Apr 16, 2015

Beginilah Proses DOA Sampai Terkabul, Wajib Baca

"Mas, kok doa saya tidak terkabul juga ya? Padahal ibadah sudah, dhuha dan tahajud sudah, kenapa ya?". Begitulah kurang lebih pertanyaan banyak sahabat blog www.adhinbusro.com. Pas kebetulan saya ada kisah yang menarik nih, kaitannya dengan proses perjalanan DOA sampai terkabul. Ini kisah nyata lho? Jadi baca dengan seksama,

Alkisah Pak Budi dan Bu Budi adalah pasangan yang sudah lebih dari 5 tahun belum juga diberikan momongan yang kedua. Mereka memang sudah mempunyai seorang buah hati dan mereka bersyukur karenanya. Namun mereka menginginkan keturunan yang banyak dan sholeh serta sholehah.

"Kok sudah 5 tahun menjelang 6 tahun belum juga diberikan momongan lagi ya?" Begitu batin Pak Budi. Lalu pada tahun ke 5 mereka berdua memutuskan untuk berdoa dengan lebih giat dan tekun. Istilah saya merevolusi tauhid. Bahasan tentang revolusi tauhid sudah saya tulis pada panduan rahasia kunci sukses.

Kalau kelas/ level kita-kita barangkali apa yang dilakukan keluarga Budi begitu ekstrem. Kita harus belajar dari keluarga kecil tersebut didalam berkomitmen menerapkan revolusi tauhid. Doanya bener-bener bukan asal-asalan saja.

Mulai saat itu yakni menginjak tahun ke 5 mereka melakukan ibadah/ doa pol polan, misalnya
  • Sholat wajibnya diusahakan sekali pada awal waktu dan berjamaah untuk Pak Budi
  • Dhuhanya 8 sampai 12 rakaat
  • Sedekahnya pol-polan, misalnya sedekah semua perhiasan, sedekah motor dan terakhir berniat sedekah mobil separuh-separuh. Artinya mobil satu-satunya dijual dan hendak disedekahkan hasilnya separuh setelah tanggungan mereka ditunaikan.
  • Berdoa setelah sholat dengan khusuk, tak jarang sampai mengeluarkan air mata karena sangat berharap dikabulkan.

Nah masalah sedekah pol-polan nanti saya bahas dalam artikel tersendiri, Insya Allah.


Kalau kita-kita biasanya begini, "Sudah sedekah motor belum juga ada balasan, kenapa ya?" Namun tidak untuk keluarga Pak Budi. Walau sudah sedekah barang-barang dirumah senilai puluhan juta kemudian belum ada tanda-tanda kehamilan istrinya namun mereka malah menyodok dengan sedekah yang lain yakni mobil. Inilah pemahaman yang seharusnya kita yakini. Maksudnya kalau doa belum jua ada tanda-tanda terkabul maka sodok lagi dengan kebaikan yang lebih tinggi nilainya. Gituu...

Nah pada bulan ke 5 disaat masa subur istrinya, Pak Budi berniat menjalankan fitrahnya yakni menggauli istri dengan harapan diberikan Allah swt keturunan yang baik. Apa daya hari tersebut adaaaa aja urusan sehingga niatnya tidak jadi ditunaikan. Rencananya esok hari ia akan melakukannya namun lagi-lagi ada urusan yang membuatnya urung. Sampai akhirnya ketika masa subur istrinya sudah hampir habis barulah Pak Budi ada waktu untuk menunaikan fitrah tersebut. Kalau secara medis kecil kemungkinan ada pembuahan, namun kalau Allah swt sudah Menghendaki, apapun bisa terjadi.

Dan keajaiban itu terjadi yakni Istrinya hamil setelah 5 tahun lebih tidak jua hamil, namun setelah merevolusi doa jadi hamil. Alhamdulillah akhirnya doa keluarga kecil itu berproses dengan baik.

Mengapa keajaiban? Diluar kehamilan istrinya juga keajaiban lho? Karena Allah swt mendesign supaya Pak Budi disibukkan beberapa hari sehingga tidak ada waktu menggauli istri. Lalu diberikan waktu yang pas dan tepat sehingga saat menggauli istri terjadilah pembuahan. Ini bukan kebetulan lho? Nggak ada di dunia ini yang kebetulan, meskipun saya sering menggunakan kata kebetulan untuk menulis sebuah artikel. hehehe..

Saya tidak hendak fokus kepada tips supaya pasangan kita bisa hamil, namun lebih kepada proses DOA. Proses awal doa Pak Budi dan keluarga sudah terkabul yakni kehamilan. Dan kehamilan itupun berproses sampai kelahiran. Fokuslah kepada kata PROSES yang saya tulis.

Apa DOA anda? Apapun itu pasti terkabul, tetapi nikmatilah proses yang biasanya mengharu biru. Misalnya kita berdoa kepada Allah swt agar hidup kaya dan berkecukupan. Hutang lunas dan lain sebagainya. Apakah bisa sim salabim? Bisa saja kalau Allah Menghendaki. Namun saya hendak membahas bahwa proses itu adalah sebuah hal yang wajib ada...

"Ya Allah kayakan aku". Misalnya begitu doanya. Kemudian apa yang terjadi ternyata bertolak belakang dengan DOA yang kita pinta, yakni dalam bentuk kesulitan dan kegagalan. Disinilah iman kita diuji, apakah masih mampu maintain rasa yakin atau tidak.

Padahal kita tidak akan tahu dimana kesulitan demi kesulitan setelah doa dilantunkan merupakan proses doa menuju kemudahan. Jadi kesulitan dan kegagalan merupakan bagian tak terpisahkan dari pengkabulan doa. Namun kitanya seringkali berprasangka negatif seraya mengatakan, "Yaaaah udah doa malah bangkrut". Gitu biasanya khan?

Oleh sebab itu jangan menyerah, jangan sampai syetan menang melawan iman. Yang harus kita lakukan bukanlah menyalahkan DOA namun sodok dengan ibadah yang lebih dalam nilainya. Misalnya,
  • Yang sebelumnya jarang ke masjid, kemudian harus sering ke masjid
  • Yang semula dhuhanya cuman 2 rakaat tambah menjadi 4 atau 6
  • Yang semula nggak tahajud, mulailah rutin tahajud
  • Yang semula kikir dalam sedekah mulailah jor-joran
  • Dan lain sebagainya

Percayalah anda tidak akan mati kelaparan gara-gara banyak ibadah dan banyak sedekah. Malah jika kita berani menyodok dengan ibadah yang lebih poll, Insya Allah kita akan mengalami yang namanya percepatan atau akselerasi. Yang seharusnya doa dikabulkan 2 tahun, maka bisa menjadi hanya beberapa bulan saja, asalkan itu tadi sodok dan sodok terus doa anda.

Yang menjadi masalah adalah kitanya seringkali nggak percaya. "Apaa?? Sedekah cepek? Orang duit kita tinggal 150.000 masak disedekahkan yang 100.000. Makan apa kita ntar?" Itulah tanda bahwa iman kita perlu ditingkatkan. Iman kita tipis dan mudah rapuh, itulah sebabnya hidup kita juga rapuh.

Kita perlu belajar dari keluarga Pak Budi yakni disaat duitnya tinggal beberapa ratus ribu saja malah disedekahkan semuanya. Faktanya beliau masih bisa makan sampai sekarang. Malahan keajaiban demi keajaiban selalu hadir dalam kehidupan mereka. Kemudahan demi kemudahan selalu ada.

"Pak Budi kenapa matanya berkaca-kaca. Kalau ada masalah sabar ya Pak?" Tanya seorang temannya yang melihat pak Budi nampak menangis. Dikirain karena beban hidup makanya Pak Budi menangis, ternyata salah. "Nggak ada masalah kok, saya menangis karena kayaknya baru kemarin minta sama Allah swt supaya istri bisa hamil, Alhamdulillah sekarang hamil", jawab Pak Budi sambil menerawang jauh. Ia baru menyadari dengan sebenar-benarnya bahwa Allah swt Maha Penyayang, padahal selama ini kadang-kadang ia buruk sangka.

Back to the Proses dalam doa..

Pertanyaan.. Apakah kalau meminta diberikan keturunan lalu dalam sebulan hadir jabang bayi? Kalau terjadi demikian pasti mengerikan. Tentu saja tidak. Ada proses yang harus dijalani yakni 2 atau 3 kali kegagalan dalam berhubungan. Lalu yang ke 4 atau ke 5 barulah sukses. Bisa jadi begitu atau seperti apapun terserah Allah. Lalu ketika pasangan hamil apakah langsung mbrojol? Tentu tidak, mereka harus merawat kehamilan dengan sebaik-baiknya sampai waktu kelahiran tiba. Nah disaat kelahiran tiba maka bercucurlah air mata disebabkan perjuangan untuk meminta keturunan penuh dengan lika liku dan full dengan DOA.

Demikian pula DOA anda, misalnya meminta hidup yang cukup, terbebas hutang dan lain sebagainya. Wajib ada lika-liku didalam pengkabulan doa. Namun lika-liku tersebut ada dalam sebuah jaminan Tuhan. Apa itu? Yaitu pasti DOA-DOAnya ada dalam garansi_Nya dan dikabulkan_Nya pada sebuah momentum yang paling tepat. Artinya meskipun proses doa kita bak sinetron tetapi endingnya pasti membahagiakan. PASTI ITU... Karena itulah janji Allah swt.

Nah ada beberapa masukan yang hendak saya sampaikan terkait dengan doa yang selama ini anda panjatkan.
  • Allah swt Maha Tahu keinginan anda. Misalnya begini, anda meminta supaya diangkat menjadi manager, tetapi sejatinya doa anda adalah meminta supaya status sosial anda naik. Dan status sosial itu tidak harus menjadi manager. Anda harus memahami ini dengan baik, kemudian berprasangka baik kepada Yang Maha Berilmu.
  • Kalau anda berdoa kepada Allah swt maka buang tuhan-tuhan lain dalam dada anda. Buang ngarep atau berharap kepada selain Allah. Kalau anda berdoa kepada Allah, lalu pada saat yang lain anda ngarep kepada selain_Nya maka bisa disebut anda adalah PENDUSTA DOA.
  • Dalam doa pasti ada proses, tidak ujug-ujug. Kalau mau sim salabim bisa saja, yakni ketika kita masuk surga maka segala keinginan bisa langsung CLING. Oleh karena itu jika anda tidak menghendaki proses dalam doa silahkan mati saja. Dan pastikan ada bekal yang banyak sehingga anda bisa masuk surga tanpa hisab.. hehehe
  • Kalau belum ada tanda-tanda terkabulnya doa, maka ada sesuatu yang harus anda pahami dengan baik. Bisa jadi anda PENDUSTA DOA atau kualitas doa anda masih abal-abal. Oleh karena itu muhasabah diri. Pahamilah bahwa Allah swt sedang memberikan pelajaran dan pembelajaran arti ber Tuhan dengan benar.
  • Kalau dirasa tanda-tanda terkabulnya doa masih lambat, maka percepat. Dengan apa? Dengan menyodok doa melalui ibadah yang jauh lebih banyak dan khusuk. Perbanyak sholat, baca Qur'an dan sedekah atau amalan lainnya.
  • Pastikan dalam DOA ada feel. Yakni ada keterkaitan antara hati dengan Sang Pencipta. Kemudian ada believe yakni ada keyakinan bahwa DOA nya pasti dan pasti dikabulkan menurut Ilmu_Nya.

Kalau sudah begitu Insya Allah doa anda akan berproses dengan cantik bahkan sangat cantik. Ketika dalam sebuah momentum dimana doa anda benar-benar menjadi nyata silahkan cucurkan air mata. Karena perjuangan DOA anda begitu mengharu biru. Karena dalam proses terkabulnya DOA ada Tuhan yang mengajari arti iman, arti tauhid. Karena dalam terkabulnya doa ada pribadi baru yang sangat berbeda dengan sebelumnya.

Pribadi seperti apa? yakni pribadi yang sudah ber Tuhan dengan benar. Pribadi yang tidak bisa hidup tanpa pertolongan Tuhan. Pribadi yang menyerahkan hidup dan matinya kepada Sang Pencipta. Pribadi dalam diri/ NAFS yang tenang. Pribadi yang layak untuk masuk kedalam surga/ jannah baik surga dunia maupun surga akherat. Insya Allah

Yuk sama-sama belajar. Saya belajar anda pun juga harus membuka pikiran dan hati untuk belajar. Jika ada kisah dari orang lain maka jadikanlah ibroh atau pelajaran. Yang baik ditiru yang tidak baik dibuang. Sesederhana itu..

Wallahu A'lam

N/B: Dipersembahkan oleh



Artikel Terkait



6 comments:

  1. Setiap individu kan punya mental, beban dll yg berbeda beda... mungkin dlm kasus kel p.budi ini beliau adalah tipe orang yg tdk mudah/gampang nyerah dlm berdoa.. nah pertanyaan sy nih mas.. jika ada orang yg kebetulan iman nya tipis dll.. akan tetapi bener2 sdh berdoa maksimal krn menghadapi suatu kasus yg bgt komplex.. itu sprt apa..?? Pasti nya nyerah di tengah jln (biasa berlaku itu..)

    ReplyDelete
  2. Jangan Takabbur... Kita ini siapa?? Nabi? RasuL? WaLi?
    Silahkan Baca kisah ttg Nabi Zakaria, beliau do'anya diijabah Allah SWT setelah 23 tahun, itu kelasnya Nabi, kelasnya RasuL. Lha kita siapa??? Bisa berani bilang do'a kita diijabah sama Allah SWT. Apa kita lebih hebat dari Nabi Zakaria? Apa kita Lebih taat dari Nabi Zakaria? Apa kita lebih Shalih dari Nabi Zakaria? Apa dosa kita lebih sedikit dari Nabi Zakaria? Kok do'a kita lebih cepat diijabah? Dari Nabi Zakaria???
    Wahai saudaraku, mendingan kita tawadhu' khusnudzon thd Allah SWT bahwa ini semua mmg sdh menjadi Qodho dan Qodar-NYA.

    Berdo'a itu ibadah, do'a juga intinya beribadah
    Tp kita tidak boleh Takabbur, beranggapan bahwa do'a2 kita sudah diijabah oleh Allah SWT

    Terlalu takabbur bagi hemat saya... Naudzubillahimindzalik

    Wallohu a'lam bishshowab...

    ReplyDelete
  3. Mengapa saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan (berupa kesehatan)?

    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahu, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. 2:216) , Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. 12:87)

    ReplyDelete
  4. Minta ke allah? Dasar manja bukannya usaha malah minta ke allah

    ReplyDelete