Mar 15, 2015

Solusi Masalah Hidup adalah Introspeksi Diri

......Pak Yai, tolong doanya agar saya dapat 3 milyard. Karena saya mau buat TPA (Taman Pendidikan Al Qur'an) dan untuk mengobati Ibu saya yang sakit stroke, sudilah Pak Yai.......

....Mohon solusinya saya ini sudah terlilit hutang saya tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan.....

....Saya mengalami kesedihan yang mendalam, hidup selalu diremehkan orang, sengsara karena uang yang berbunga besar. Sakit hati, dendam, putus asa, lepaskan saya dari semua ini.....

...Saya bergelut dengan hutang untuk usaha dari yang 630 juta sampai 300 juta. Hanya bermodalkan pasrah kepada Allah kalau ini hanya ujian yang harus saya jalani. Tapi saat ini saya benar-benar jenuh dengan hutang saya....

Diatas adalah beberapa pertanyaan yang disampaikan kepada kami by SMS. Ada sangat banyak yang tidak bisa saya jawab satu persatu, namun tidak menghormati rasa hormat saya, apresiasi, simpati dan empati. Oleh karenanya saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada para sahabat blog.

Silahkan sobat baca dan baca lagi beberapa pertanayan diatas. Kalau anda membaca dengan benar maka akan mendapatkan sebuah point penting, apa itu? Lihat gambar dibawah ini,


Ya, benar. AKU menjadi sumber masalah, oleh karenanya AKU pusing dengan masalah yang AKU bikin sendiri. Oleh karena itu AKU akan mencari cara agar masalah AKU bisa terurai. Karena AKU tidak mau ada kesedihan, dan kesusahan. AKU maunya senang dan gembira. AKU maunya apa saja yang diinginkan ada. Karena inilah AKU.

Sudah mulai paham siapa sumber masalah? Jawabannya "AKU". Kalau masih belum ngerti, ini saya kasih gambar lagi.

Sudah melihat siapa sumber masalah dan beban hidup yang rasanya sangat berat? Saya harap kita mulai nyadar. Karena kesadaran itu faktanya tidak mudah dibroadcast dalam dada. Mau bukti?, jawab siapa yang.....
  • Merasa benar
  • Merasa hebat
  • Merasa pintar
  • Merasa layak
  • Merasa bisa

dan keakuan-keakuan lainnya yang justru malah akan membuat hidup semakin menderita. Setelah keakuannya tidak mampu mengurai masalah maka tiba-tiba jadilah kita "the looser sejati". Komplain sana sini, terobos sana sini yang mengindikasikan dari kepanikan akan masalah yang dibuatnya sendiri.

Pegang dada anda, disitu ada sumber masalah, namun disitu pula jawaban dari masalah kita semua.

Budi baru saja beli mobil baru. Betapa bangganya ia sehingga bisa memamerkan mobil barunya kepada dunia. Akhirnya ia bisa sejajar dengan mereka golongan menengah keatas disaat tetangga-tetangganya masih menengah ke bawah. Senyumnya lebar bak iklan pepsodent, namun ia tidak paham ini adalah awal bagi kebinasaan.

Waktu berlalu beberapa bulan ketika cicilannya macet. Pada saat tertentu Budi juga harus membayar sekolah anaknya, kirim uang ke orang tuanya yang sedang sakit dan biaya-biaya tak terduga lainnya. Sudah 3 bulan cicilan mobil belum dibayar sehingga kedatangan debt collector berwajah sangar.

Ia pusing, stress dan kepanikan. Ia mencoba mencari hutangan disana sini. Akhirnya jatuh kepada perangkap rentenir. Lalu bulan berikutnya terjadilah horor yang mengerikan. Bukan mengalami penyiksaan, bukan itu. Namun hampir tiap hari ia tidak bisa tidur mikirin hutangnya yang semakin lama semakin besar. Pun santapan mingguan dan bulanan adalah cacian dan makian dari debt collcetor. Ditambah lagi tetangga kanan dan kiri mulai mencibirnya.

Ia mendatangi pohon keramat, gagal. Mendatangi dukun, tidak berhasil. Datang kepada Ustadz juga mental. Mencoba pesugihan ternyata bodong. Panik luar biasa dirasakan sampai kemudian ia berteriak, "Tuhan, mengapa ujianku begitu besar???"

Bodoh banget Budi. Masalah ia bikin sendiri, kemudian ia panik dan menjadi "the looser" dengan gali lubang tutup lubang. Ia menjadi semakin parah karena mendatangi pesugihan dll.

Apa solusinya Pak? Apakah ada amalan khusus sehingga saya bisa mendapatkan uang dalam waktu cepat? Maka saya jawab, saya tidak tahu. Emang saya Tuhan apa? Pertanyaan seperti ini justru mengindikasikan bahwa anda semakin panik atas kebodohan anda sendiri. Ke AKU an anda masih saja mendominasi jiwa.

Oleh karena itu ijinkan saya memberikan sedikit nasehat. Nasehat ini untuk AKU yang ada dalam setiap dada manusia. Pegang dia, sentuh dia dan raih tali kekangnya supaya diam. Muhasabah, introspeksi, tafakur wajib dilakukan setelah anda sukses meraih tali kekang nafsu.

Kemudian apa? LEPASKAN. Bukan melepas tali kekang aku dalam jiwa namun lepaskan semua masalah yang menghimpit jiwa dan raga. Bayangkan saja anda melepaskan semua beban hidup ini dan menyerahkan kepada Tuhan Sang Pencipta sampai anda merasa tenang. LEPASKAN dan kembalikan kepada_Nya.

  • Kalau memang mobil harus disita, ya sita saja
  • Kalau memang debt collctor harus memaki, ya maki saja
  • Kalau memang tetangga mencibir dengan sinis, ya cibir saja
  • Kalau memang perhiasan, kendaraan, bahkan rumah harus kejual demi melunasi hutang, ya jual saja

Khan saya sudah bilang, LEPASKAN saja keakuan diri kita untuk kemudian mempasrahkan secara totalitas kepada Sang Pencipta. Pasrah bukan hanya dibibir saja namun dibuktikan didalam aktifitas melepaskan keakuan.

Dengan melepaskan ego kemudian meraih tali kekang nafsu dan mengendarainya di jalan Tuhan, maka hidup segala masalah hidup kita akan terurai dengan cantik. Pembahasan ini perlu pemahaman yang dalam. Pemahaman natural. Insya Allah akan saya sambung diartikel lainnya. Silahkan baca tambahan artikel tentang keakuan disini.

N/B: Atau anda ingin belajar hikmah kehidupan? Silahkan kunjungi web saya rahasia kunci sukses dan magis7.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment