Apr 25, 2015

Mengapa Susah Menjaga Semangat dan Keyakinan 1

Misalkan kita sedang ada masalah, yaitu usaha yang kita rintis sedang lesu. Keuntungan bisnis yang kita harapkan ternyata jauh dari kenyataan. Lalu kita dapat sebuah motivasi spiritual dari orang yang kita percaya, maka saat itulah semangat keimanan menggebu-gebu. "Ah keadaan ini hanya sementara, Allah swt akan memberikan pertolongan". Waktu berlalu namun keadaan tidak membaik. Maka kemudian semangat yang awalnya menggebu-gebu menjadi goyah dan kendor kembali.. Mengapa bisa demikian?

Sebagaimana curhatan sahabat blog berikut ini yang sudah saya edit,

.......Setelah membaca blog Pak Adhin semangat berkobar2 tapi beberapa hari kemudian kendor lagi semangatnya, kenapa ya pak? ....

Sebelum membahas hal ini saya ingin katakan bahwa semua manusia sama. Yakni masing-masing pasti mendapatkan ujian hidup sesuai kadar kemampuannya.
  • Semua mendapatkan ujian berupa kesulitan, kegagalan dan kehilangan
  • Semua pernah merasakan kesedihan, kepedihan dan kegalauan

Yang membedakan adalah sikap didalam menghadapi ujian hidup tersebut. Orang yang jiwanya kuat tentu saja menyikapi ujian dengan tegar, sementara orang yang lemah akan lebay dengan adanya ujian. Keluhan demi keluhan meluncur deras dari mulutnya.


Nah pertanyaan mengapa kita mudah goyah ketika menghadapi ujian itu bagus sekali. Artinya ada introspeksi diri. Tidak semua orang mau melakukannya lho? Banyak yang tidak mau mengaku bahwa dalam dirinya ada kesalahan yang perlu diperbaiki. Saya garis bawahi, ada kesalahan dalam DIRI.

Contoh. 2 orang yang gagal dalam berbisnis umpamanya, apakah sikap mereka sama? Tentu tidak. Yang satu mengeluh yang lainnya bisa saja tegar. Artinya jelas, bahwa isi dari DIRI masing-masing orang berbeda-beda.

DIRI itu bahasa lainnya adalah EGO atau JIWA atau bahasa arabnya NAFS yang di Indonesiakan menjadi NAFSU. Sedangkan NAFS itu adalah sesuatu dalam diri yang terus mendewasa dan menuju kepada kesempurnaan. Ada yang cepat ada yang lambat. Celakanya lagi ada yang sangat lambat.

Nafsu itu harus dipoles sedemikian rupa sehingga ia bisa teguh dan tegar, sayangnya memoles nafsu bukan perkara mudah. Mengapa? Karena dasarnya NAFSU itu Ke AKUan banget2. Ia liar dan mau menangnya sendiri. Walau sudah salah berkali-kali kadangkala nafsu tidak mau mengakuinya. Itulah nafsu.

Tidak peduli Jiwa milik orang bodoh, awam, pintar, bijak atau milik siapapun dasarnya nafsu adalah mau menang sendiri. Padahal kalau dibiarkan demikian bukan kemenangan yang didapatkan namun malah kekalahan dan kehancuran.

Jadi jawaban singkat mengapa kita susah maintain semangat dan keyakinan karena polesan nafsu diri kita tidak cukup kuat untuk menahan ujian. Bukan berarti ujiannya lebih dari kemampuan, bukan. Tetapi nafsu yang seharusnya kuat menahan ujian menjadi lemah disebabkan ia tidak mau mencoba untuk memanggulnya.

Padahal sebenarnya ia mampu kok.. Asli mampu, tetapi malas. Mengapa bisa malas? Nanti saja saya sambung. Berhubung saya nulis ini jam 2 pagi dan ngantuk berat, Insya Allah saya lanjutkan diartikel lainnya. So jangan sampai anda jauh-jauh dari blog ini ya?

N/B: Yuk belajar hikmah kehidupan. Belajar manajemen NAFSU sehingga ia bisa menjadi tangguh dan tegar. Ikuti pembelajaran 77 hari manajemen nafsu disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment