Jun 7, 2015

Semua Manusia Sama, Jangan Dibedain..!

Kebiasaan kita suka menilai seseorang dari kekayaannya. Dengan orang kaya kita hormat, namun dengan pemulung misalnya, kita merendahkan. Dengan pejabat kita memuliakannya namun dengan orang rendahan kita memicingkan mata. Begitulah kecenderungan kita semua.

"Jiaaah dia lagi, males ah.. Beda level bak langit dan bumi". Begitulah kadangkala kita suka merendahkan seseorang. Padahal sejatinya orang pinggiran sampai Presiden sama saja. Orang miskin dan orang kaya sama nggak ada beda. Sama-sama berpeluang lulus ujian, sama-sama bisa saja terpeleset oleh godaan syetan. Naah, masalah memelesetkan manusia, Syetanlah jawaranya. Tul??

Syetan itu pinternya nggak ketulungan. Tentara iblis itu ada jauh lebih awal dari keberadaan manusia sehingga kemungkinan besar peradabannya jauh lebih tinggi. Kalau tidak karena rahmat dan pertolongan Allah swt, bisa jadi kita semua sebagai manusia akan tersesat semua dengan tidak menyisakan satu manusiapun.

Oleh karena itu jangan menganggap orang miskin itu hina. Karena bisa jadi mereka lebih ikhlas beribadah, dan tulus memberi manfaat sesama. Bisa jadi orang kaya yang anda kagumi malah sebaliknya, ujub dan takabur tiada disadarinya. Jangan mengira orang pinggiran itu tak berguna. Bisa jadi mereka lebih mampu menata hati dan jiwa. Jangan anggap orang hebat itu tinggi maqomnya. Bisa jadi riyak dan ujub menggerogoti jiwanya. 

Semua sama di mata Allah swt. Dan faktanya memang sama saja. "Aku dan kamu sama". Yang membedakan hanyalah kualitas iman dan taqwanya. Oleh karenanya jangan hanya menilai seseorang dari harta benda, jabatan atau maqomnya. Semakin tinggi derajad seseorang semakin tinggi pula ujian yang harus dihadapi.
http://magis7.com/?id=bisnis
KLIK DISINI

Oleh karena itu harus dicamkan baik-baik
  • Aku kamu dan mereka sama
  • Miskin dan kaya sama
  • Pejabat dan orang biasa sama
  • Orang besar dan orang kecil sama
  • Semuanya sama

Yang membedakan sekali lagi hanyalah kualitas iman dan taqwanya kepada Allah swt.

So what? Pastikan kita terus belajar menata diri, menata hati. Belajar ketulusan, belajar kejujuran. Ikhlaskan semuanya bukan demi apapun dan siapapun jua namun demi meraih Ridho Tuhan YME.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment