Apr 6, 2015

Merubah Prinsip Hidup Yang Salah

Entahlah, saya tidak tahu prinsip hidup anda, yang jelas semua manusia memiliki prinsip masing-masing. Dan kita semua tahu betapa sulitnya merubah prinsip hidup seseorang. Padahal kita tidak tahu, bisa jadi prinsip hidup yang kita pegang mati-matian ternyata prinsip yang salah. Nah lo?

Beberapa hari yang lalu saya kedatangan tamu seorang Ibu-ibu yang meminta sebuah surat dari saya. Beliau sudah lebih dari 15 tahun menikah dan mempertahankan prinsip/ keyakinan bahwa nikah beda agama tidak masalah. Namun saat ini mata hati beliau sudah dibukakan bahwa dalam Islam haram menikah dengan orang lain yang beda akidah walaupun ia menarik hatimu. Lebih baik budak hitam namun beriman dari pada orang kafir yang tampan/ cantik.

Beliau bercerita sambil menangis kurang lebih begini

"Saya dulu berprinsip nikah beda agama tidak mengapa, yang penting saling suka. Dulu banyak ditentang oleh orang lain, tetapi saya berprinsip sabodo teing, khan yang ngejalanin kami berdua. Lagian calon suami saya dulu mengatakan akan masuk Islam dan menjadi muallaf, namun selama 15 tahun ia kekeuh"

"Alhamdulillah akhirnya saya dapat hidayah, bahwa prinsip hidup saya salah. Itulah mengapa barangkali hidup saya selama 15 tahun ini serasa kacau dan berat. Secara ekonomi sungguh berat dirasakan, apalagi bathin ini. Saya memutuskan dengan bulat mau minta cerai dengan suami saya, semoga Allah mengampuni"

Diatas adalah sepenggalan kisah beliau yang intinya adalah mempunyai prinsip hidup yang salah, padahal menurut dia bener. Ia tetap keras kepala didalam mempertahankan prinsipnya meskipun orang lain sudah menasehati. Pada akhirnya setelah 15 tahun terbukti bahwa kehidupannya kacau dalam sebuah rumah tangga beda akidah kemudian Alhamdulillah mendapatkan pemahaman dan hidayah. Prinsip hidup yang ia pegang selama puluhan tahun pada akhirnya luntur dan musnah.

Sekarang begini...

Apakah anda mempunyai prinsip hidup, keyakinan, cara berpikir dsb yang menurut anda benar? Apakah anda begitu keras mempertahankan paradigma tersebut meskipun orang lain sudah pernah memberikan masukan dan nasehat?  Kalau iya maka saatnya kita mau terbuka. Yakni membuka diri untuk menerima masukan orang lain. Menerima untuk menerima cara berpikir orang lain. Karena bisa jadi JANGAN-JANGAN PRINSIP HIDUP ANDA SALAH...

Kalau prinsip hidup tersebut
  • Menurut saya....
  • Menurut perasaan saya.....
  • Logikanya....

Maka bisa jadi prinsip tersebut salah. Mengapa? Karena perasaan, dan logika yang diikuti, padahal keduanya adalah sesuatu yang sangat terbatas. Keduanya tidak akan mengetahui sesuatu secara pasti, bahkan mudah untuk ditipu.

Anda pernah dipadang pasir? Jika anda pernah lihat FATAMORGANA maka anda akan mempercayai bahwa ditengah padang pasir ada air. Padahal itu bukan air namun hanya bayangan awan saja. Mata anda, pikiran anda dan perasaan anda ditipu oleh sebuah penampakan.

Oleh karena itu hati-hatilah. Bisa jadi hidup anda yang
  • Kacau
  • Miskin
  • Banyak hutang
  • Selalu dihina dan dicaci maki
  • Selalu gagal

Dan sebagainya bisa jadi disebabkan anda mempunyai pandangan dan prinsip hidup yang salah. Sedangkan prinsip yang salah pasti akan mengarahkan pelakunya kepada kesesatan. Dan kesesatan itu manifestasinya luas, misalnya dalam bentuk kekacauan dalam hidup.

Repotnya adalah memberikan masukan kepada orang yang mempunyai prinsip hidup salah. Biasanya sangat keras kepala dan menganggap dirinya benar. Meskipun hidupnya kacau tetapi tetap menganggap dirinya benar. Nah pada saat kekacauan hidupnya sudah nyaris tidak bisa ditahan lagi, barulah biasanya pelan-pelan ia mau membuka diri.

Jangan sampai anda selama puluhan tahun hidup dalam kekacauan. Oleh karena itu mulai saat ini belajar untuk mau membuka diri, membuka wawasan. Mencoba menerima segala pemikiran orang lain, saran, kritik, masukan dan nasehat. Bisa jadi ada satu atau dua yang bisa diambil manfaatnya. Dan sesiapa yang mau membuka diri dengan tulus Insya Allah akan mendapatkan cahaya. Cahaya yang bisa digunakan sebagai petunjuk jalan menuju kemuliaan dan kebahagiaan dalam hidup.

Dipersembahkan oleh
  • Magis7, rahasia manajemen jiwa, manajemen rasa. Belajar 77 hari menempuh perjalanan sensasional rasa sejati. Klik disini untuk penjelasan detail.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment