Jun 4, 2015

Ketika Orang Lain Mencibir Cita-Cita dan Doa Kita

Apa cita cita anda yang dibingkai dalam sebuah DOA? Apa hayoo.. Sebutkan saja nggak usah sungkan. Kadang kita sungkan nyebutin doa kita karena nanti takut direndahkan sama orang lain. "Minta kok kegedean". Mungkin begitu. Padahal apa yang kita cita-citakan begitu mulia namun ada saja yang mencibir dan membuat terluka.

Silahkan sebut saja. Pengin punya bisnis dengan ratusan cabang? Pengin punya jabatan tinggi menjulang? Pengin jadi inspirator yang dikenal semua orang? Pengin sedekah 1 juta tiap jam? Pengin pergi haji dan ngehajiin orang sekampung? Apa aja deh silahkan DOA kan. Ane ikut ngedoain. Doain ane juga ya?

Tetapi jangan goncang ditengah jalan, karena pasti ada yang mencibir dan menyepelekan DOA yang sudah anda ikrarkan. Jangan bergeming meski orang lain tidak yakin. Go ahead.. terus saja, jangan sampai perkataan orang lain mengerem cita-cita luhur anda.

Cibiran itu sudah biasa. Woles saja nggak usah terlalu dipikirin. Pasti ada cukup banyak yang tidak yakin kepada doa anda atau menghina dan merendahkannya. Celakanya yang menghina DOA bisa jadi keluarga ataupun teman. Bahkan bisa jadi guru, kyai, motivator atau sosok yang anda idam-idamkan.

"Boro-boro punya bisnis ratusan cabang, orang ngurus keluarganya aja gak bisa"
"Boro-boro ngehajiin orang, mikirin dapur sendiri aja sering ngutang!"
"Ngaca... ngimpi kok kegedean, ngurus diri sendiri aja susah"


Ada sebuah kisah singkat. Sebut saja namanya Budi. Ia sedang ingin belajar untuk bisa menginspirasi orang. Lalu ia bergabung dalam sebuah komunitas inspirator. Dalam komunitas tersebut ia banyak kenal dengan orang lain yang levelnya lebih tinggi. Namun sayang, salah satu orang yang diharapkan memberikan support malah gini ngomongnya,

"Mas, gimana mau jadi inspirator, orang ngomong aja gagu". Ini khan menjatuhkan. Bukannya memberi dukungan malah kasih asupan negatif. Iya kalau Budi orangnya mudah down, untung saja ia tegar. Ia terima segala kritik dengan positif, dengan harapan kritikan tersebut bisa membuat ia menjadi lebih baik. Budi sangat yakin suatu saat kelak ia bahkan akan jauh melebihi orang yang sudah merendahkan impiannya. Ia akan membuktikan, biidznillah pasti bisa. Begitu katanya.

http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu
Oleh sebab itu sobat, siap-siaplah anda terluka karena ucapan orang. Siap-siap saja kecewa karena support yang anda inginkan, namun cibiran yang anda dapatkan. Justru fase inilah yang penting, agar supaya kita memahami bahwa urusan DOA hanya antara hamba dengan Sang Pencipta Seluruh Alam.

Baik sekali bergaul dengan orang besar, sukses dan kaya supaya kita tertular ilmunya. Namun itu semua hanya sekedar wasilah, tidak lebih. Jangan jadikan wasilah sebagai sandaran apalagi dijadikan sebagai tuhan. Karena sekali lagi DOA itu antara hamba dengan Sang Pencipta. Allah lah yang memberikan wasilah jalan, bukan kita, mereka atau siapapun juga.

Bersandar pada selain_Nya pasti kecewa, bersandar kepada Tuhan adalah jaminan yang pasti adanya.

Silahkan berjuang dan gapai DOA anda. Sebesar apapun tiada masalah, karena Allah Lebih Besar dari segala-galanya. Ane support dan ikut mendoakan semoga cita-cita anda segera Allah kabulkan. DOAin ane juga ya? Ingat.. Doain ane juga biar ane aminkan dari sini. Amin.. amin dan amin. Makasih ya?

N/B: Mau belajar, berkembang, dan ber DOA bersama saya? Silahkan klik disini, ada panduan rahasia sukses dari saya. "Jualan ya bang?".. "Iya boleh khan? kalau nggak berkenan juga nggak apa-apa kok".


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment