Apr 9, 2015

Takdir dan Kesulitan Hidup, Apa Sebabnya?

"Ya sudahlah, saya harus menerima keadaan yang payah ini. Ini sudah takdir" Pernahkah anda mendengar kalimat tersebut atau semisalnya?. "Kita memang ditakdirkan miskin, mau gimana lagi? Terima saja dengan ikhlas". Pernah mendengar? Jadi seolah-olah orang yang mempunyai paradigma tersebut menyalahkan Tuhan akan kekacauan hidupnya.

Padahal paradigma seperti itu perlu diluruskan. Karena hidup kita adalah tanggung jawab kita. Ketika kita,
  • Miskin
  • Banyak hutang
  • Selalu gagal
  • Penyakitan
  • dsb

Adalah sekumpulan takdir akibat tindakan salah kita dimasa lalu. Ini sebagaimana hukum sebab akibat yang sangat logis. Kekacauan itu semua adalah salah kita. Katakan dengan keras, "SALAH KITA". Jadi jangan sekali-kali memendam kesedihan dengan mengatakan, Ini takdir Tuhan.

Tahukah anda apa itu takdir? TAKDIR adalah akibat dari keputusan yang diakhiri dengan tindakan. Takdir kita adalah kumpulan dari paradigma yang menjadi keputusan untuk dipilih kemudian menyebabkan adanya RESULT atau akibat. Kesimpulannya adalah segala RESULT adalah tanggung jawab kita.

Jadi tatkala hidup kita kacau berarti salah siapa? Salah kita. "Tuhan apa yang salah dengan doaku sehingga tidak terkabul? Mengapa hidup penuh beban dan hutang tak kunjung lunas?" Jelas ada yang salah.. Tunjuk hidung, disitulah yang salah. Introspeksilah..

Jikalau doa, niat, keputusan dan diakhiri dengan tindakan semuanya full CONNECT kepada Sang Pencipta, maka RESULT nya adalah kemudahan dan pertolongan. Jika doa kepada Sang Pencipta, lalu niat, keputusan dan tindakan didasarkan kepada NGAREP selain_Nya, maka RESULT nya adalah kesulitan. Inilah aturan/ system yang sudah tertulis rumusnya dalam Firman_Nya.

Manusia DIUJI dan Allah swt menilai, yakni seberapa besar prosentase/ kecenderungan untuk percaya (Iman) kepada_Nya, dan seberapa besar IMAN kepada nafsu dan syetan. Dalam bahasa lain, seberapa besar prosesntase kita menyembah Allah swt dan seberapa besar prosentase menyembah toghut dan syetan.

Ini adalah aturan utama dan pokok setiap agama didalam meng Esa kan_Nya,

“Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun....... (QS An Nisaa' 36)

"Jangan ada padamu Allah lain di hadapan_Ku." (Keluaran 20: 3)

Oleh karenanya saya mengajak semua pembaca tidak terkecuali, yuk belajar menyembah Allah saja dan membuang tuhan-tuhan lain selain Allah swt, apakah itu,
  • Si fulan orang suci
  • Si fulan anak Tuhan
  • Berhala, arca dan patung
  • Benda-benda keramat
  • Menyembah akal pikiran
  • Menyembah/ mengikuti segala keinginan/ hawa nafsu
  • dsb

Mari belajar agar kebahagiaan dan kemuliaan hidup didunia lebih-lebih diakherat bisa kita rasakan dan dapatkan. Amin

Wallahu A'lam

Adds: Belajar tauhid sebagai wasilah kekayaan, kebahagiaan dan kemuliaan, silahkan kalau berkenan klik disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment