Apr 12, 2015

Menemukan Tuhan, Menemukan Iman, Menemukan Kebahagiaan

Iman kepada Allah swt adalah yakin dan percaya kepada Allah Ta'ala. Seberapa dalam keimanan kita kepada Allah artinya adalah seberapa percayakah kita kepada_Nya. Anggap saja level iman ada 1 sampai 10, maka setiap orang mempunyai kualitas keimana yang berbeda-beda. Ada yang nilainya 1,2,3 dan seterusnya sampai kepada iman yang sempurna yakni nilainya 10.

Ada kualitas iman ada juga kualitas kufur. Anggap saja nilai kufur dimulai dari minus satu (-1) sampai minus 10. Artinya kualitas kufur seorang manusia juga berbeda-beda ada yang -1, -2, -3 dan seterusnya.

Silahkan diteruskan peribahasa ini, "Tak kenal maka tak....."

Jawabannya adalah "Tak kenal maka Ta'aruf atau kenalan". Kaitannya dengan Iman kepada Allah swt, bagaimana mungkin seorang manusia dikatakan beriman kalau belum benar-benar mengenal_Nya? "Saya adalah orang yang beriman" memangnya sudah kenal?

"Sudah dong, khan saya sholat?" Yaaaaa bisa jadi anda sudah mengenal_Nya, namun ternyata masih banyak yang melakukan aktifitas ibadah dan ritual namun kering dari kekhusukan dan ruh. Oleh sebab itu ibadah yang dilakukan tidak memicu secara signifikan amal perbuatannya. Artinya imannya masih lemah atau berada pada level rendah, atau bahkan malah belum mengenal Tuhan Pencipta Alam?. 

Oleh sebab itu proses pertama dari iman adalah mengenal Tuhan Pencipta Semesta Alam. Proses mengenal Tuhan YME dengan apa? Pada awalnya dengan akal yang tulus, jujur dan sehat. Misalnya begini, kalau HP atau komputer tempat anda membaca artikel ini pasti merupakan benda buatan, maka alam semesta yang jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh lebih canggih dan sempurna sudah pasti wajib ada yang menciptakannya. Nah dimulai dari muhasabah seperti ini, Insya Allah akan mengenal kepada Dzat Yang Maha Mencipta, Maha Cerdas, Maha Berilmu dan lain sebagainya.

Proses pencarian Tuhan anda sendirilah yang harus melaluinya, sementara orang lain sifatnya hanya papan penunjuk arah saja. Caranya sebenarnya gampang, cukup luangkan waktu berpikir dengan jernih ketika melakukan tafakur alam atau muhasabah diri.

Setelah ketemu tunas-tunas iman maka akan mengalami proses perjalanan berikutnya yaitu mengenal Islam. Setelah ketemu Islam maka akan ketemu pula cara-cara peribadatan didalam agama Islam. Dan otomatis juga akan menemukan yang namanya Firman Allah swt dalam Al Qur'an.

Adalah sebuah proses yang pasti dijalani ketika seseorang sudah menemukan iman dan islam yakni membaca dan mentadabburi Al Qur'an. Mengapa demikian? Karena didalam Al Qur'an itulah Allah swt berbicara/ berfirman kepada hamba_Nya yakni manusia. Dalam Al Qur'an itulah jawaban segala masalah dan hikmah kehidupan. Jawaban langsung dari Empunya langit dan bumi dan segala isi-isinya.

Hidup itu penuh dengan masalah, ya nggak? Setuju nggak? Oleh karena itu secara fitrah manusia pasti akan mencari cara dan jalan bagaimana mengatasi dan mengurai masalah hidupnya. Kalau seseorang yang sudah menemukan iman dan islam pasti ia akan mencari jawabannya dalam Al Qur'an. Ketika sudah ketemu jawabannya maka pasti akan diterapkan, dan PASTI akan mendapatkan jawaban dari kesulitan hidup tersebut.

Apa masalah hidup manusia? Tentu saja banyak sekali ragamnya misalnya,
  • Kemiskinan
  • Hutang
  • Kesehatan/ penyakit
  • Masalah sosial
  • Masalah pergaulan
  • Keturunan
  • dan seabreg masalah lainnya

Seseorang yang sudah menemukan iman dan islam pasti akan menemukan jawabannya. Dan ketika ada masalah baru lagi, maka ia cari lagi jawabannya dalam Al Qur'an begitu seterusnya.

Termasuk dalam hal ini adalah hikmah kehidupan itu sendiri. Yakni kita berasal dari mana sih? Kemudian lahir ke dunia disuruh melakukan apa sih? Kemudian setelah mati jadi apa sih? Menuju kemana sih? Dan semua jawaban kehidupan itu ada dalam Al Qur'an. Jawabannya ada pada Yang Mendesign kehidupan itu sendiri Yakni Tuhan Pencipta Alam Semesta.

Kalau hidup kita sudah begini, yakni selalu terpaut kepada Allah swt dalam keadaan apapun dan kondisi bagaimanapun niscaya ia akan merasakan yang namanya kebahagiaan sejati. Bahagia ketika Allah swt mengirimkannya ke bumi, bahagia ketika mendapatkan ujian dan kesulitan, dan tentu saja bahagia ketika diberikan pertolongan dan kemudahan.

Kembali kepada pembahasan awal, yakni menemukan iman. Mari kita sama-sama muhasabah sendiri-sendiri, seberapa dalamkah level keimanan kita. Jikalau kehidupan kita kacau balau maka bisa dipastikan kita belum mengenal Tuhan YME, dimana secara otomatis belum menemukan iman. Tidak peduli duitnya segede bagong, namun siapapun yang belum menemukan iman dipastikan ia akan mengalami yang namanya kekeringan ruh. Dan keringnya ruhani itu bisa diindikasikan dengan kesedihan, stress, takut, cemas dan lain sebagainya. Kalau kehidupan kita bahagia yang sebenar-benarnya artinya kita sudah menemukan iman. Dan iman itu akan terus tumbuh seiring dengan level ujian yang kita terima.

Oleh karena itu saya mengajak diri saya sendiri dan pembaca blog saya pada umumnya untuk terus belajar. Buka pikiran dan buka hati dengan seeeeeeetulus-tulusnya untuk belajar hakikat kehidupan, supaya kebahagiaan sejati dan kekal abadi akan kita rasakan dan dapatkan. Wallahu A'lam

  • Artikel ini dipersembahkan oleh magis7. Yuk belajar memanajemen jiwa untuk menemukan hakikat kehidupan. Caranya klik disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment