May 19, 2015

Kisah Bekerja Biasa Saja, Hasilnya Luar Biasa

Saya juga masih belajar, asli masih harus banyak menimba ilmu dari siapa saja tidak terkecuali. Termasuk dalam hal ini adalah belajar dari pengalaman hidup. Membaca kejadian dalam hidup yang ternyata mengandung banyak hikmah. Saya orangnya memang seneng melihat ada apa sih dibalik kejadian ini dan itu?

Nah kali ini saya hendak share sebuah keajaiban. Pernahkah anda bekerja sangat keras namun hasilnya malah tidak memuaskan? Giliran kerja biasa saja, atau malah terkesan kerja nggak kerja malah dapat rezeki banyak. Hal ini untuk semua jenis pekerjaan terutama orang yang jualan.

Sudah nawarin barang kesana-kemari tidak ada yang beli, atau yang beli hanya satu atau dua. Namun ketika libur karena ada aktifitas sosial malah banyak yang telpon menanyakan barang yang kita jual dan pada akhirnya beli. Belinya tidak satu dua namun langsung selusin dua lusin.

Misalnya begini
  • Ketika kita kerja sangat keras bahkan sampai lupa waktu untuk sekedar sholat, hasilnya mengecewakan. Tetapi ketika seharusnya dagang karena momentumnya sangat baik, namun mendahulukan sholat, malah untungnya besar.
  • Ketika kerja keras malah nggak masuk target, namun ketika slow malah targetnya masuk
  • Ketika berusaha keras supaya naik karier malah nggak naik-naik, giliran kerjanya biasa saja malah kariernya naik

Dan masih banyak kejadian aneh seperti ini. Saya sudah menyusun aktifitas-aktifitas yang sederhana, slow, simpel dsb yang terbukti malah memperlancar rezeki, judulnya letupan rezeki. Sudah baca? Wah kalau belum baca nyesel lho? Kalau mau silahkan klik webnya dan order ebook saya ya? Insya Allah sangat bermanfaat.

Ada sebuah kisah menarik. Ini kisah nyata namun saya edit sedikit. Nyata karena kisah saya sendiri. Pada suatu hari seharusnya saya bekerja mencari rezeki untuk keluarga, namun karena satu dan lain hal saya harus mendahulukan sesuatu diluar pekerjaan. Apa itu? Yakni bersama tetangga membuat rak penyimpanan yang akan ditaruh di sekretariat. Ini kerja sosial alias tidak dibayar.

Yah sudahlah hitung-hitung amal ibadah, masalah rezeki bisa dicari lagi besok, begitu batin saya. Aktifitas sosial ini saya kerjakan dari pagi sampai sore hari, dan baru kelar menjelang maghrib. Nah habis maghrib saya cek HP ternyata ada uang masuk, dimana jumlahnya cukup besar.

"Pak, saya setuju dengan proyek yang bapak tawarkan, DP sudah saya transfer silahkan dicek". Bagitulah kurang lebih ada SMS yang masuk. Dan ternyata ada SMS lainnya yang masuk, "Pak saya mau daftar bisnis paytren ambil titanium". Alhamdulillah adaaa saja rezeki datang, padahal tidak dicari. Ini nih maksud saya bekerja biasa saja namun rezeki malah mengalir deras.

Pas dirumah saya cek akun dolar saya dimana bertambah sekitar 130 USD atau setara dengan 1,5 juta. Wow keren, dan tidak bisa dibayangkan kronologisnya. Surprise banget-banget.

Maksud saya begini. Cobalah untuk tidak terlalu ngoyo mengejar dunia, nanti malah kecewa. Bekerjalah sesuai dengan job anda namun jangan terlalu menguras tenaga dan pikiran. Bisa-bisa stress. Yang penting ibadah jangan ditinggalkan.

Kemudian sekali-kali cobalah untuk melakukan aktifitas sosial, meski tidak dibayar. Misalnya anda pedagang yang hendak jualan dipasar. Silahkan dicoba setengah hari untuk aktifitas sosial misalnya membantu tetangga yang sedang benerin rumah, setengahnya lagi bekerja dipasar seperti biasa. Lakukan beberapa kali kemudian bandingkan dengan bekerja seharian full, tanpa mikir orang lain.

Itulah kisah bekerja biasa saja, hasilnya luar biasa. Anda bisa menirunya..

Hal-hal seperti ini ingin saya bagi secara komprehensif kepada anda, supaya mendapatkan pemahaman yang menyeluruh. Ada hikmah2 yang perlu anda pelajari dan pahami. Jika berkenan saya sudah menyusun lebih dari 5 tahun yang lalu sampai sekarang berbagai kejadian-kejadian penuh hikmah, khususnya yang terkait dengan rezeki, silahkan klik disini. Saya akan membaginya namun mohon maaf ada sedikit biaya capek yang harus anda keluarkan. Jika tidak berkenan juga tidak apa-apa. Baca2 blog ini gratis.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment