Apr 7, 2015

Doa Mendapatkan Jodoh Untuk Wanita

Ada sharing dari pembaca blog saya mengenai Doa supaya segera mendapatkan jodoh khususnya untuk wanita. Bagaimana caranya? Sebelumnya, berikut sharing beliau dengan sedikit saya edit,

Assalamualaikum. Saya seorang wanita mualaf. Umur 28 tahun dan belum menikah karena saya pendiam dan pemalu, saya pun jarang keluar rmh, krn memang tidak suka keluar jika tdk ada kepentingan. Dari zaman saya masih sekolah sampai kuliah saya tidak pernah mau berbaur dengan laki2...Saya sadar mungkin memang itu faktor yg membuat saya sulit dapat jodoh..... Pernah sewaktu-waktu Mama ingin menjodohkan saya dgn non muslim, tp saya tdk menanggapi karna saya muslim dan hanya ingin menikah dgn laki2 yg kelak dpt menjadi imam dan pembimbing dlm rmh tangga ku nanti. Setiap sholat aq slalu memohon pd Allah SWT agar dibukakan jalan kemudahan. tp Allah blm menjawab doa ku. Apakah ada doa khusus untuk saya yg mas adhin ketahui. Terimakasih sebelumnya mas karna sudah mau membaca email dr sya ☺. Wassalam...

Jawab: Sebelumnya saya doakan semoga cepat mendapatkan jodoh yang terbaik menurut Allah swt. Dan saya juga mengajak seluruh pembaca blog sederhana ini untuk ikut mendoakan anda. Pun siapa saja yang belum punya jodoh semoga segera dipertemukan dengan jodoh yang terbaik. Amin

Saya banyak menulis artikel tentang jodoh yang sudah dibaca oleh ribuan orang. Nah kali ini saya tergoda untuk menulis lagi dengan pendekatan yang sedikit berbeda..

Jodoh itu apa? Ia adalah pasangan sehidup semati. Jadi jodoh itu tidak selalu identik dengan pasangan suami istri. Karena zaman ini banyak yang hari ini menikah lalu esok hari cerai. Oleh sebab itu mari kita sepakat bahwa jodoh itu adalah pasangan sehidup semati dalam rangka membangun mahligai rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah.

Ada kunci ada pula anak kunci, seperti inilah maksud saya dengan istilah "Jodoh". Dan yakinilah bahwasanya semua diciptakan oleh Allah swt secara berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada gelap ada terang, ada laki-laki ada wanita.

Allah swt berfirman,

"Maha Suci ALLAH yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui." (QS Yaasiin 36)

Jadi pertama kali yang harus dipahami kemudian diyakini adalah "Allah swt telah menciptakan segala sesuatu dengan berpasang-pasangan". Jadi nggak mungkin sebuah ciptaan tidak ada pasangannya. Nggak mungkin. Masalahnya kalau alam semesta kita mudah melihat dan mencernanya, namun kalau manusia? Sulit.. Mengapa demikian? Karena manusia adalah mahluk yang diuji kemudian diberikan kehendak bebas.

Ada siang ada malam, ada gunung ada lembah, ada gelap ada terang, ini kita mudah mengenalinya karena prinsipnya adalah alam semesta itu tunduk kepada sistem Allah swt yang mengikatnya. Sementara manusia lain. Jodoh menjadi sebuah ujian yang penuh misteri. Ya nggak? Untuk membongkar misteri jodoh mau nggak mau diri kita harus menyesuaikan sistem/ aturan Allah swt sebagaimana yang alam semesta lakukan yakni tunduk. Untuk mengetahui jawaban misteri tadi mau nggak mau kita harus mengikuti yang namanya proses yang diukur dengan "time" atau waktu.

Sebenarnya jawabannya pasti kok. Kita semua pasti akan mendapatkan jodoh masing-masing, karena ini sudah menjadi design baku dari segala ciptaan Tuhan YME termasuk manusia. Menjadi tanda tanya atau harap-harap cemas karena itu tadi, manusia hendak diuji kadar keimanannya kepada Allah swt. Seberapa yakin sih akan hal ini?

Kemudian hal kedua yang harus dipahami dan diyakini adalah kepantasan. Api yang kecil dipadamkan dengan air sedikit. Api yang panas dan besar dipadamkan dengan memanggil pemadam kebakaran, ini khan tolok ukur dan penilaian yang logis. Artinya adalah wanita baik-baik PASTI akan mendapatkan pasangan laki-laki yang baik-baik, sebaliknya wanita yang keji/ buruk PASTI dan PASTI akan mendapatkan pasangan yang buruk pula. Allah swt berfirman

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).............” (QS. An-Nur: 26).

Saudariku pembaca blog saya dan semuanya tidak terkecuali, janganlah cemas. YAKIN dan PASTI kita semua akan mendapatkan jodoh masing-masing. Dari pada cemas memikirkan jodoh terbaik menurut penilaian kita mending menyesuaikan diri dengan design/ sistem/ aturan Allah swt diatas. Akan lebih baik untuk memperbaiki akhlak dalam pergaulan. Perindah tingkah laku, dan permanis mulut kita dengan ucapan yang baik. Dan tentu saja sesuaikan hati dengan frekuensi yakin kepada KEPASTIAN jodoh tersebut.

Maksudnya adalah belajar untuk meningkatkan rasa yakin (keimanan) kita kepada hukum Allah swt dalam hal ini tentang pasangan/ jodoh. Dan hal ini bisa dibuktikan dengan ibadah dan muamalah. Ibadah misalnya,
  • Mulai banyak ngaji
  • Mulai lakukan sholat tahajud (ini penting lho?)
  • Sering melakukan sholat hajat dan berdoa supaya segera mendapatkan jodoh
  • Banyakin sedekah. Terutama sedekah barang yang dicintai karena ia akan kembali kepada kita dengan orang (laki-laki) yang tulus mencintai anda. Apa barang yang dicintai? Misalnya cincin, gelang, kalung, atau apa saja yang anda sayang melepasnya. (Ini juga penting)

Dalam muammalah misalnya,
  • Mulai menebarkan senyuman dan kasih sayang kepada sesama dalam bingkai iman dan akhlak mulia.
  • Belajar menundukkan pandangan kepada laki-laki yang bukan muhrim.
  • Mulai membuka diri dalam pergaulan. Latihlah bergaul yang baik dengan orang tua, saudara atau teman yang muslimah terdekat.
  • Mulai membuka diri untuk mengikuti pengajian. Apalagi muallaf, seharusnya memiliki keinginan yang kuat untuk ngaji. Oleh karena itu coba kontak teman-teman ukhti (wanita) anda. Ngaji dimana, ustadzahnya siapa dsb, lalu ikutilah kegiatan rutin ngaji tersebut. 

Aktifitas-aktifitas diatas adalah bukti bahwa kita sedang belajar tunduk kepada Sang Pencipta Sistem. Seperti saya tulis diatas yakni "Menyesuaikan frekuensi". Yakni frekuensi untuk dihadirkannya jodoh yang terbaik menurut penilaian Allah swt. Sekarang bayangkan saja, ada seorang akhwat yang menutup aurat dan menundukkan pandangannya, baik tutur katanya, pinter ngaji dan murid dari Ustadzah A. Kira-kira laki-laki mana yang mau mendekati?


Yang mendekati Insya Allah laki-laki yang baik-baik dengan cara yang baik pula. Laki-laki yang baik biasanya pemalu dan lebih berani mendekati teman atau guru ngaji atau orang tua anda dibanding langsung mendekati anda. Tujuannya cuma satu, ta'aruf kemudian melamar, bukan pacar-pacaran... Lalu bertemulah/ ta'aruf dirumah dengan orang tua, atau dipesantren untuk kemudian membicarakan hal pernikahan. Maka Insya Allah ke depan akan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.

Lain cerita kalau ketemunya di konser atau di Mall, maka harapan untuk membangun keluarga sakinah menjadi lebih kecil. Mengapa? Karena ketemunya dalam rangka memuaskan keinginan/ nafsu. Sedangkan segala sesuatu yang dimulai dengan hawa nafsu pasti akan berakhir dengan kehancuran. Kecuali bagi mereka yang sadar dan bertaubat.

Bicara tentang pesantren, saya ada beberapa kisah. Berhubung saya pernah mengurus organisasi sosial dan sempat berhubungan dengan pesantren, ternyata banyak laki-laki jomlo bahkan duda-duda tua yang mengunjungi rumah kami untuk ngobrol sambil membicarakan hal jodoh. Baik mereka laki-laki sholeh ataupun bejad ternyata semuanya meminta tolong kepada kami untuk mengenalkan dan menjodohkan dengan wanita santri, bukan dengan wanita dengan baju kurang bahan. Tentu saja saya selektif, karena akhwat sholehah pasti saya carikan laki-laki yang baik-baik. Untuk laki-laki yang buruk perbaiki akhlak dulu. Enak saja dapat wanita baik-baik, namun sendirinya tidak baik.. hehehe

"Kenapa nggak nyari yang bodinya aduhai saja? Banyak tuh di Mall?" Kata saya
"Waaah kalau itu mah bukan buat seriusan Bang.. Klo yang serius nyarinya di pesantren" Jawab mereka

Tidak harus di pesantren, tetapi yang pasti perbaiki diri dulu, perbaiki ibadah dulu, indahkan ahlak dulu. Insya Allah akan ada momentum entah dimana saja atau d iacara apa saja terserah Allah swt, anda akan bertemu dengan seseorang. Dan seringkali anda tidak pernah menduga kalau seseorang itu adalah calon jodoh/ suami anda. Suami yang Insya Allah sholeh dan akan menjadi imam bagi anda dan keluarga. Ngeh nya biasanya ketika sudah menikah dan mempunyai momongan, kadang-kadang hal ini bisa jadi gurauan kecil yang indah dan menyenangkan hati.

Ada juga sebuah kisah, dimana seorang wanita/ akhwat yang sholehah dan sedang menunggu doanya supaya Allah swt mempertemukan dengan jodoh terbaik. Disebuah momentum ia menghadiri pernikahan salah seorang temannya. Beberapa minggu kemudian ada seorang laki-laki asing yang datang ke rumah orang tuanya. Ternyata laki-laki tersebut datang kepada orang tuanya untuk melamar wanita sholehah tersebut. Ini khan surprise.. Dan kini pasangan ini sudah dikaruniai seorang anak.. Cantik sekali cara Allah didalam mengabulkan doa.

Oleh sebab itu yang ketiga, ketika dalam masa mujahadah dan ibadah maka belajarlah untuk tetap sabar, syukur dan iklhas. Ketika dalam masa/ proses penantian tetaplah lambungkan rasa sejati tersebut. Karena rasa sejati itulah yang menjadi wasilah pertolongan, kemudahan, kebahagiaan dan kemuliaan.

Belum dapat jodoh tetap Alhamdulillah, karena justru saat inilah momentum untuk memperbaiki diri. Sehingga ketika mendapatkan jodoh yang pastinya berbeda kharakter maka akan mampu memanajemen jiwa. Ketika ada kerikil dalam rumah tangga maka tidak akan mudah kaget dan mudah untuk menetralisirnya. Tetap berbaik sangka kepada Allah swt..

Memang saat ini jodoh itu belum dinampakkan, namun pasti akan dipertemukan. Oleh sebab itu sebelum ketemu permanis dulu diri kita luar dan dalam supaya si belahan hati merasa bangga karena dipertemukan dengan kita. Persiapkan segala sesuatu untuk menyambutnya, yakni menyambut laki-laki baik, sholeh, kaya dan tampan. Kalau perlu persiapkan nama-nama tamu undangan pesta pernikahan anda.. Ada ustadz A, ustadzah B, si fulan dermawan, si fulanah baik tutur katanya dan yang lainnya. hehehe..

Terakhir lambungkan DOA dalam setiap ibadah dan sholatmu. Entah itu sholat wajib, tahajud atau sholat hajat. Apa DOA nya? Terserah anda yang penting mampu membawa hati ketika membacanya. Misalnya, "Ya Allah, aku udah 28 tahun sedang galau nih, masak belum dikasih jodoh. Kasih ya Allah, jodoh yang menurut Engkau adalah terbaik bagi kami dan keturunan kami. Jodoh yang bisa menjadi imam bagi kami untuk menuju surga_Mu. Kabulkan ya Robb, please.. Sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan DOA hamba-hamba_Mu".

Atau anda bisa membaca doa mendapatkan jodoh yang mashur berikut ini,

“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.

“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”.

Sekali lagi bagi anda, khususnya akhwat yang belum dapat jodoh/ calon suami maka saya akan memberikan sebuah kepastian dalam iman. Bahwa anda PASTI akan dipertemukan dengan jodoh anda. Karena begitulah Allah swt berfirman. Masalah kapan/ waktu, siapa dan lain sebagainya tetap menjadi rahasia Allah swt, untuk menguji seberapa besar keimanan kita kepada_Nya. Pun untuk menguji kita seberapa layakkah untuk mendapatkan pasangan yang terbaik.

Kemudian satu hal penting yang harus kita semua belajar. Yakni belajar untuk mengakui bahwa sumber masalah bukan ada pada Tuhan, namun ada dalam diri kita. Jadi bukan "Mengapa doa meminta jodoh saya tidak dikabulkan?" tetapi "apa yang harus saya lakukan dan perbaiki supaya DOA saya segera terkabul yakni dipertemukan dengan jodoh terbaik". Jawabannya adalah menyamakan frekuensi sebagaimana yang saya jelaskan diatas.

Siapapun anda PASTI AKAN dipertemukan dengan jodoh anda. Jodoh yang sesuai dengan level akhlak dari diri anda sendiri. PASTI itu... So, anda tahu apa yang harus dilakukan sekarang..

Wallahu A'lam

N/B: Ini adalah iklan, abaikan jika tidak berkenan..

Saya sudah menyusun panduan manajemen jiwa, yakni bagaimana mengendalikan nafs dan memancarkan rasa sejati. Karena dengan wasilah rasa sejati inilah Insya Allah berbagai kemudahan, keajaiban dsb akan hadir dalam hidup kita secara cantik termasuk urusan jodoh. Kalau mau membaca sales letternya silahkan klik disini. 




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment