May 13, 2015

Sikap Cantik Tentang Bid'ah, Tahlilan, Yasinan, Salafi Wahabi dsb

Ini hanya ada di luar Indonesia kok. Yakni hobbi merasa benar, hobby mendalil, hobby banget kalau suasana makin lama makin panas saja. Kalau dinegara kita mah kayaknya tidak demikian.. Hehehe.. Apa itu? Yakni bid'ah membid'ahkan, kafir mengkafirkan, salah menyalahkan. Itulah kebiasaan jelek yang sangat memperihatinkan. :)

Dalam sebuah ceramah Ustadz A berkata dengan berapi-api: "Tahlil, Yasinan adalah bid'ah. Syukuran 40 hari, 3 bulan 7 bulan adalah bid'ah. Sholat dengan niat yang dilafadzkan, qunut, membaca sayyidina, membaca wabihamdihi adalah perkara bid'ah. Sesungguhnya semua bid'ah adalah sesat. Dan semua kesesatan akan masuk neraka. Dan ulama yang menganjurkan demikian adalah ulama sesat.

Lalu dikesempatan yang lain ada Ustadz B yang berceramah dengan menggelegar: Siapa bilang itu semua bid'ah. Itu semua baik, sunnah dan ada dalilnya. Jangan dengarkan orang2 yang ngaku-ngaku Ustadz karbitan tak tahu sanadz. Mereka tidak lain adalah salafi wahabi sesat.

Nanti muncul lagi Ustadz C: Jangan dengarkan Ustadz A dan Ustadz B mereka itu provokator dan biang kerok. Daripada takut Yasinan Bid'ah mending nggak usah baca Qur'an. Kalau khawatir qunut itu bid'ah mending nggak usah sholat. Mending nggak usah belajar agama nanti dibilang Karbitan.

Hufff... Sampai kapan?? Kapan mau berjamaah dan bersatu kalau yang ada terus2an berantem? Kapan melihat indahnya Islam wal Muslimin kalau tak mau akur? Kapan coba..!

Jawabannya adalah: Au ah, Gelap hehehe. Atau tanya aja rumput yang bergoyang.. xixixixi :)

Iya saya mah tidak tahu apa-apa. Bukan ustadz apalagi ulama. Kalau suka baca-baca buku agama, suka ngaji mungkin iya.. Atau kadang-kadanglah :). Tidak lain dengan niat belajar agar menjadi orang yang tercerahkan. Kalau urusan bid'ah membid'ahkan sangat2 bukan wilayah saya.

Wong ibadah saja belum bener sudah bisa membid'ahkan?? Saya nggak berani, takut salah.. Lebih baik menilai diri sendiri dulu, apakah ibadahnya sudah khusuk apa belum? Apakah dengan ibadah itu bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar apa belum? Apakah dengan wasilah belajar dan ibadah mampu menjadi manfaat buat sesama apa belum?

Sobat.....

Orang hapal itu jumlahnya sudah bejibun. Buanyak gak keitung. Hapal buku, hapal hadist bahkan hapal Qur'an. Buagus sekali sih? Supaya bisa menjadi cahaya bagi diri kita sendiri didalam mencahayakan keluarga dan orang lain. Supaya bisa meneduhkan diri sendiri dan menjadi peneduh orang lain. Adem, ayem dan menjadi rahmat buat sesama dan semesta alam.

Tetapi dengan wasilah hapal tersebut bisa juga menjadi asbab bagi hati untuk sum'ah. Sombong karena merasa ilmunya sudah tinggi lalu mulai mendalil dan menyalahkan orang lain. "Dia itu salah, dia itu bid'ah bahkan kafir". Gitu kadang-kadang. Celakanya bukan menjadi peneduh malah mencari musuh. :(

Sekali lagi itu ditempat lain, kalau dinegara kita semoga tidak sama.

A: "Kok kamu bisa kaya sih, bisnisnya kok maju banget, beda dengan bisnis ane?"
B: "Alhamdulillah berkat wasilah membaca Qur'an dan menerapkannya"

A: "Bagian mana yang kamu terapkan?"
B: "Sini ane kasih tahu"

Nah kalau begini khan keren

A: "Kok kamu bisa cepet punya anak sih?"
B "Iya berkat fadhilah membaca hadist Nabi saw kemudian menerapkan how to DOA supaya dapat keturunan. Mau? Yuk saya ajarin"

Teduh nggak kalau begini

A: "Kok kamu bisa cepat terkenal sih? Disukai banyak orang? Sementara ane susah banget kalau bergaul?"
B: "Tentu saja bisa, karena ane sudah tahu rahasianya"

A: "Kasih tahu dong?"
B: "Beres rahasianya adalah Al Qur'an dan Hadist Nabi saw. Terapkan ini dan itu Insya Allah engkau dan status sosialmu akan naik dengan cepat"

Keren khan? Dari pada berantem masalah dalil, hukum, bid'ah dsb lebih baik fokus untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan bermakna untuk sesama. Masalah perbedaan penafsiran, beda pandangan dan beda-beda lainnya marilah kita kembalikan kepada Allah swt dan Rosul_Nya sinambi terus belajar dengan niat yang tulus.

Jika pendapat dan penafsiran kita salah, pastikan niat kita adalah mencari kebenaran, niscaya dapat 1 pahala. Jika pendapat dan penafsiran kitalah yang benar maka dapat 10 pahala atau lebih. Jika merasa benar???? Ah itu khan di negara lain... :)



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment