May 26, 2015

Sudah Tahajud, Dhuha, Sedekah, Zikir dan Puasa Namun Tidak Juga Kaya, Mengapa?

Ada pertanyaan penting yang wajib anda jawab. Pertanyaan ini sebegitu pentingnya sehingga anda harus jujur menjawabnya. Pertanyaan apakah gerangan?
  • Penting mana kecantikan secara fisik atau kecantikan hati?
  • Penting mana gerakan tubuh saat sholat atau gerakan hati ketika sholat?
  • Penting mana bacaan zikir dan wirid  di bibir atau hati yang berzikir?
  • Penting mana tubuh berpuasa atau hati yang puasa?

Ayoo silahkan dijawab dengan jujur. Mungkin saja sebagian besar jawabannya adalah "HATI" inilah yang terpenting. Benarkah???

http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu
Tidak juga. Kalau bicara hati yang baik maka banyak sekali orang baik. Sebaik apapun orang tersebut kalau tidak beriman tetap saja celaka. Kalau bicara amalan secara fisik ternyata sangat banyak yang sudah melakukannya, namun hatinya tetap saja buruk. Terus bagaimana?

Sebelum membahas hal ini marilah kita simak curhatan pembaca blog saya berikut ini,

Assalamualaikum,,,pa ustad sy seorang yg punya bnyak keahlian dan tampang sy pun ga jlek2 bnget,selain ikhtiar,nyaris smua amalan,tahajud duha sdekah wirid puasa,minta maaf dan ridho ibu pun sdh sy lkukan, ,bukan sy tdk ikhlas dgn smua amalan trsbut dgn mncritkan pd pak ustad,,sy hny ingin rizki sy bnyak dan dpt jodoh ,sy tau smua sdh trtulis tntang rizki fan jodoh,,namun usia smakin dekat dgn kmatian dan smpe saat ini sy blm mdptkan rizki yg deras dan jodoh,mhon pncerahan ny,,assallamualaikum

Sedikit ingin meluruskan bahwa saya bukan Ustadz, asli bukan tetapi hanya orang biasa yang sedang belajar karena merasa masih bodoh. Ingat-ingat ya? Saya bukan ustadz..

Berapa jumlah kawan-kawan muslim yang sudah melakukan sholat wajin, sholat dhuha, sholat tahajud, sedekah, dhuha, zikir, wirid dan sebagainya? Berapa coba? Jawabannya amat sangat banyak pakai banget :)

Dari sekian banyak kawan kita tersebut, berapa persenkah yang menjadi sukses dan kaya? Ternyata tidak semuanya bahkan lebih sedikit yang sukses dan kaya. Pertanyaan besar mengapa bisa demikian??
  • Ia sudah rutin melakukan dhuha dan tahajud
  • Ia sudah rutin sedekah
  • Ia sudah zikir dan wirid
  • Ia sudah puasa senin kamis

Banyak amalan-amalan memperlancar rezeki yang sudah dilakukannya namun mengapa tidak kaya-kaya juga? Ada yang bisa jawab?

Saya sendiri bingung dengan jawabannya karena yang tahu persis hanya Allah swt. Bingung, asli bingung. Tetapi ijinkan saya sedikit membahas hal ini, terlepas benar atau salah. Andalah yang membaca kemudian melakukan perenungan.

Saya mulai pembahasan ini dengan analogi mancing. Untuk mendapatkan ikan maka kita perlu apa? Anggap saja perlu pancing yang digunakan memancing disungai, kolam atau laut. Untuk mendapatkan pancing perlu membeli atau membuatnya sendiri. Untuk membuat pancing perlu keahlian. Atau jika pancingnya dari hasil membeli, maka perlu yang namanya uang. Anggap saja uangnya sudah ada maka apa pertanyaan penting berikutnya? Pertanyaannya adalah, perlukah niat untuk memancing atau tidak? Jawabannya perlu. Niat adalah bahan baku dari tindakan atau perbuatan.

Sampai disini ketemu "Niat" sebagai sebuah parameter yang sangat penting. Ternyata ikan yang didapatkan diawali dengan wasilah niat. Sampai disini sobat harus benar-benar faham. Suatu yang nampak (yakni ikan) ternyata berasal dari sesuatu yang tidak nampak yakni "niat dalam hati".

Niat dalam hati sebagai substansi immateri adalah alam mikrokosmos, sementara segala macam yang nampak baik pancing, uang, ikan dsb adalah alam makrokosmos yang nampak zahirnya oleh mata. Bingung nggak ya? Semoga tidak, hehe

Artinya apa? Artinya uang, mobil, rumah, dan segala kemewahan dan harta benda dunia sebagai sebuah substansi materi (nampak) wajib berasal dari sesuatu yang tidak nampak, yaitu niat. Demikian pula teman, jodoh, keturunan, dan lain sebagainya juga sama. Dalam skala besar dimana manusia tidak mampu membuatnya juga berasal dari niat atau Kehendak. Misalnya adanya tumbuh-tumbuhan, hewan, bumi, planet, matahari, galaksi dsb berasal dari sebuah Kehendak. Makin lama makin dalam nih? :)

Segala bentuk "niat manusia" pasti ada tujuan alias tidak asal niat. "Bro ngapain kamu kerja berangkat pagi pulang petang?" Kata si A. Kemudian si B menjawab, "Ah nggak ada apa-apa, iseng doang". Emang ada jawaban yang kayak gitu? Nggak ada khan?. Sekali lagi segala niat pasti ada tujuan.

Naaah, ini puenting sekali dan harus anda garis bawahi. Maka renungkanlah sesuatu yang jauh lebih besar dari sekedar niat manusia. Yaitu adanya kehidupan manusia di bumi, adanya matahari, planet, galaksi, awan dan sebagainya apakah keberadaannya iseng doangan? Apakah Kehendak yang Menghendakinya ada cuman iseng? Apakah anda mengerti sekarang?

Saya tidak hendak membahas hal ini lebih detail. Insya Allah akan saya bahas pada artikel lain, takutnya melebar kemana-mana.

Terus apa kaitannya dengan judul artikel Sudah Tahajud, Dhuha, Sedekah, Zikir dan Puasa Namun Tidak Juga Kaya, Mengapa?. Tentu saja ada kaitannya. Bahasan singkat diatas semoga sedikit memberikan pencerahan sebelum saya bahas hikmah dari hal ini.

Maksudnya apa? Maksudnya adalah, lanjutan artikel ini akan saya bahas lain waktu berhubung waktu sudah malam.. Sabar ya? Hehehe

N/B: Mau kaya? Coba belajar panduan 360 hari menarik sukses. Silahkan klik disini



Artikel Terkait



1 comment: