Apr 22, 2015

Yakin Bisa Sukses dan Melompat Lebih Tinggi

Kita berlari dan teruskan berlari
Kita buka lebar pelukan mentari
Bila ku terjatuh nanti, kau siap mengangkat aku lebih tinggi

Seperti pedih yang telah kita bagi
Layaknya luka yang telah terobati
Bila kita jatuh nanti... kita siap 'tuk melompat lebih tinggi



Tahukah sobat ini lagunya siapa? Yap punya Sheila on 7 "Melompat Lebih Tinggi". Saya tidak hendak membahas tentang lagu ini, tetapi sesuatu hal yang ada kaitannya dengan makna lirik lagu tersebut. Apa itu? "KEYAKINAN" dan "KEBERANIAN".

Kalau yakin pasti berani. Kalau tidak berani artinya tidak yakin... Baca pelan2 dan resapkan :)

Baca lagi lirik diatas lalu coba bandingkan jika liriknya saya rubah sedikit menjadi begini,

Kita berlari dan teruskan berlari
Kita buka lebar pelukan mentari
Bila ku terjatuh nanti, ENGKAU siap mengangkat aku lebih tinggi

Seperti pedih yang telah kita bagi
Layaknya luka yang telah terobati
Bila kita jatuh nanti... kita siap tuk melompat lebih tinggi

Sebenarnya tidak ada yang diganti kata-katanya kecuali kata ENGKAU saja. Lalu kita rubah cara memandang kalimat tersebut dengan "kita" adalah kita-kita manusia, dan ENGKAU adalah Tuhan Sang Pencipta.

Maksud saya adalah ketika mempunyai keyakinan harus totalitas, sebagaimana keyakinan seorang anak kecil. Tertawa dan menangis bebas. Berlarian kesana-kemari tanpa takut jatuh. Kenapa? Karena kalaupun jatuh maka orang tuanya pasti akan melindunginya atau mengangkatnya kembali.

Ketika sudah dewasa maka kita juga harus totalitas didalam keyakinan, kenapa? Karena ada Tuhan Yang akan Melindungi. Saya harap anda paham sampai disini. Benar-benar paham. Kata kuncinya adalah "Yakin" atau bahasa arabnya adalah "Iman". Dalam Al Qur'an banyak disinggung tentang "Iman" yang disandingkan dengan "Amal Salih". Artinya apa? Artinya segala macam tindakan (amal) yang dilakukannya didasarkan kepada "Iman". Inilah kunci kemenangan..

Tanpa keyakinan totalitas bisa menjadi pemicu lambatnya keinginan dan cita-cita luhur kita, apalagi keragu-raguan. Cukuplah menjadi tolok ukur kegagalan jika kita ragu didalam bertindak.

Semua manusia mempunyai keinginan dan tujuan hidup masing-masing. Bahkan sebagian besar tujuan hidup manusia itu mulia, contoh..
  • Ingin kaya supaya bisa membanggakan orang tua, membantu mereka, menghajikan mereka, membantu saudaranya, dan membantu sesama
  • Ingin sukses supaya bisa mensukseskan orang lain.
  • Ingin berhasil supaya bisa bisa membagi keberhasilannya
  • Ingin tercapai cita-citanya misalnya menjadi dokter, supaya bisa menolong keluarga dan orang lain yang sakit.

Tahukah anda bahwa sebagian besar cita-cita mereka mengalami kegagalan? Mengapa bisa demikian? Karena tidak memiliki keyakinan yang totalitas. Keyakinannya lemah bahkan parah dan mudah rapuh. Sedikit saja ada halangan lalu berputus asa. Kacau....

Dalam bahasa lain keyakinan atau rasa percaya kita kepada Tuhan YME lemah atau malah sangat lemah. Parahnya lagi tidak ada keyakinan kepada_Nya. Keyakinan kita banyak dikotori oleh kemusyrikan, yakni lebih percaya kepada kekuatan lain selain_Nya. Oleh karena tidak ada kekuatan melainkan kekuatan Tuhan, maka yang namanya menyandarkan diri kepada selain_Nya PASTI dan bergaransi menyebabkan result berupa ksedihan dan kegagalan yang berkepanjangan. Inilah yang dimaksud dengan azab.

Yang perlu dipahami adalah Allah swt memberikan jaminan berupa surga. Sedangkan manifestasi surga bisa juga dalam bentuk kemenangan, kebahagiaan, kemuliaan, keberhasilan, kesuksesan dsb. Sekali lagi camkanlah ini, JAMINAN Allah swt adalah surga, hanya bagi mereka yang yakin, bukan yang ragu-ragu.

"Mas, saya sudah yakin namun kenyataannya tetap saja gagal", ketahuilah bahwa anda TIDAK YAKIN. Sama saja dengan pernyataan sudah berdoa namun belum terkabul, ini menandakan yang bertanya tidak mempunyai keyakinan totalitas dalam dada. Hakikatnya ia tidak yakin kepada Janji Tuhan Semesta Alam, oleh sebab itulah ia menyangka bahwa kegagalan yang dialami adalah hasil akhir, padahal tidak demikian.

Perhatikan baik-baik....
  • Ketika dalam perjalanan lalu terjatuh ya jatuh aja, memangnya kenapa? Khan ada Allah swt yang akan membangunkan kita. Jatuh lagi bangkit lagi dan seterusnya, nanti ada saatnya kita bisa berjalan sendiri.
  • Ketika berbisnis lalu bangkrut ya bangkrut aja, ada yang salah? Karena dengan kebangkrutan tersebut Tuhan akan memberikan hikmah dan pelajaran. Nggak mungkin ada kebangkrutan abadi, pasti ada saatnya sukses.
  • Ketika untuk mencapai cita-cita mengharuskan kita resign ya resign aja, kenapa emang? Apakah dengan berhenti dari pekerjaan kita sekarang lalu kita akan mati kelaparan? Tidak, karena Tuhan akan memberikan jalan rezeki lain yang lebih luas.
  • Ketika hutang maka cicillah, kalau perlu jual perhiasan, kendaraan atau apapun aset milik kita ketika sulit mencicilnya. Ketika tidak mampu mencicilnya ya sudah hadapi resikonya. Bicara baik-baik dengan si penghutang, jangan lari dari tanggung jawab. Mengapa? Karena yakin pada satu titik Allah swt yang akan melunaskannya.

Inilah maksud saya dengan keberanian dalam iman yang totalitas tidak setengah setengah dan dibuktikan dengan tindakan/ perbuatan. Kalau sudah begitu maka yakinlah hasil akhir selalu indah. Karena ini adalah garansi dari Tuhan Seluruh Alam. Dan Allah swt tidak mungkin mengingkari Janji_Nya.

Pada sebagian besar orang, suka sekali meributkan proses. Proses yang terjal tersebut disikapi dengan sangat negatif. NAFSU menggebu-gebu untuk secepat kilat mendapatkan kemenangan. Lalu ketika segala sesuatu tidak sesuai dengan kehendak NAFSU lalu patahlah ia. Dan dengan sisa-sisa kekuatannya ia malah menyalahkan Tuhan atas takdir yang dibuatnya sendiri. Tragis..

Pada orang yang mempunyai iman total, proses mengharu biru tersebut justru disikapinya dengan baik. Mengapa demikian? Karena yang berlaku adalah kehendak Tuhan yang pasti baik adanya, bukan kehendak kita yang bisa saja resultnya buruk. Pada saat tertentu ia tertawa lepas, karena ternyata beginilah cara Tuhan menghebatkannya. Pada lain waktu ia menangis, karena takut Tuhan meninggalkannya. Oleh sebab itu orang seperti ini akan terus membaik seiring waktu, menjadi pribadi yang tegar, tangguh dan besar.

Sobat....

Nampaknya saya dan kita-kita ini masih terus harus belajar apa arti iman dan keyakinan. Asli sli sli kita masih harus banyak belajar. Belajar dan terus belajar seiring dengan pengalaman dan kejadian dalam hidup. Karena nyatanya masih banyak yang perlu dibenahi. Karena faktanya iman dalam dada masih suka bercampur-campur dengan kemusyrikan. Inilah yang menjadi wasilah hidup yang penuh dengan penderitaan.

Terakhir saya ingin memotivasi, "Kalau memang ada KEYAKINAN (iman) dalam dada, BERANI lah dan HADAPI lah apapun resiko kehidupan. Jadikanlah Allah swt sebagai sepenuh-penuhnya sandaran"

Sebelum menutup blog sederhana ini yuk kita selalu semangat sambil bernyanyi "Melompat Lebih Tinggi"



Presented by
  • Rahasia kunci sukses, belajar 360 hari hakikat keyakinan. Untuk penjelasan detail tentang panduan ini silahkan klik disini.



Artikel Terkait



2 comments: