Jun 30, 2015

Mendengarkan Ceramah Ustadz yang Membosankan

Pernahkah anda mendengarkan ceramah atau tausiyah dari Ustadz? Pernah bahkan sering buanget. Lalu apakah anda bisa mendapatkan manfaat, ilmu dan hikmah? Tentu saja dapat, namun ternyata hanya sebagian kecil saja yang benar-benar mendapatkan manfaat, selainnya hanya ngantuk :)


Kalau dari seorang Ustadz yang kita kagumi mungkin saja bisa mendapatkan banyak ilmu, namun ternyata sebagian besar ceramah yang kita dengarkan bukan dari ustadz yang kita kagumi. Kalau ngefans apapun kata-katanya didengerin, namun kalau nggak ngefans adanya bosan. Apalagi ceramahnya cenderung memang membosankan. Sudah bosan, ngantuk lagi... Hadeh :(
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/

Pertanyaan: Bagaimana ketika kita ngedengerin ceramah yang menurut kita membosankan?

Jawabannya: Ngantuk.. Pernahkah anda mendengar petikan ceramah seperti ini?

"Marilah kita meningkatkan iman dan taqwa.........."
"Pertama dan utama kita senantiasa bersyukur........"
"Untuk itulah kita harus selalu dan istikomah didalam....."
"Maka pahalanya akan dilipatgandakan melebihi....."
"Ibadah ini lebih utama dari dunia dan seisinya...."


Faktanya banyak diantara kita yang malah ngantuk ketika mendengarkan ceramah atau pengajian. Seharusnya bisa menambah iman sebagai rem agar supaya kita diberikan kemampuan menolak perbuatan dosa dan maksiat, namun nyatanya...?

Apakah Ustadz yang menyampaikan ceramah begitu datar dan terasa kering dari makna, atau kitanya yang kurang faham? Dimana letak kesalahannya?

Jamaah ternyata tidak peduli setinggi apapun ilmu yang dimiliki oleh penceramah. Malahan semakin banyak ilmu yang hendak disampaikan malah semakin ngantuk. Kayaknya yang jamaah perlukan adalah bagaimana caranya supaya isi ceramah bisa menjadi solusi jitu dan terbukti mampu mengurai masalah dan ujian hidup. Secara kita sudah kebanyakan masalah. Kayaknya sih?

Misalnya begini:
http://abtreni.com/?id=adhinbusro
  • Bagaimana kiat supaya hidup sukses dan kaya
  • Bagaimana amalan dan doa yang terbukti menjadi wasilah pelunas hutang
  • Bagaimana berdoa supaya mendapatkan keturunan
  • Bagaimana supaya status sosial kita bisa naik
  • Bagaimana melipatgandakan kekayaan yang halal dan berkah

Semacam itulah. Kayak Ustadz Yusuf Mansur gitu lho? "Ah Mas ini, mentang-mentang ngefans sama UYM, mentang-mentang sudah jadi leader paytren ustadz Yusuf Mansur, lalu mencontohkan demikian". Nggak kok, emang menurut ane ceramahnya nggak ngebosenin. Dan yang pasti isinya adalah kisah nyata beliau sendiri.

"Masak ceramah isinya dunia melulu. Duit melulu". Ya nggak apa-apa dong? Siapa tahu penawaran dunia ini bisa menarik banyak jamaah. Nanti sambil berjalan kan bisa sambil belajar. Kalau nggak suka ya nggak usah di dengerin. Gitu aja kok repot hehehe

Perlu UYM UYM lain, dengan gaya yang lain sehingga ceramahnya di dengarkan oleh para jamaah. Karena kasihan juga, penceramahnya sudah capek namun nggak didengerin. Malah pada menguap karena ngantuk, khan kasihan :)

Sekali lagi Perlu terobosan baru didalam memberikan ceramah, agar jamaah tidak ngantuk. Terobosan seperti apa? Ane nggak tahu, coz bukan penceramah.. hehehe

NB

Support system terbaru kami 2016 adalah web support www.kampungpaytren.net yang menggunakan script canggih. Terintegrasi dengan email pemberitahuan dan SMS notifikasi. Untuk melihat webnya silahkan buka web replika milik saya yakni www.eyang.kampungpaytren.net

Target kami di 2016 menciptakan 4 support system online yang bisa dimonitor dalam 1 member area. Artinya ada akan punya 1 member area dimana didalamnya berisi 3 atau 4 web support dengan nama domain yang berbeda.. 

Setelah anda daftar melalui kampung paytren maka anda juga akan mendapatkan web replika milik anda sendiri yang bisa di promosikan/ disebar di facebook, twitter, WA, BB, blog dan lain sebagainya.

Cara ini cukup ampuh untuk mengembangkan jaringan anda dan bisa dapat penghasilan secara online. Contoh sbb


Untuk pendaftaran melalui web replika silahkan klik www.eyang.kampungpaytren.net lalu klik daftar sekarang




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment