Apr 9, 2015

Realita Akhir Zaman

Realita akhir zaman, tahukah anda realita akhir zaman? Yaitu ketika zaman sudah kebolak balik. Yang bener jadi salah yang salah jadi bener. Yang jujur dipenjara, yang dusta dilindungi negara. Ini khan namanya sudah kebolak balik. Termasuk dalam hal ini masalah akhlak dan moralitas. Yang sopan dianggap kampungan, yang keji puji-puji..

Nah berikut salah satu contoh penyakit akhir zaman

Mas Paijan orangnya baik banget. Ia ringan tangan atau suka menolong, namun sayang orangnya bodoh. Bahkan ia terkenal dengan sebutan "orang stress yang baik", karena otaknya kayak nggak full. Ia baik namun tetap saja kurang dapat respect dari orang lain.

Lain cerita dengan Om Bob yang kuliah sambil kerja dengan biaya sendiri. Setelah sukses ia lanjutin sekolahnya sampai S2, pinternya nggak ketulungan. Tetapi celakanya "Atheis" alias nggak percaya sama Tuhan. Ia anggap kesuksesannya karena dirinya sendiri yang tekun belajar dan bekerja kerjas. Ia memang pinter dan kaya, namun tdk membuat orang lain suka. Mengapa? Karena kekikiran dan kebakhilannya.

Ini cuman cerita fiksi. Tapi inilah realita AKHIR ZAMAN. Yaitu ketika banyak orang baik tapi tak berakal. Ada pula yang berakal tapi tak beriman.

Agar atsar ini tidak berlaku atas diri kita, yuk buka diri, pikiran dan hati. Mari belajar dan berjuang menjadi orang yang berakal dan beriman.

Air menggenang berubah menjadi bau busuk dan menyebabkan penyakit. Tetapi air yang meresap dalam tanah bisa bermanfaat untuk manusia hewan dan tumbuhan.

Demikian pula dengan air keimanan. Ia akan menjadi penyakit jika hanya ada dalam pemikiran dan tidak mampu meresap dalam hati. Ketika keimanan hanya ada dalam pemikiran menyebabkan dirinya merasa paling benar sehingga memicu adanya perpecahan. Ketika ia meresap dalam sanubari akan menyembulkan keindahan akhlak indah menawan hati.

Mari belajar tulus membuka diri, agar hikmah kehidupan mampu meresap mewarnai hati, menjadi wasilah buah manis kekal abadi.

Itulah penyakit akhir zaman, kelihatannya yang edan saja yang akan dapat kekayaan dan kemuliaan, padahal tidak sebegitunya. Justru kerusakan moral tersebut disebabkan oleh kesesatan paradigma/ cara berpikir kita. Jika cara berpikirnya sudah dibenerin Insya Allah, yang jujur tetap mujur, yang benar tetap bersinar.

Ada yang mau nambahin? Wallahu A'lam

N/B: Magis7, belajar memahami kesesatan cara berpikir/ paradigma sehingga terhindar dari kesesatan yang akan menjadi wasilah kegagalan dan kesedihan hidup kita. Klik disini


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment