Apr 13, 2015

Kisah Perjalanan Revolusi Tauhid Adhin Busro

Kali ini saya ingin ngeshare tentang kisah perjalanan Revolusi Adhin Busro. Revolusi Tauhid adhin busro sudah dikemas dalam sebuah ebook tipis bagian dari panduan Rahasia Kunci Sukses yakni sekitar 30 halaman file pdf yang berisi panduan bagaimana seharusnya kita merevolusi tauhid kita agar hidup kita juga mengalami revolusi. Inilah harapan inilah niat kita didalam menerapkan Revolusi Tauhid.
Nah kali ini saya hendak membagi sebuah pengalaman. Atau paling tidak sebuah proses yang seringkali dialami oleh mereka yang memang berniat dengan bulat untuk merevolusi tauhid kita. Karena namanya revolusi maka mau tidak mau segala yang ada hubungannya dengan ngarep kepada selain Allah swt ditiadakan/ dibuang.

Berikut kisah Pak Budi yang sedikit saya edit. Al Kisah Pak Budi sudah beberapa bulan ini menerapkan revolusi tauhid. Ceritanya ia sekitar setahun sebelumnya sudah resign dari perusahaannya. Namun nampaknya beliau agak tenang karena tabungannya masih melimpah ruah. Nah pas beliau ingin belajar tauhid entah mengapa ada-ada saja kebutuhan. Misalnya,
  • Orang tuanya meminta uang puluhan juta rupiah untuk sebuah keperluan mendesak
  • Anak-anaknya harus membayar biaya sekolah senilai jutaan
  • Plus kebutuhan mendadak lainnya.

Dan kebutuhan lainnya yang menyebabkan tabungannya menipis. Dari awalnya ratusan juta kini tinggal 10 sampai 20 juta saja. Beliau nekad sisa tabungannya disedekahkan sehingga saldonya nyaris 0.

"Saya hendak belajar supaya tidak bergantung kepada duit, namun kepada Allah swt saja" Begitu katanya
"Lah, besok makan apa?" Tanya Pak Bambang temannya

"Masalah besok mah terserah Allah swt saja. Yang penting saya berkomitmen untuk belajar dan bekerja mencari rezeki dengan maksimal. Masa iya sih Allah swt akan menjadikan keluarga saya kelaparan? Nggak mungkin" Jawab Pak Budi

Begitulah teguhnya beliau didalam belajar revolusi tauhid. Faktanya sampai hari ini beliau masih bisa makan. Cicilan bulanan sekitar 5 jt pun masih lancar dicicilnya. Adaaa saja rezekinya.

Ada sebuah kisah yang inspiratif, sekaligus bisa dijadikan ibroh/ pelajaran. Hari ini beliau cerita.

"Mas, hari ini saya habis-habisan. Pagi tadi saya panggil tukang pijit untuk memijit badan saya yang pegal-pegal. Kemudian selepas pijit saya bayar ia dengan lebih, plus beberapa setel baju kesukaan saya. Padahal baju saya tinggal beberapa setel saja setelah sebelumnya sudah disedekahkan. Lalu saya tambahkan dengan jam tangan dan beberapa benda milik saya lainnya. Padahal itu semua masih saya pakai. Tetapi sudahlah... Saya memang hendak belajar membuang semua benda yang bisa menjadi wasilah saya ngarep kepadanya".

Beliau melanjutkan...

"Sebenarnya rasanya cukup berat juga Mas. Bagaimana tidak? Saya sudah menyedekahkan sebagian besar harta saya. Bahkan sendal saya 2 pasang sudah saya sedekahkan yang satu pasang. Terakhir ada yang bilang ke saya kalau sepatu saya bagus.. Langsung deh saya kasihkan sepatu tersebut. Padahal itu sepatu satu-satunya.. hehehe"

"Memang berat. Jadi jangan dipikir revolusi tauhid itu mudah. Perlu bukti bukan hanya ada dalam omongan dan pemikiran semata. Lalu apa yang saya rasakan dan dapatkan? Memang bukan rumah mewah, mobil pajero atau strada terbaru, bukan juga uang milyaran, yang pasti adalah keluarga saya masih bisa makan sampai sekarang. Kelihatan sepele namun ini adalah keajaiban"

"Mengapa keajaiban?, karena saya tidak bekerja lagi sehingga penghasilan bulanan saya otomatis 0. Namun Allah swt mengganti dengan pekerjaan lain, yakni sebuah bisnis yang sedang saya geluti. Alhamdulillah cukup. Yang jelas ada sensasi yang berbeda Mas. Sungguh sangat berbeda ketika kita berniat mendekat kepada Allah, bergantung hanya kepada_Nya kemudian membuang tuhan-tuhan lain dalam dada kita. Bahagia yang tidak bisa terlukiskan Mas.., Asli"

"Ketika saya berlepas diri dari pinjaman, pun melepas apa-apa yang saya miliki seperti ada yang berteriak, "Jangaaannn nanti kamu bisa mati kelaparan". Lalu setelah saya acuhkan bisikan syetan tersebut, rasanya seperti baru lepas dari ikatan rantai yang kuat. Gimana ya?? Nggak bisa diurai dengan kata-kata :}"

"Kalau bicara masalah kekayaan, dan harta benda, nanti juga dicukupkan. Yang penting saya berpesan kepada yang lain, buktikan dulu tauhid anda, nanti akan ada saatnya pertolongan datang.. Amin"

Begitu kurang lebih kisah dari Pak Budi. Bagaimana kisah revolusi tauhid anda?

N/B: Mau belajar revolusi tauhid? Silahkan dapatkan panduannya dengan cara klik disini. Hanya bagi yang berkenan saja, kalau belum berkenan juga tidak apa-apa. Doa saya untuk kesuksesan anda. Amin



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment