Jul 10, 2015

Cara Meraih Keimanan Yang Natural/ Alamiah

Saya marah besar: Why kenapa? Karena sudah berjam-jam mengajari anak saya Ilmu Kalkulus dan Fisika Quantum namun nggak paham-paham juga. Makin diajari makin nggak paham, yang menyebabkan saya semakin marah.

Btw.... Kenapa saya marah? Karena anak saya gagal paham, meskipun saya sudah mengajarinya berjam-jam bahkan berhari-hari. Emang umur anak saya berapa? 5 tahun hehehe

Lha iya, mana ada anak 5 tahun bisa nangkep pelajaran Kalkulus dan Fisika kuantum? Mikir dong...!!
"Hehe iya maaf"

Maksud ane nggak segitunya. Cuma pengin membuka pemikiran kita semua, atau memperkaya paradigma kita. Yaitu terkait dengan sebagian orang yang mudah menyerah dalam dakwah karena jamaah nggak paham-paham. Bukan salah pendakwah atau salah jamaah namun kayaknya ada yang perlu dibenerin didalam melakukan dakwah. Apa itu yang perlu dibenerin? Apa ya? Saya juga bingung :)

Ketika mereka gagal berdakwah, kemudian mereka acuh kepada sebagian saudara seakidah yang gagal paham tersebut. Mereka bahkan enggan mendekati karena menganggap....
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/
  • Mereka orang yang keras kepala
  • Mereka ahli bid'ah
  • Mereka suka hal-hal syirik
  • Bahkan ada yang ngecap mereka kafir

Yang dilakukan kemudian adalah ada segolongan muslim yang asyik saja beribadah sendiri tanpa ada usaha berdakwah dilingkungan sekitarnya. Atau ada usaha dakwah namun ala kadarnya, cenderung menyerah. "Ya sudah, khan udah ane kasih tahu kalau menyembah kuburan itu syirik, tetapi mereka keras kepala dengan hujjah yang tidak jelas".

Kalau bahasa saya "Menyerah" dalam usaha dakwah atau mengajak kebaikan dan ibadah setelah ada pertentangan yang sedikit.

Hal-hal seperti ini ternyata banyak terjadi dilingkungan kita. Yakni adanya segolongan orang yang asyiiiik sendiri dalam beribadah, sementara orang2 disekitar masjid malah tidak pernah terlihat sholat berjamaah. Surga kok dibawa sendiri, ini khan egois..

"Tapi khan saya sudah berusaha mengingatkan?"

Maksud saya adalah terus saja diingatkan terlepas mereka (orang awam) menerima atau tidak. Itu sudah menjadi tugas kita bersama. Jangan kemudian menyerah begitu. Nabi Yunus as juga seorang manusia yang marah ketika dakwahnya tidak diterima oleh kaumnya, lalu ditinggal pergi. Hal ini menjadi wasilah beliau dimangsa ikan raksasa, dan berada dalam perut ikan selama 3 hari, sebagai bagian dari teguran Allah swt.

Lalu beliau Nabi Yunus as merasa bersalah dan memohon ampun kepada Tuhan YME, dan dimuntahkannya beliau dari perut ikan. Doa Nabi Yunus as bisa ditiru yaitu, "Laailaaha illa anta, subhaanaka inni kuntu minadzoolimiin"

Padahal Nabi Yunus as sudah berjuang dan berdakwah selama bertahun-tahun lho? Kita baru sekali dua kali mengajak/ berdakwah kemudian ditolak lalu menyerah?

Orang awam seperti saya juga memang begitu. Kita cuma belum paham dan memerlukan pencerahan. Karena kita belum paham makanya ada tausiyah seperti apapun ya tetap nggak paham.

"Marilah meningkatkan iman dan taqwa...."
"Beribadah ini dan itu akan mendapatkan surga...."
"Jauhi ini dan itu karena itu bid'ah...."

Mau ngomong bagaimanapun kalau gagal paham pasti nggak akan masuk dalam hati. Kalau dipaksain masuk ini namanya doktrin. Dan keyakinan karena doktrin mudah sekali rapuh.

Mungkin itulah mengapa ketika kita mendengarkan tausiyah agama serasa tidak membekas dalam jiwa. Tidak ada nyawa atau ruh yang kita bawa pulang kemudian mempengaruhi akhlak. Ribuan dalil yang kita dengar bak kisah fiksi negeri atas angin. Masuk kuping kanan keluar kuping kiri lalu hilang tak kembali.

Kayaknya perlu terobosan dalam berdakwah dan menyampaikan ceramah. Terobosan seperti apa saya juga masih mikir.. hehehe

Tetapi menurut saya, karena kita-kita ini termasuk saya pribadi masih umur 5 tahun, maka yang perlu untuk fokus ditekankan adalah berdakwah tentang keimanan. Yakni bagaimana caranya meraih iman yang alami/ natural. Misalnya begini...
http://magis7.com/?id=bisnis

  • Emang Tuhan itu ada? Apa buktinya?
  • Kalau ada bagaimana cara merasakan keberadaan_Nya
  • Apa yang dikehendaki Tuhan YME dari keberadaan kita?
  • Mengapa harus Islam bukan kristen atau hindu, budha dsb?
  • Kalau memang Islam agama yang benar, lalu apa perintah Tuhan yang ada didalamnya?

Inilah the why of iman, dimana hal ini harus benar-benar bisa diyakini secara alami/ natural. Feel atau rasanya jelas dalam hati yang memicu power spiritual lainnya.

Karena kita-kita masih balita, The "why of iman" faktanya belum benar-benar merasuk dalam dada, padahal inilah pintu pembuka. Jika pintu ini sudah terbuka niscaya cukup satu dalil untuk merubah akhlak jadi mulia. The why of iman menjadi wasilah the power of islam.

So sambil menunggu ada yang menunjukkan papan penunjuk dimana iman berada alangkah baiknya kita-kita ini belajar untuk menemukan iman. Gunakan panca indera rasakan kehadiran Yang Maha Kuasa dibalik alam semesta. Amatilah rumput, pohon, gunung, langit, bulan, matahari, bintang dan segenap ciptaan lainnya, sampai kita yakin ada Sang Pencipta dibalik itu semua.

Setelah kita mendapatkan keimanan seperti ini, maka proses selanjutnya akan lebih mudah. Insya Allah kita akan lebih mudah menerima setiap ceramah agama yang kita dengarkan. Niscaya sudah tidak ngantuk lagi ketika mendengarkan tausiyah dari ustadz kita :)

Belajar, saya juga masih belajar kok.. Mari belajar bareng sama saya dan sama-sama berdoa agar Allah swt berkenan memberikan dan menancapkan iman yang benar dan natural. Amin

Wallahu A'lam

N/B: Perjalanan mencari hikmah kehidupan dalam hal ini tentang keimanan sudah saya bahas secara detail dalam pembelajaran magis7. Insya Allah asyik dan sensasional.. Klik disini




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment