May 9, 2015

Semua Manusia Terpedaya Oleh Kematian

Sobat bisa membayangkan Gajah? Pasti bisa dong.. Atau membayangkan bunga mawar merah yang cantik dan wangi? Ah itu mudah. Nah terakhir saya ingin sobat membayangkan sebuah pintu dari kayu jati persis di depan anda. Ini penting lho? Bisa?

Maka Bayangkanlah

Bayangkan dalam remang-remang anda berjalan menuju sebuah pintu dari kayu. Jaraknya dekat, hampir-hampir tangan anda mampu meraih gagangnya.

Apa filosofi saya meminta anda membayangkan sebuah pintu dari kayu? Ini dia filosofinya, bacalah dengan seksama.


Itulah kematian... Jaraknya begitu dekat dan semakin dekat. Kita semua pasti akan membuka pintunya, tidak ada yang tidak.

Kita yakin 1.000%, lebih yakin dari apapun bahwa momentum itu pasti datang. Mau 10 tahun, 100 atau bahkan 1.000 tahun lagi tetap akan sampai. Ketika momentum itu datang barulah kita sadar bahwa jaraknya lebih dekat daripada yang kita kira. Kesadaran yang terlambat..

Sudah berapa banyak keranda lewat didepan mata kepala, padahal dulunya ia begitu kaya, kuat dan berkuasa???. Berapa banyak yang dahulunya cantik menggoda, namun saat ini hanya sebujur jasad kaku menyeramkan mata???

BUT.... Kita masih saja terpedaya, dan menganggapnya jauh. Bahkan menganggap kematian itu milik orang lain. Entah apa gerangan yang begitu kuat memperdayakan kita. Uang, jabatan, kekuasaan, syahwat??? Entahlah, jangan tanya saya, karena saya juga terpedaya. 

Maka jawablah sendiri pertanyaan ini,

Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. (QS Al-Infithaar: 6)

Kita sama-sama terpedaya, oleh karena itu yuk beristighfar kepada Allah swt agar mengampuni diri kita yang faktanya begitu lemah. Kalau bukan rahmat Allah swt maka binasalah manusia seluruhnya.

Semoga Allah swt menguatkan kita semua agar tidak terlalu dalam terpedaya oleh dunia yang fana kemudian melupakan sebuah pintu yang sangat krusial. Ia adalah pintu kematian..



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment