May 16, 2015

Hati Boleh Goncang Oleh Ujian, Tetapi Sikap Harus Tetap Tenang

Ujian??? Ya, semua manusia pasti dan wajib mengalaminya, tidak ada yang tidak. Entah itu dalam bentuk ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan lain sebagainya. Dan menurut saya, tidak ada satupun manusia yang hatinya tidak pernah goncang ketika mengalami ujian. Semua pasti pernah mengalami kegoncangan jiwa. Hati boleh goncang oleh ujian tetapi sikap harus tetap tenang. Karena ketenangan itu mencerminkan ketegaran dan kesabaran. Sedangkan kesabaran adalah salah satu kunci pembuka kesuksesan hidup.

 Image result for tegar menghadapi ujian

Alkisah Zul sudah 1 tahun lebih resign dari pekerjaannya dengan alasannya sendiri. Ia hanya ingin belajar hidup dan kehidupan menurut pemahamannya. Saat ini Zul menjabat sebagai ketua beberapa organisasi. Takdir menjadi wasilah demikian yakni mengurus tentang urusan banyak orang tanpa dibayar, karena aktifitas organisasi sifatnya sosial.

Karena resign dari pekerjaanya sementara pemasukan dari usaha yang dirintisnya belum maksimal, tentu saja ada kondisi dimana financialnya kacau balau. Bahkan seringkali hari ini bisa makan, besok tidak tahu makan apa. Mengapa? Karena uang untuk besok tidak ada sama sekali. Disini Zul hanya ingin melatih jiwanya supaya tidak terlalu tergantung kepada uang, tetapi tergantung hanya kepada Allah swt.

Memang banyak kejadian yang mengharu biru dialami oleh Zul, namun separah apapun takdirnya tidak membuat ia dan keluarganya lantas kelaparan. Pasti ada jalan supaya ia dan keluarganya bisa makan, walaupun pada detik-detik terakhir. Maksudnya adalah sebuah momentum kritis dimana secara logika ia dan keluarganya tidak bisa makan pada hari itu karena tidak adanya uang, namun toh ada saja jalannya. Makanan tetap ada dan wasilahnya tidak harus membeli memakai uang. Kadang tetangganya memberikan makanan, atau sahabat dan kawan lainnya yang mentraktir.

Sejujurnya kondisi ini seringkali membuat Zul goncang. Seorang Zul saja bisa goncang hatinya apalagi istrinya. Wajar seorang wanita hatinya mudah goncang oleh badai kehidupan, karena dari sononya memang begitu. Tetapi disinilah ia menjadi wasilah nasehat bagi istri dan anak-anaknya. Yakni nasehat dalam bentuk sikap yang tidak mudah menyerah oleh takdir.

Jabatan Zul sebagai ketua organisasi sosial menjadi wasilah supaya ia tidak terlihat mudah goncang dan putus asa. Mana pantas seorang pemimpin mudah menyerah dan mengeluh? Maka ia selalu menampakkan wajah dan sikap kalem, padahal hatinya sedang mengharu biru. Disini benar-benar ada latihan dan pembelajaran tentang sikap hidup yang tidak pernah diajarkan disekolah manapun.

Berikut ini adalah motivasi yang sudah pernah saya upload di facebook adhin busro sbb,

Hati boleh goncang oleh ujian, tetapi sikap harus tetap tenang
Dada boleh perih bagai tertusuk jarum, tetapi wajah harus tetap kalem
Jiwa boleh menangis pilu, tetapi mental harus tegar selalu

Jangan biarkan orang lain tahu segala kesedihan, adukan selalu hanya kepada Tuhan. Manusia takkan bisa membantu mengurai beban, tetapi pertolongan_Nya adalah Jaminan.

Keep Calm and Woles Ae

Selalu ada keajaiban ketika kita sukses maintain kesabaran. Selalu ada pertolongan ketika kita lulus ujian. Keajaiban apakah gerangan? Nanti saya bahas Insya Allah. Jika sobat ingin segera belajar manajemen hati/ jiwa silahkan klik disini

Yang jelas this is life, inilah hidup. Akan terasa lebih sensasional ketika ada ujian yang mengharu biru. Justru ketika semua serba nyaman maka itu hakikatnya kenyamanan yang semu. Pada suatu titik kenyamanan itu akan musnah dan berganti dengan kekecewaan mendalam.Contoh, karyawan yang merasa aman ketika masih bekerja. Tahukah anda jika ybs tidak cerdas pada masa produktifnya maka kenyamanan ini hanya semu belaka. Ketika sudah tua dan pensiun kadangkala menyebabkan post power sindrome. Keberadaannya nyata namun tidak diakui ada, kecuali menjadi beban keluarga dan orang lain.

Oleh karena itu sebelum waktu itu datang, persiapkan dari sekarang. Hadapi resiko sekarang sebelum anda menghadapi resiko ketika semua sudah serba lemah. Hadapi badai ujian hidup itu sekarang dengan sikap mental yang positif, bukan nanti ketika usia kita sudah tua.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment