Jun 24, 2015

Keajaiban Sholat

Assalamualaikum wrwb.Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillahi robbil 'aalamiin. Allaahumma aholli 'alaa sayyidina Muhammad, wa 'alaa 'aali sayyidina muhammad.

Pembaca yang Insya Allah senantiasa dimuliakan oleh Allah swt. Pada kesempatan kali ini, saya al fakir ingin share kepada sahabat semua tentang keajaiban sholat atau the miracle of sholat, bahasa inggrisnya :). Namun sebelumnya saya ingin menyampaikan beberapa hal yakni,

Yang pertama.. Untuk kesekian kali saya ingin meremind kepada khususnya al fakir yakni saya sendiri, dan kepada sobat semuanya. Marilah senantiasa kita panjatkan rasa syukur kita kepada Allah swt yang telah memberikan unlimitted dan uncountable nikmah. Atau nikmat yang tiada batas dan nggak akan mungkin bisa keitung.

Semakin kita mencoba menghitungnya, maka semakin tak terbatas jumlah nikmat yang sudah dan akan Allah berikan kepada kita. Kalau nggak percaya coba aja dimulai saat kita bangun tidur.

Makasih ya Robb masih bisa bangun sementara banyak yang tidak bisa bangun lagi. Makasih ya Robb masih bisa napas. Makasih ya robb mata ini masih bisa melek. Makasih ya rob sendi-sendi ini masih bisa digerakin. Makasih ya Robb kuping ini masih bisa mendengar. Makasih ya robb jantung ini ternyata masih berdetak. Dan masih banyak yang lainnya.

Itu masih sebatas baru bangun tidur. Coba hitung ketika kita bangun, berdiri, mandi, makan, minum dsb, maka akan nampak makin banyak nikmat Allah swt yang faktanya jarang kita syukuri. Padahal semakin pandai kita bersyukur maka nikmat-nikmat yang kita nikmati akan tambah kenikmatannya dan malah akan ditambah lagi kenikmatan yang lainnya. Bingung nggak?

Dan the Top Nikmah adalah nikmat iman dan islam. Terbukti pada momentum yang disediakan oleh Allah swt yakni ramadhan tahun ini kita masih bisa sholat khususnya secara berjamaah. Artinya kita masih diberi waktu untuk beribadah dibulan yang mulia ini untuk mengeruk harta karun berupa rahmat, ampunan dan karunia_Nya. Oleh karena itu al fakir mengajak ayuk keruk harta karun ramadhan tahun ini sebanyak-banyaknya yang kita bisa, sehingga biidznillah bisa menjadi wasilah bagi kebaikan hidup baik hidup di dunia lebih-lebih di akherat.

Yang kedua... selain banyakin ucapan hamdalah, marilah kita senantiasa juga membaca sholawat kepada baginda Rosulullah saw kekasih Allah swt. Allahumma sholli 'alaa sayyidina muhammad, wa 'alaa 'aali sayyidina muhammad.

Yang ketiga... al fakir hendak meremind sahabat semua agar supaya lebih waspada. Berhubung bulan ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya tingkat kriminalitas semakin bertambah. Oleh karena itu waspadalah, jaga rumah masing-masing. Jaga barang berharganya masing-masing dengan lebih hati-hati dan lebih rapih.

Yang keempat.. Al fakir mau cerita, mau ngeshare apa yang pernah ustadz sampaikan. Yakni sosok yang berinisial UYM. Kisah analogi yang inspiratif oleh karenanya hendak saya share kembali dengan bahasa saya sendiri, semoga menjadi ibroh, pelajaran dan manfaat untuk kita semua.

Alkisah pada suatu ketika seseorang yang anggap saja bernama Budi sedang gelisah dan stress berat. Bagaimana tdk? Ia ngutang dalam jumlah besar dan harus segera dilunasinya, kalau nggak bisa-bisa rumahnya disita. Lalu Budi jalan, asal jalan aja, lalu tidak sengaja berhenti disebuah rumah besar dan mewah,

"Kenapa Pak, kok nampak muram" Kata pemilik rumah mewah yang kebetulan sedang diluar rumah
"Ah nggak apa-apa pak" Jawab Budi
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

"Cerita saja gak apa-apa Mas, barangkali saya bisa bantu. Insya Allah saya bantu"
"Sebenarnya saya ada masalah berat Pak? Saya dikejar-kejar hutang. Mana penghasilan pas-pasan. Mau dikasih empan apa anak istri kalau begini terus.." Kata Pak Budi mulai terisak.

"Emang hutangnya berapa?"
"1 juta Pak"

"Sabar ya Pak? Utang segitu enteng, nanti saya kasih 10 juta. Kalau mau ntar jam 4 sore saya datang ke rumah bawa duitnya"
"Beneran nih pak?"
"Iya beneran"

Lalu ketika jam 4 orang kaya tersebut datang ke rumah Budi membawa uang 10 juta.

"Pak Budi saya datang nih bawa 10 juta" Teriak orang kaya. Namun Pak Budi tidak kunjung keluar rumah, malah yang nyambut anaknya.

"Nak tolong kasih tahu bapakmu ya? Tadi pagi minta tolong kepada saya, ini sudah saya bawain 10 juta, tolong bapakmu suruh keluar dan buka pintunya". Lalu sang anak masuk kedalam dan memberitahukan hal itu kepada ayahnya.

"Kasih tahu bapak itu sabar sebentar ya? Ayah lagi makan" Jawab Pak Budi. Lalu sang anak keluar dan memberi tahu hal itu kepada orang kaya tersebut supaya menunggu sebentar. 5 menit, 10. 20 menit berlalu namun sang ayah tak kunjung keluar juga

"Nak tolong kasih tahu bapakmu lagi, tadi dia menghiba-hiba untuk meminta bantuan saya. Sekarang saya sudah datang sesuai janji saya jam 4 sore bawa duit 10 juta. Bapakmu yang butuh lho? Tolong kasih tahu lagi ya?" Kata orang kaya.

Sang anak masuk lagi kedalam dan mendapati ayahnya malah sedang tidur. Setelah menunggu beberapa saat dan tidak nampak batang hidung bapak miskin tersebut lalu berlalulah orang kaya tersebut dari rumah Pak Budi.

Apa pelajaran dari kisah analogi ini?

Allah swt Maha Tahu keperluan kita yang memang terlalu banyak perlu dan butuhnya. Lalu Allah swt janjian dengan kita 5 kali sehari untuk mendengarkan segala keluh kesah kita. Namun seringkali kitanya yang kebangetan. Dipanggil adzan pura-pura nggak denger.

Tidakkah kita sadari? Betapa Allah Yang Maha Kaya sudah janjian dengan kita? Atau kita tidak tahu? Lupa? Atau sengaja melupakan? “Sesungguhnya shalat itu kitaaban mauquutaa, sudah ditentukan waktu-waktunya.”

Kita paham kita adalah manusia lemah yang selalu dan banyak keperluannya. Dan kita butuh itu, minta itu, dari Allah. Tapi saat Allah datang, di tiap-tiap waktu shalat, kita jarang mendatanginya. Atau mendatanginya dengan lalai atau tidak khusuk. Oleh karena itu jangan salahkan siapa-siapa apalagi menyalahkan Allah swt, tetapi salahkan diri kita sendiri.

Oleh karenanya jika kita ingin ditolong maka, bersabarlah sejenak dan back to masjid, back to sholat..

Allah swt berfirman,

Image result for qs al baqarah 153

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al Baqarah: 153)

"Masak punya hutang kok disuruh ke masjid lalu sholat, emang mau makan tromol, kerja dong" Gitu mungkin pemikiran kita. Tetapi bagi orang yang beriman begitulah caranya, Insya Allah, Allah swt akan menolong kita dan memberikan wasilah jalan kepada kita semua untuk mengabulkan apapun doa-doa kita. Jalan/ wasilah/ medianya apa? Terserah Allah swt karena DIA mempunyai unlimitted cara untuk membantu hamba-hamba_Nya.
http://abtreni.com/?id=adhinbusro

Oleh karena itu yang terakhir, yakni yang kelima..

Mari kita sama-sama belajar dan terus belajar agar Allah swt memberikan kepahaman kepada kita semua. Salah satunya faham tidak hanya tentang "how" to solat tetapi juga "why" to solat. Kata UYM kurang lebih back to masjid, back to Qur'an Insya Allah segala kemuliaan, kebanggaan, kebahagaiaan dan kesuksesan dunia akan kita dapatkan kembali lebih lebih kemuliaan akherat.

Ramadhan adalah momentum yang memang disengajakan untuk disediakan bagi orang-orang yang beriman untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya yang kita mampu. Jangan sia-siakan. Ambil harta karun ini sebanyak-banyaknya. Dan salah satu harta karun itu adalah sholat jamaah di masjid.

Yuk ramadhan ini kita benar-benar latihan mendrive atau memanajemen jiwa dan raga kita, nafsu kita yang selama ini cenderung liar agar supaya dipaksa untuk tunduk kepada aturan Allah swt. Karena hanya dengan tunduk kepada aturan Allah swt saja maka kemuliaan dan kebahagiaan itu bisa diraih dan didapatkan.

Tidak lain dan tidak bukan, tulisan ini adalah kaca untuk diri kami sendiri. Sekali-kali tidak ada maksud kami untuk memberikan kaca kepada sobat semua karena faktanya diri kami sendiri masih teramat banyak yang perlu dibenahi. Dan kaca itu adalah untuk diri kami sendiri.

Semoga tulisan ini bisa memberikan ibroh, pelajaran dan manfaat untuk kita semua. Kurang dan lebihnya mohon maaf. Subhanakallahumma wabihamdika, ashaduan laailaaha illa anta, astaghfiruka, waatuubu ilaik. Summas salaamualaikum wrwb



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment