karena itu artinya kita tidak yakin akan Kuasa Tuhan. Ya nggak sih??

 Image result for keyakinan

Buang paradigma keterbatasan kita. Buang jauh-jauh karena itu semua dari syetan. Ane gak peduli seberapa kelihatan sholeh seseorang, namun jika keyakinannya parah, makanyanya ibadah selama ini tidak menembus hati nurani alias cuma sampe kerongkongan saja. Nah lho, kena lagi khan?

Seharusnya ketika ibadahnya "sundul langit" maka keyakinan akan Kekuasaan Allah swt juga sudah dalam dong? Orang yang dekat dengan Tuhan berarti ia sangat meyakini akan sifat-sifat Tuhan Pencipta Semesta Alam. Jika tidak meyakini hal ini, maka sekali lagi....... silahkan teruskan sendiri deh, ane nggak sampe hati nerusin.. :)

Proses itu membutuhkan waktu sebagai media pembuktian iman.. Waktu itu time, time itu waktu :). Inilah yang biasanya menjadi biang kerok membeloknya keyakinan kita kepada Sang Pencipta. Biasanya kita nggak sabar kalau harus berhadapan dengan proses. Sudah lemah keyakinan atau iman, nggak sabaran lagi. Dobel-dobel deh bukti kebohongan kita yang mengaku orang beriman.

Berdoalah kemudian yakin dengan doa kita, lalu bersabar menghadapi proses. Plus satu lagi yaitu berani. Berani itu brave, wani, ludeung... Berani dan berprasangka baik.

Maksudnya begini..

Ketika sudah doa, juga sudah yakin lalu malah menyebabkan kita di pecat maka hadapilah dengan gagah berani dan berprasangka baik. "Alhamdulillah dipecat, tanda-tanda doa mau kobul", begitu seharusnya. Karena paradigma kita sudah kacau, maka ketika dipecat bilangnya begini, "Sudah doa malah dipecat, juangkriiiik". Nah lho, syetannya lewat dan sukses mengacaukan keyakinan kita.

Setelah dipecat dan menghadapinya dengan berani dan berprasangka baik, lalu nganggur dirumah. Nganggurnya ini khan menjadi pemicu ia berdoa lebih khusuk. Ia bebas beribadah kapanpun dan dimanapun. Waktu buat keluarga menjadi lebih lega, demikian waktu untuk mengabdi secara sosial.

Makin lama tabungannya makin menipis tuh, dan proses inilah yang menjadi batu ujian apakah keberanian, keyakinan dan prasangka baik masih melekat dalam jiwanya, ataukah ia akan goncang. "Waduh, tabungan habis, gimana mau kasih makan anak istri? Hadeeeeh pusing"

Kamu ini ya? Kebangetan kuadrat.. Emang yang kasih rezeki, kasih makan, kasih segala nikmat itu elu apa ya? Hehehe... Percayalah kita akan tetap makan karena yang kasih rezeki itu bukan kita, bos kita, perusahaan, atau siapapun juga tetapi Allah swt.

Kita2 ini (termasuk saya hehehe) sukanya gitu sih? Ngerasa sudah tahu, sudah hapal dsb namun faktanya cuman hapalan doang. Iman sekedar hapal tanpa bisa masuk merasuk dalam hati. Kalau dikasih tahu supaya sabar dan berprasangka baik lalu ngeyel. Malah berkotbah dengan memberikan dalil ini dan itu.

Iman itu bukan hapalan bos.. Iman diucapkan, dirasakan dalam hati dan dibuktikan dengan amal. Amal dalam hal ini adalah respon tindakan ketika menghadapi ujian keimanan. Dan kunci sukses itu adalah iman.

Image result for keyakinan dan tindakan

Dari pada ngelantur dan kepanjangan kita langsung simpulkan saja ya?

Pertama, jangan membatasi diri kita sendiri. Kita memang serba terbatas dan nggak akan mampu, namun lihatlah Kebesaran Tuhan, yang mana DIA akan menolong hamba-hambanya yang beriman dan beramal salih. Yakin (beriman) kepada Tuhan lalu membuktikan keyakinannya dengan tindakan nyata.

Kedua, Yang jelas jika kita sukses dan lulus membuktikan keimanan walau pada titik nadzir sekalipun, maka percayalah bahwa kemenangan akan teraih. Anda akan dapat ganti pekerjaan yang lebih baik, lebih halal dan berkah. Itulah bagian pengkabulan doa yang memang membutuhkan proses dan kepantasan ruang dan waktu.

Ketiga, doain ane ya? Semoga doa-doa saya selama ini segera dikobul sama Allah swt. Ane juga doain sobat semua.

Untuk semua artikel yang saya tulis, semuanya tetap Wallahu A'lam

N/B: Jika artikel diatas sedikit banyak mampu menjadi wasilah perubahan paradigma, maka rahasia kunci sukses Insya Allah akan benar-benar merubah paradigma anda yang selama ini menjadi dinding penghalang kesuksesan. Silahkan gabung bagi yang berkenan saja, caranya klik disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment