Jun 16, 2015

Rahasia Besar dibalik Puasa Ramadhan

Dalam beberapa artikel kita belajar tentang alasan "mengapa" bukan cuma"bagaimana". Mengapa sih harus Islam, mengapa sih harus sholat, mengapa harus puasa dsb. Bukan cuma bagaimana cara sholat, bagaimana cara puasa dst. Nah kali ini saya ingin membahas tentang "The Why to Shaum", atau rahasia dibalik puasa ramadhan.

Artikel ini sudah saya upload juga di facebook, bagi sobat yang belum gabung dengan FB saya silahkan klik disini, lalu add pertemanan. Ada banyak hikmah kehidupan yang ingin kami bagi disana. Jangan lupa ya?


Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Al-khaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan dalam kitabnya yang maknanya kurang lebih sbb,

Sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang artinya: "Wahai akal mengadaplah engkau." Maka akal pun mengadap kehadapan Allah S.W.T., kemudian Allah S.W.T berfirman yang artinya: "Wahai akal berbaliklah engkau", lalu akal pun berbalik. Kemudian Allah S.W.T. berfirman lagi yang artinya: "Wahai akal, Siapakah aku?". Lalu akal pun berkata, "Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang da`if dan lemah." Lalu Allah S.W.T berfirman yang ertinya: "Wahai akal, tidak Aku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau."

Maknanya adalah, dimanapun kita menggunakan akal, maka disitu kita melihat tanda-tanda kebesaran Tuhan YME. Oleh karena itu, gunakan akalmu didalam melihat, menilai, memahami dan meyakini sesuatu supaya kita mendapatkan petunjuk kebenaran.

Setelah itu Allah S.W.T menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang berarti: "Wahai nafsu, mengadaplah kamu". Nafsu tidak menjawab dan hanya diam. Kemudian Allah S.W.T berfirman lagi yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau."

Setelah itu Allah S.W.T menyiksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang berarti: "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau." Lalu Allah S.W.T menyiksa nafsu itu dalam neraka Juu' (lapar) selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah S.W.T berfirman yang artinya: "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata, " Aku adalah hamba-Mu dan Engkau adalah Tuhanku."

Nafsu/ Jiwa/ Ego/ Diri = Adalah segala keinginan yang dimanifestasikan dalam bentuk berbagai macam kenikmatan, kenyamanan, kekuasaan, kepuasan, kesenangan dsb.
http://abtreni.com/?id=adhinbusro

Maknanya adalah, dimanapun kita berada nafsu selalu saja condong kepada kenikmatan palsu, dan kesesatan. Siapapun yang mengumbar hawa nafsu pada akhirnya akan selalu binasa dan berakhir dalam kesusahan (neraka). Oleh karenanya sebelum kesusahan akhirat, sesiapa yang mengikuti hawa nafsu akan dibakar dan terus dibakar dalam kesusahan dunia dengan tujuan agar mengakui bahwa ia adalah hamba/ mahluk yang lemah kemudian mau kembali.

Apa saja kesusahan dunia itu? Ada banyak ragamnya misal,
  • Kegagalan
  • Kesedihan
  • Kemiskinan, hutang dan masalah financial lainnya
  • Penyakit
  • Hubungan sosial
  • Kehilangan
  • Dan lain sebagainya

Ramadhan adalah momentum yang waktunya disediakan dan disengajakan oleh Allah Yang Maha Tahu sebagai media pengendalian nafsu agar supaya tidak liar yang menjadi wasilah hadirnya kesusahan hidup. Puasa adalah wadah didalam upaya pembakaran nafsu agar ia mengakui tujuan eksistensi penciptaan yakni menghamba kepada Tuhan YME.

Didalam momentum ramadhan dibanjiri dengan berkah, karunia dan ampunan yang berlipat ganda. Ini seperti harta karun yang bisa didapatkan sebanyak mungkin yang anda mau, dengan syarat harus rela membakar nafsu terlebih dahulu. Jika syarat dan kondisi ini terpenuhi maka bukan cuma kebahagiaan dunia yang didapatkan lebih-lebih kebahagiaan akherat. Dan inilah maksud dari harta karun tersebut.

Oleh karenanya, al fakir mengajak, yuk kita niatkan dan siapkan diri, jiwa dan raga untuk masuk kedalam kawah ramadhan ini dengan masuk yang sebenar-benarnya dan seutuh-utuhnya. Ceburkan diri anda, tenggelamkan semuanya untuk menikmati panasnya pembakaran nafsu sebagai bagian dari pembelajaran untuk mendapatkan skill pengendalian nafs kedepannya. Berbahagialah dan kucurkan air mata kita semua, karena berkah, ampunan dan karunia Tuhan Yang Maha Pengasih telah dan sudah menunggu diujung 30 hari perjalanan sensasional ini.
http://agenkuelebaranmurah.blogspot.com/

Ayuk berjuang, bermujahadah sekeras-kerasnya mendesign warna nafsu menjadi lebih baik sehingga kedepan akan bermetamorfosis sebuah nafsu yang tunduk kepada aturan Tuhan, yaitu nafsu yang tenang dan taqwa. Nafsu inilah yang diberikan kemampuan untuk masuk dan melebur dalam dimensi surgawi (dunia akherat) yang penuh dengan kenikmatan sejati tanpa menyisakan kesusahan walau sebesar Zarrah.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS Al Baqarah: 183)

Wallahu A'lam

Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa buat sahabat semua. Semoga puasa kita diterima oleh Allah swt. Amin


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment