Jun 15, 2015

Inilah Akibat Mengikuti Hawa Nafsu

Dalam tulisan saya berkali-kali mewanti-wanti HATI-HATI dengan hawa nafsu. Kalau ngikutin hawa nafsu jaminannya adalah kebinasaan. Sedangkan manifestasi kebinasaan itu ada banyak macamnya, bisa dalam bentuk kesulitan, kegagalan, hutang menumpuk, kesedihan, kemalangan dan lain sebagainya. Kali ini saya ingin mewanti-wanti anda HATI-HATI.

Terkait hal ini saya punya cerita bagus yang mana sebagian saya edit seperlunya,

Ada salah satu sahabat saya (anggap saja sahabat biar gampang) yang makanan setiap hari adalah ketakutan dan kecemasan tingkat tinggi. Tiap hari ada saja yang datang ke rumahnya untuk menagih hutang yang jumlahnya sudah ratusan juta. Angka yang fantastis. 

Usut punya usut ternyata teman saya pernah mengikuti bisnis money game dengan kedok investasi. Yakni bisnis yang menjanjikan kaya mendadak. Karena melihat figur didaerahnya gabung maka ia ikut gabung. Pertama-tama hanya puluhan juta ia keluarkan dan dalam waktu singkat ada hasil yang memuaskan. Lalu ia tergoda menanam uang dalam jumlah ratusan juta dengan harapan keuntungan yang didapatkan bisa berlipat ganda. Apa lacur, yang namanya money game pasti ada saatnya hancur. Uang ratusan juta yang didapatkan dari meminjam di Bank, Rentenir dan pinjam sahabatnya itu raib karena perusahaan investasi bodong yang ia ikuti juga raib beserta dana milyaran milik para nasabahnya.

Satu demi satu uang yang ia pinjam ditagih sama pemiliknya. Tidak jarang makian, bentakan, hinaan diterima sahabat saya. Bahkan ancaman penjara sudah diterimanya. Saking gelapnya hidup dari sahabat saya ini, maka bisa dibilang hidup segan mati tak mau. Berat banget konsekwensi yang harus ia tanggung.

Padahal sebelumnya sudah saya wanti-wanti. Kang mbok yao jangan tergoda nafsu. Lagian money game itu tidak baik menurut agama lho? Nanti kena akibatnya gimana?. Namun sahabat saya ini pinter sekali ngelesnya. ya sudah.. Saya sudah kasih tahu dengan baik-baik, namun ia tak mendengarkan. Sakitnya tuh di dengkul. :)

Terakhir ia datang kepada saya. "Mas katanya dengan doa, zikir dsb maka masalah bisa selesai. Tapi mana buktinya? Saya sudah berdoa, sudah sedekah, sudah sholat tapi pertolongan Tuhan nggak datang juga. Kapan Mas, kapaaann?? Saya pusing Mas, kayak mau mati saja". Lalu saya jawab, "Hadapi saja kang sembari terus muhasabah dan menggeber ibadah. Segala kesusahan adalah konsekwensi yang mana wajib dihadapi dengan tegar. Kalau Akang benar-benar kembali kepada Allah, maka kesusahan itu adalah syarat bagi pengguguran dosa. Nanti kalau semua dosa sudah bersih, solusi dari Allah pasti datang".

Sobat, tahukah apa yang terjadi kemudian? Faktanya sahabat saya tidak kuat dengan kesusahan tersebut. Hutang ratusan juta, para penagih yang tiap hari datang, malu sama tetangga hingga tidak berani keluar rumah, dan kesusahan lain membuatnya semakin gelap mata. Ide merampok, membobol brangkas bahkan ide bunuh diri pernah keluar dari mulutnya. Itulah akibat dari kebiasaan ngikutin hawa nafsu, susah sekali sadarnya.

Bay de way bas way, Apakah nafsu itu? Nafsu adalah keinginan kita semua. Keinginan berupa kenikmatan diri, sedangkan manifestasi kenikmatan bisa berupa kenyamanan, kekayaan, kelimpahan, kesehatan, kemakmuran, derajad, kekuasaan dan lain sebagainya. Apakah salah? SALAH kalau semua diikuti.

Nafsu itu adalah DIRI, JIWA, EGO atau apalah, yang jelas ia yang berada dalam dada. Diapit oleh 2 senjata yang bisa mematikan namun bisa menjadi tumpul. Ia adalah otak sebagai tempat akal, dan hati sebagai tempat iman. Paling tidak inilah pemahaman saya, kalau salah mohon maaf. 

Tetapi dasar manusia memang mahluk nggak tahu diri (termasuk saya hehehe) sudah dibilangin tetap saja ngeyel. Nafsu terus saja diumbar layaknya kuda liar berlari kesana-kemari nggak jelas arahnya. Jikalau nggak ada akal dan iman maka nafsu manusia sudah seperti hewan bahkan lebih hina.


Namun tetap saja masih banyak nafsu manusia yang lebih rendah dari binatang disebabkan suka mengumbarnya. Padahal ia punya akal yang bisa membedakan ini baik dan ini buruk. Padahal ia punya hati yang dengannya yakin akan ada hari pembalasan. Orang yang demikian artinya akalnya buruk demikian juga hatinya. Tumpul kedua-duanya.

Karena rumus mengumbar nafsu adalah kebinasaan, maka pasti akan ada saatnya binasa. Nah ketika binasa itulah nafsu yang biasa diumbar itu dengan lebay menyebut tuhan. Ketika sudah mentok tok tok lalu menyebut tuhan. Padahal segala hal yang terkait dengan kebinasaan itu tadi adalah sebab mengumbar nafsu pada awalnya.

Apakah salah? SALAH kalau terlalu lebay. Namun menjadi baik ketika mau mengambil segala konsekwensinya kemudian menghadapi dengan gagah. "Tuhan ini salahku, dan aku siap menanggung konsekwensi akibat dosa yang sudah aku lakukan, tetapi sebelumnya kuatkan aku dan ampunilah aku" Naah ini baru gagah.

Tetapi yang sering terjadi sebaliknya. "Tuhan hidupku susah begini, tolong beri pertolongan, aku sudah gak kuat". Ini nampak bagus, namun lebay. Seakan-akan nggak mau menanggung konsekwensi akibat dosa yang ia lakukan sendiri. Seiring proses biasanya makin lebay saja karena sudah kebiasaan ngikutin hawa nafsu. "Tuhan, kok jadi gini, semakin aku berzikir menyebut nama_Mu semakin kesusahan ini bertambah berat. Apa salah dan dosaku". Makanya NGACA.

Lalu apa yang harus dilakukan bagi mereka yang sudah terlanjur jatuh kepada kebinasaan karena mengikuti hawa nafsu? Saya ada saran, terserah sobat mau ngejalanin atau enggak.
  • Komitmenkan untuk benar-benar menyerah dan kalah. Akui kesalahan anda kepada Tuhan YME dan bertaubat kepada_Nya. Back to HIM dan...
  • Geber ibadah dan doa. Berjuanglah sekuat tenaga untuk mendekat kepada_Nya dan meminta ampunan dan karunia_Nya. Yang namanya berjuang tentu ibadahnya jauh lebih keras daripada orang lain. Misalnya datang ke masjid paling awal, dhuhanya 12 rakaat, tahajudnya 12 rakaat, subuhan di masjid meskipun terserang kantuk yang hebat. Kalau nggak begitu itu mah bukan berjuang namanya namun levelnya cuman biasa saja.
  • Setting hati anda untuk bersabar sesabar-sabarnya. Demikian pula sepasrah-pasrahnya, setawakal-tawakalnya. Kalau perlu sampai gini, "Robb, seberat apapun, mau dibikin bagaimanapun, mau dijungkir balik atau apapun terserah Engkau deh. Tolong kuatkan aku dan ampuni aku"
  • Kalau perlu jangan bertanya-tanya "kapankah pertolongan Allah datang?" Mau ditanyakan atau tidak nanti juga datang. Malah kalau anda bertanya-tanya itu membuktikan bahwa anda belum ikhlas dengan sebenar-benarnya.  

Lakukan aktifitas seperti biasanya dengan tetap menerapkan manajemen nafs seperti diatas. Insya Allah seiring proses akan ada peluang, potensi, rezeki dsb. Ketika ada peluang datang kepada hidup anda langkah selanjutnya adalah lapor. "Robb ini ada peluang bagus, tapi nggak ada modal nih sehingga tidak jadi hamba eksekusi. Nggak apa-apa ya Robb, walau tidak punya modal malah hutang masih ratusan juta tetapi khan hamba punya Engkau". Wuih keren kalau beginian.

"Robb, barusan hamba dibentak-bentak sama debt collector. Alhamdulillah, latihan sabar walau hati sakit dan harus menanggung malu. Kuatkan aku ya Robb". Makin keren khan?
http://magis7.com/?id=bisnis
KLIK DISINI

Pada intinya adalah,
  • Hadapi segala konsekwensi dengan gagah. Menjadi gagah karena sudah bersama Tuhan dalam menanggung beban.
  • Hayati setiap kejadian mengharu biru tersebut. Pasti ada hikmah buesar dibalik itu semua
  • Nikmati proses sensasional tersebut, karena meyakini semuanya adalah bagian dari pengguguran dosa

Yakinlah endingnya adalah kebersihan jiwa, kemudian bisa mengendalikan hawa nafsu dengan jauh lebih baik ke depannya. Kalau jiwa sudah lebih bersih maka segala peluang akan mudah masuk. Namun mengeksekusi peluang bukan lagi dengan nafsu yang liar akan tetapi dengan nafsu yang sudah sukses dikendalikan. Ia adalah NAFSU yang Tenang.

Sobat, memang berat sekali dirasakan kalau kita sudah jatuh kedalam kebinasaan akibat mengikuti hawa nafsu. Anda tidak sendiri karena saya juga pernah merasakannya kok. Beraaat banget. Tapi mau gimana lagi? Mau taubat atau enggak sama saja, tetap berat dirasakan. Mau tambah mblangsak tetap saja berat dan makin berat, mau zikir, sholat dan ibadah apapun tetap saja berat. Jangan dikira ketika taubat langsung sim salabim bablas hutangnya. Nggak gitu sob..

Bedanya adalah, kalau kita masih sombong, nggak tau diri, nggak mau taubat dsb maka jurang kebinasaan makin menganga lebar. Kalau kita mau taubat maka jurang itu makin menyempit dan pada akhirnya pertolongan, ampunan dan karunia Tuhan YME akan hadir. Kapan??? Wallahu A'lam, itu wilayah Tuhan, ane nggak tahu :)

Dipersembahkan oleh: Magis7, Rahasia Manajemen NAFS



Artikel Terkait



1 comment:

  1. Sangat setuju berdasar pengalaman saya Nafsu itu adalah penghalang dari terkabulnya Doa yg kita lantunkan, begitu juga sifat tamak akan menututup keberasilan yg kita harapkan

    ReplyDelete