Apr 14, 2015

Mohon Doa Untuk Bapak SW yang sedang Sakit

Assalamu Alaikum warakhmatullahi wabarakatuh. Bpk Adhin Burso yang terhormat, Sudah lama saya ingin curhat dan baru sekarang tangan saya mau bergerak memencet keyboard ini. Perkenalkan nama saya SW saya biasa dipanggil dengan slamet saja, umur 63 thn, saya ingin sedikit curhat semoga pak Adhin punya waktu untuk menanggapinya.

Saya adalah seorang pensiunan dari sebuah perusahaan yang cukup terkenal di Indonesia ini dengan dengan kedudukan terakhir yang cukup baik sebagai ” Vice president” suatu jabatan yang sangat bergengsi pada perusahaan saya . . . . . . waktu itu . . . , relasi saya cukup banyak dan saya mempunyai keahlian yang jarang dipunyai oleh oleh orang Indonesia.

Namun ketika saya pensiun saya merasa kehilangan itu semua, mungkin bisa diistilahkan dengan sebutan “post power syndrom”, saya tidak bisa lagi memanfaatkan tenaga dan pikiran dan keakhlian, jangankan untuk Nusa dan Bangsa bahkan untuk sekedar survival’s hidup saja saya tidak bisa, saya sudah jauh tertinggal, semua relasi saya menjauh. yang paling parah adalah kondisi kesehatan saya menurun dengan drastis dimana “Ginjal” saya sudah tidak berfungsi lagi dan sekarang saya harus melakukan cuci darah seminggu 2 kali. MasyaAllah . . . kasihan sekali deh saya . .. saya benar-benar sudah terpuruk menjadi orang yang tidak bermanfaat lagi . . ASTAGFIRULAH. . . . mudah-mudahan saya tidak didigolongkan pada orang yang “kufur nikmat”.

Setelah saya melakukan instrospeksi mengapa saya diberikan cobaan demikian oleh Allah SWT, maka saya menyadari bahwa semua ini adalah semacam buah yang harus saya petik dari apa yang telah saya taman pada waktu saya berjaya. Kalau istilahnya orang diluar Muslim disebut “Hukum karma”.

Saya tahu bahwa dalam kepercayaan kita ( ISLAM) bahwa hukum karma itu tidak berlaku , yang ada adalah hari pembalasan setelah seseorang berakhir riwayatnya atau masuk kubur mendapat siksa kubur dan siksa api Neraka.

Tapi saya merasakan bahwa hukum karma itu ternyata berlaku kepada saya, munkin ini hanya seolah-olah atau ujian dari Yang maha kuasa , dan ini benar-benar terjadi kepada saya. Begini ceritanya :

Mas Adhin Busro yang saya hormati,

Pada saya masih muda dan berjaya walaupun saya seorang muslim yang taat, tapi saya juga melakukan dosa-dosa besar yang menurut ukuran pak Adhin masuk dalam 10 Dosa besar, dan saya terjebaK didalamnya tanpa bisa menghindar dari perilaku tersebut. Walaupun tidak semua merugikan orang lain, tapi saya sudah melanggar norma-norma yang digariskan Allah SWT. Mungkin Allah SWT sudah memberikan peringatan kepada saya , tapi saya seolah-olah buta tuli tidak mendengar dan melihat peringatan itu, sehingga akhirnya Datanglah Azab Allah kepada saya yaitu ketika saya jatuh (dijatuhkan) dari atap Rumah ketika sedang memperbaiki Plafond rumah, mengakibatkan Tulang panggul saya patah dan saya harus dioperasi dan Alhamdulillah saya bisa sembuh . . . namun ada yang hilang pada saat itu yaitu kejantanan saya sudah finish alias impoten.

Saya bisa menerima ini barangkali merupakan hukuman yang harus diterima akibat kebandelan saya pada waktu saya masih merasa kuat. Ternyata masih ada lagi yaitu ketika saya mencoba untuk bekerja lagi saya dinyatakan unfit dalam medical test karena ginjal saya bermasalah ( sampai sakarang saya mengalami gagal Ginjal akut), dan ketika saya berobat ke dokter Akhli Ginjal maka saya harus melakukan Cuci darah sebnyak 3x seminggu dan ini sudah saya lakukan hampir mendekati 1 tahun ini.

Pada saat saya sedang terpuruk ini dan mendekati putus asa terhadap apa yang saya alami sekarang ini secara ajaib saya mendapatkan pencerahan dari web Adhin Busro hasil searching dari internet. Seperti : 1. Sang Penggenggam; 2. The Miracle; 3. Muhajadah 40 Hari; 4. Sudah Doa namun Belum Kabul, dan lain-lain, semua sudah saya baca. Alhamdulillah.

Alhamdulillah pencerahan tersebut saya jalankan dengan sungguh-sungguh . . . . . . . . . dan Alhamdulillah hasilnya belum terijabah, seperti yang pak Adhin Busro katakan dalam “ Sudah Doa namun belum kabul, ya persis yang Terjadi pada saya seperti itu, Mujahadah 2x 40 hari sudah saya lakukan lengkap dengan wirid yang dituntunkan , dalam hal Ini saya masih bersabar walau belum terijabah, walaupun semangatnya agak kendur , tapi bila ingat bahwa saya seorang nafsi yang hanya segelintir pasir dijagat raya saya bisa menyadari bahwa ini adalah ujian Allah SWT untuk memperoleh kemenangan.

Bapak Adhin Busro yang saya banggakan, secara Medis penyakit saya tidak akan bisa disembuhkan kecuali dengan cangkok Ginjal, itupun dengan persyaratan yang sangat ketat, sedangkan proses Hermodialisa ( cuci darah) hanya membersihkan dari racun yang tidak bisa dibuang oleh ginjal, dan proses ini menjadi Fardhlu Ain buat saya sebab dalam 3 atau 4 hari Saja saya tidak melakukan Cuci Darah maka paru-paru saya akan terendam air ( Kelelep). Karena air yang harusnya kelaur lewat Urine terbawa oleh darah dan masuk ke paru-paru. Kalau sudah kelelep maka saya tidak bisa bernafas lagi, maka selesailah sudah permainan saya didunia ini alias games over, ini tidak boleh terjadi, kalu ini terjadi berarti sama dengan bunuh diri.

Doa saya dalam tahajud hanya simpel saja , saya minta diampuni segala Dosa-dosa , saya minta sembuh bila mungkin dan saya sudah ikhlas bila saya dipanggil Yang Maha Kuasa saat ini.

Terima kasih telah bersedia mendengarkan ocehan saya. Semoga bermanfaat.

Terima kasih

Jawab: Waalaikum salam wrwb. 

Keren sekali jabatannya Pak SW sebagai Vice President. Jarang orang yang mampu mendapatkan status setinggi itu. Kalau saya pribadi dahulunya hanya sebatas Manager biasa, lalu kemudian resign karena satu dan lain hal. Yang terutama adalah waktu ibadah saya banyak yang terbengkalai. Waktu itu saya berpikir "apakah harus seumur hidup saya mengumpulkan uang dan melalaikan hari pembalasan?". Lalu disamping alasan lainnya saya mengundurkan diri. Alhamdulillah masih bisa makan sampai detik ini.

Itulah kehidupan. Yakni disaat jaya maka banyak yang berkerumun disekitar kita, namun ketika kita sedang berada dibawah maka menjauhlah mereka semua. Kecuali sesaat sebagai formalitas saja, selebihnya lupa. 

Seandainya keahlian Bapak sudah tidak dibutuhkan oleh relasi, maka keahlian itu bisa dibagi. Bapak bisa membagi keahlian dan pengalaman di media sosial semacam FB. Jika ada teman2 lain yang menerapkan Ilmu yang Bapak kuasai lalu menjadi sukses, maka Insya Allah pahalanya akan terus mengucur.

Hukum karma tentu ada jika kita melihatnya dengan kacamata yang sedikit berbeda, yakni result dari perbuatan kita dimasa lalu. Dalam setiap sholat kita membaca "Maliki Yaumiddin" yang maknanya adalah "Allah Yang Menguasai/ Merajai Hari Pembalasan". Namun kalau kita berbicara lebih dalam maka bisa bermakna Allah lah Yang Maha Mengetahui Result/Akibat. Jadi hari pembalasan adalah sedetik kedepan, semenit, sejam, setahun, 10 tahun, sampai kita meninggal dunia dan tentu saja sampai didimensi lain setelah dunia. semuanya adalah result dari perbuatan kita dimasa lalu. Oleh karena itu kita semua harus banyak-banyak istighfar.

Menanggung beban berat dalam hal ini penyakit yang sudah komplikasi pasti sangat berat. Beraaaatt sekali, dan hanya bisa dirasakan oleh yang mengalaminya. Mudah menasehati untuk sabar, namun kesabaran bukanlah semata-mata nasehat. Tetapi perlu latihan sepanjang hidup. Oleh karena itu sikapi ujian berat ini dengan positif yakni belajar sabar, pasrah dan tawakal kepada Allah swt.

Masih ada waktu selama nafas masih ada. Permainan/ ujian hidup masih ada selama kita masih hidup. Mumpung belum tutup buku dan dilakukan penjurian/ penilaian maka inilah the golden time untuk memperbaiki diri.

Masih ada waktu untuk menenggelamkan semua dosa-dosa kita dimasa lalu dengan menjadi pribadi muslih atau tulus berharap hanya kepada Allah swt saja, tidak kepada yang lain. Ibaratnya mau dibanting-banting pasrah saja :). Insya Allah resultnya akan baik.

Masih ada waktu untuk ibadah. Masalah keduniaan nomor 12 saja, yang penting Allah ridho. Apalagi kondisi kesehatan sedang turun drastis.

Jika semangat kendur maka semua manusia juga mengalaminya, karena mereka semua mempunyai NAFS/ JIWA/DIRI. Apalagi NAFS itu digelitikin sama Syetan maka semakin jenuh rasanya. Lagi pula kita sudah pernah membuktikan bahwa membiarkan NAFS/ keinginan menjadi liar maka RESULT nya adalah penderitaan. Kita sudah membuktikan bahwa Janji Syetan adalah omong kosong belaka. Semoga pengalaman ini menjadi ibroh/ pelajaran.

Namun kita hendak berjuang untuk memanajemen nafs dan mengendalikannya serta menguasainya untuk tidak tunduk kepada aturan dirinya sendiri, namun tunduk kepada aturan Sang Pencipta. Dan perjuangan menundukkan nafs itu faktanya membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Harapannya ketika kita komit untuk berjuang mengkondisikan NAFS supaya tunduk kepada Tuhan YME, maka akan berubah/ bermetamorfosis menjadi NAFSUL Muthmainnah atau jiwa-jiwa yang tenang, yang suci. Karena hanya kondisi JIWA seperti inilah yang layak untuk memasuki dimensi surga. Baik itu surga dunia berupa kemuliaan hidup, lebih-lebih lagi surga akherat berupa kebahagiaan abadi tanpa ada sedetikpun penderitaan.

Allah swt berfirman,

Image result for yaa ayyatuhannafsul muthmainnah

“Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kamu kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba_Ku, Maka masuklah ke dalam surga-Ku.”(QS Al Fajr :27-30)

Kami doakan semoga Allah swt segera memberikan kesembuhan untuk Bapak sehingga bisa melakukan aktifitas seperti biasanya dengan sebaik-baiknya. Saya juga mengajak seluruh pembaca blog sederhana ini untuk mendoakan Bapak SW. Amin

Wallahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment