Apr 7, 2015

Penyakit Mental Akhir Zaman

Ada sebuah atsar yang bagus untuk kita cermati. Sebuah hikmah yang dalam yang konon dari Ali Bin Abi Thalib ra. Namun saya sendiri tidak bisa memastikan kesahihannya. Diluar itu isinya sungguh bermakna, Bagaimana atsar itu berbunyi? Gini

"Akan datang suatu masa, Dan aku khawatir terhadap masa itu."
  • Di mana keyakinan hanya tinggal di dalam pemikiran.
  • Di mana keimanan tak berbekas dalam perbuatan.
  • Banyak orang baik tapi tak berakal.
  • Ada pula yang berakal tapi tak beriman.
  • Ada yang lidahnya fasih tapi hatinya lalai.
  • Ada pula yang khusyu' tapi sibuk menyendiri.
  • Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.
  • Ada pula ahli maksiat tapi rendah hati.
  • Ada yang bahagia tertawa tapi hatinya berkarat.
  • Ada pula yang sedih menangis tapi kufur nikmat.
  • Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat.
  • Ada pula yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.
  • Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan.
  • Ada pula pelacur tapi menjadi figur.
  • Ada yang memiliki ilmu tapi tidak paham.
  • Ada pula yang paham tapi tidak menjalankan.
  • Ada yang pintar tapi membodohi.
  • Ada pula yang bodoh tapi tidak tahu diri.
  • Ada yang beragama tapi tidak berakhlak.
  • Ada pula yang berakhlak tapi tidak ber-TUHAN.


Keyakinan hanya tinggal didalam pemikiran, maknanya adalah ajaran sebuah agama hanya tinggal hapalan semata-mata. Hapal ini dan itu, namun ya itu tadi hanya sebatas hapal menghapal.

Keimanan tidak berbekas dalam amal perbuatan. Karena apa? Karena keyakinan itu tadi hanya dihapalkan dan tidak meresap dalam hati. Misalnya, "Jadilah orang yang baik dan terpuji", udah gitu saja. Hanya sebatas tulisan, sementara yang nulis sendiri bejad.. :)

Banyak orang baik namun tidak berakal. Maksudnya adalah secara sifat orang tersebut baik, namun akalnya tidak dipakai. Baik sih, namun tidak ada ilmu, bodoh dan membodohi. 

Banyak pula orang yang berakal namun tak beriman. Ia pinter, cerdas, bisa membedakan ini baik dan itu buruk. Tahu bahwa dibalik alam semesta ada Tuhan Sang Pencipta, namun ia tidak mau mengimani_Nya dan malah mengikuti hawa nafsu.

Ada yang lidahnya fasih tapi hatinya lalai. Lidahnya pinter mengekspresikan sesuatu, ia bijaksana dalam perkataan, namun hatinya kosong dari kebijaksanaan.  

Ada pula yang khusyu' tapi sibuk menyendiri. Naaah ini adalah mereka yang hatinya tidak lalai atau khusuk. Namun ia khusuk untuk dirinya sendiri, dan tidak mencoba untuk bergaul dengan masyarakat.

Bagaimana dengan yang lainnya? Kita lanjutkan nanti, Insya Allah 



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment