Jun 10, 2015

Ternyata Kita Sudah Menuhankan Manusia dan Ikhtiar, Tanpa Sadar

Bersandar itu hanya kepada Allah swt bukan kepada mahluk. Semua orang juga faham. Namun faktanya tidak selalu demikian. Bisa saja dimulut mengatakan hanya Allah tempat bergantung, namun dalam kehidupan nyata ternyata dusta. Kok bisa?

Saya ingin bercerita sedikit. Pada beberapa waktu yang lalu saya berkenalan dengan orang-orang hebat, contohnya,
  • Ustadz Yusuf Mansur (Ustadz dan pengusaha sukses, dan pendiri paytren)
  • Martin Ovi (Penulis buku, direktur perusahaan percetakan, Founder paytren)
  • Mas Mono (Pemilik ayam bakar mas Mono)
  • Mas Jodi ( Pemilik warung shake and Steak)
  • BYT (Ass Direktur BI)
  • Ust. Shamsi Ali (Imam Besar Masjid New York)
  • dan beberapa penulis buku dan trainer lainnya
  • dan banyak pengusaha sukses lainnya


Saya beranggapan dengan mengenal mereka maka saya akan kecipratan berkah dan ilmunya. Memang benar dan sangat bagus. Kita harus bergaul dengan orang-orang yang positif. Anda juga harus belajar melakukannya supaya diri sobat tergembleng. Bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan pandai besi akan kecipratan api.

Tetapi nasehat saya, luruskan niat. Mengapa saya mengatakan demikian? Karena pada prosesnya saya sendiri suka berharap rezeki mengalir melalui berkah mereka, padahal urusan rezeki adalah urusan Allah. Bisa saja melalui wasilah mereka bisa saja melalui yang lain. Ada 1001 cara untuk menghebatkan kita dan itu tidak harus lewat orang besar.

Saya sadar bahwa kecondongan kepada Allah mulai terkikis ketika bergaul dengan orang-orang hebat dan besar. Oleh karena itulah saya mulai memperbaiki niat supaya tidak tergelincir kembali.

Paling tidak ini adalah pengalaman sebagai pelajaran buat sobat semua, bahwa maintain harapan kepada Allah swt harus benar-benar dipahami sebaik-baiknya. Rasa hati/ condongnya hati harus benar-benar bisa disetir hanya kepada_Nya, jangan sampai terpeleset tanpa kita sadari.
http://abtreni.com/?id=adhinbusro

Kalau sampai sobat terpeleset secara tidak sadar, pasti pada sebuah momentum sobat akan kecewa. Karena ini sudah rumus pasti bahwa bergantung kepada manusia pasti kecewa, dan bergantung kepada Allah pasti mulia. Bisa jadi orang yang anda kagumi malah akan menyakiti hati, karena mereka adalah manusia.

Yuk belajar, sekali lagi sama-sama belajar keimanan yang benar, agar kita senantiasa dalam jaminan kemuliaan dari Allah swt. Jangan menuhankan orang hebat, jangan pula menuhankan ikhtiar dan wasilah. Semuanya tidak terkecuali dalam kendali Allah swt.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment