Jun 14, 2015

Bangsa Indonesia Membutuhkan Doa Berjamaah

Disebagian tempat, bahkan banyak tempat dimana aura Pilpres 2014 masih begitu kentara pro dan kontranya. Apalagi sahabat pro Prabowo seneng banget, karena bisa dengan mudah menyalah-nyalahkan pendukung Jokowi sehubungan dengan kekacauan bangsa yang terjadi akhir-akhir ini. Salam Gigit Jari bahkan sempat menjadi trending topik baik di twitter, facebook maupun media sosial lainnya. Ini menggambarkan bagaimana pendukung Jokowi ditipu mentah-mentah karena sudah terbuai oleh pencitraan media. Begitulah kurang lebih.

Diluar itu ada banyak pro dan kontra sebagai akibat dari bahan yang hot dimana sudah dilempar ke publik dan menjadi makanan media.

Berapa banyak kejadian di luar Indonesia menjadi santapan tiap kepala yang berbeda-beda paradigma. Jangan lihat diluar, didalampun banyak kok, dimana perasaan saya selalu ada saja bahan yang dilempar kepada publik supaya menimbulkan pro dan kontra. Kemudian yang pro dan kontra itu disetting supaya berantem biar rame bin hebring. Kayak disengaja. Perasaan saya sih hehehe. Kita buktikan saja beberapa bahan yang sempat membuat heboh...

> Ahmadiah dan Syiah diberi ruang untuk mengekspresikan eksistensinya
> Isu begal ditengah jalan tiba-tiba jadi headline berita
> Bacaan Al Qur'an dengan langgam jawa ujug-ujug ada
> Komunis semakin berani menunjukkan congornya
> Penghilangan kolom agama di KTP jadi kontroversi nyata
> Menghormati yg tidak puasa lebih diutamakan daripada yg puasa
> Hukuman mati (Kususon warga Australia) masih menyimpan misteri
> Pelarangan jilbab dikaum mayoritas harus dihargai
> Pembolehan penjualan miras (alkohol) menjadi-jadi
> BBM naik turun, turun naik, maju mundur mundur maju cantiiik? :)
> Pelegalan tempat prostitusi katanya solusi


Paling tidak itu yang masih saya ingat, karena pasti masih buanyak sop hangat yang sudah dan akan segera dilempar ke publik. Bagi akal yang waras pasti bertanya-tanya ada apakah ini?

Disebelah sana ada yang pro, disebelah sini ada yang kontra. Rame bener negeri ini ya? Apalagi dunia maya sudah kayak pasar ataupun terminal. Heboh.. Nah ada saran dari Ustadz YM terkait kehebohan negeri kita. Kata beberapa orang waskita negeri ini udah kacau jangan dibikin tambah kacau. Nggak usah heboh apalagi cari musuh n berantem, malah memicu keadaan lebih kacau. Nggak akan ada yg bisa memperbaiki kecuali Tuhan Yang Maha Tinggi.

Solusinya hanya satu, yaitu DOAKAN

Bagi yang meremehkan doa, entah rakyat jelata sampai para pejabat sana, memang antum mampu membuat perubahan bangsa kearah perbaikan? Jangan sombong, justru karena kesombongan itulah bangsa ini semakin lama semakin kacau. Termasuk kesombongan adalah ketika menganggap diri dan kelompoknya adalah paling benar. Mungkin saja memang benar, namun ketika merasa benar kemudian menyalah-nyalahkan pihak lain dengan tidak santun, maka itu juga bentuk kesombongan.

Kita cuma perlu menyerah aja. Menyerah kalah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dimana secara global kita sudah mengesampingkan nilai-nilai ketuhanan ini dan diganti dengan egoisme dan kepentingan politik serta liberalisasi, radikalisasi dan lain sebagainya.
http://abtreni.com/?id=adhinbusro

Dalam skala kecil yakni dalam kehidupan pribadi dan keluarga sudah terjangkit virus penyakit mematikan yakni,
  • Kecintaan berlebihan terhadap dunia sehingga menumpuk-numpuknya
  • Kesibukan yang berlebihan sehingga waktu menjadi menyusut, karena diisi dengan kerja dan kerja
  • Kemiskinan yang merajalela
  • Kekeringan rohani yang parah

Dan penyakit sosial lainnya. Oleh karenanya yuk sama-sama ngaku lemah dan ngaku salah kepada Tuhan Yang Maha Pengampun. Agar DIA mudah-mudahan memberikan ampunan dan karunia_Nya, kemudian membantu kita mengurai benang kusut kehidupan.

Mulai sekarang semua berdoa. Minta kepada Allah swt supaya memberikan mukjizat_Nya. Seluruh bangsa berdoa, doa berjamaah. Masak sih ketika semuanya mengadu kepada Tuhan kemudian DIA Yang Maha Penyayang tidak mendengar dan mengabulkan?



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment