Jun 3, 2015

Contoh Sikap Pemimpin Kepada Anak Yatim dan Rakyat Kecil

Salah satu referensi blog saya adalah Ar Rahmah. "Lho bukannya ar rahmah islam versi keras dan suka menebar kebencian?". Siapa bilang? Banyak pula yang baik-baik kok. Jangan fokus kepada yang keras-keras dan benci-bencian, fokus saja kepada yang baik-baik. Kalau fokus kita mudah terseret kepada hal-hal negatif kita menjadi mudah disetir orang.

"Memangnya ada yang baik dan bisa kita jadikan contoh?" Ada dong, dan jumlahnya banyak. Salah satunya ini, yaitu artikel yang berjudul Anak yatim ini lelehkan hati Erdogan. 

Anak yatim ini lelehkan hati Erdogan

Di ambil dari Arrahmah. Seorang anak laki-laki yatim piatu di Turki melelehkan hati Erdogan. Ia, yang tidak memiliki orang tua, meminta gurunya untuk membuatkan surat kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan agar hadir pada pertemuan guru dan orang tua, sebagai ayahnya.

Sang guru benar-benar menyampaikan surat sesuai permohonan anak itu. Namun ia mengatakan kepada anak tersebut agar tidak tersinggung jika Presiden Erdogan tidak dapat datang, karena ia sangatlah sibuk dan menghadapi banyak perkara.

Sungguh hadiah yang mengejutkan. Ternyata Presiden Erdogan tiba di sekolah dan berkata bahwa ia akan ikut dalam pertemuan para ayah itu dan menjadi wali dari anak tersebut.

Kebaikan hati Erdogan terhadap anak yatim itu sungguh mengharukan. Inilah pemimpin yang meneladani Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang begitu mengasihi siapapun tanpa batasan usia.

“Menyelamatkan seorang anak tidak akan mengubah dunia, tetapi dunia berubah selamanya bagi anak ini,” ujar Erdogan terenyuh.

................................................................

Kisah diatas perlu dicontoh yakni Contoh Sikap Pemimpin Kepada Anak Yatim dan Rakyat Kecil. Pemimpin yang merakyat. Namun perlu digaris bawahi yakni tulus merakyat, bukan karena pencitraan. Kita sudah eneg dengan yang namanya pencitraan ini. Sudah pengalaman :)

http://outletmesinku.blogspot.com/

Sebagai pemimpin janganlah membedakan antara yang kaya dan miskin, yang tinggi status sosialnya dengan yang rendah. Semua sama dimata Allah swt. Malahan seharusnya sebagai pemimpin lebih perhatian kepada rakyat yang sedang membutuhkan perhatian, motivasi, inspirasi dsb. Berikan kasih sayang dan motivasi tulus supaya rakyat bisa bangkit.

Kita melihat ke atas, namun kita juga harus melihat diri kita sendiri sebagai pemimpin diri sendiri, pemimpin rumah tangga, atau pemimpin dalam skala kecil. Apakah kita dalam kehidupan sehari-hari sudah menempatkan manusia itu sama? Apakah kita tidak membedakan ketika ada tamu kaya dan ada tamu miskin?

Oleh karena itu mulailah belajar dari yang kecil..



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment