Mar 31, 2015

Sistem Ekonomi Kapitalis VS Sistem Syar'i Islami

Sistem kapitalis adalah sebuah sistem ekonomi dimana swasta/ pribadi bisa mengendalikannya. Jadi swasta/ pribadi tersebut mampu menguasai pasar. Konon Sistem ekonomi Kapitalis sering dikaitkan dengan sosok Karl Marx (dalam karyanya magnum opus Das Kapital), setelah melihat sistem ekonomi pemerintahan tidak bisa berjalan dengan semestinya alias terjadi ketimpangan dan ketidak adilan.


Menurut wikipedia, Kapitalisme atau Kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar.Pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi.

Mari kita bahas sekilas tentang sistem ekonomi Kapitalis. Sistem kapitalis banyak diadopsi oleh Eropa pada abada 16 sampai 19, khususnya tumbuh dalam bidang sumber daya alam dan perbankan. Nah karena sistem kapitalis dikendalikan oleh pribadi pada prakteknya menyebabkan ketimpangan sosial yang tajam. Yang kaya semakin bertambah sangat kaya sebaliknya yang miskin semakin tambah miskin. Si pemilik modal dan sistem akan merajai dunia sementara buruh akan selalu menjadi miskin.

Konon pada permulaan abad 16 Menurut Adam Smith sistem ekonomi pemerintahan yang biasa disebut dengan Merkantilisme dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat. Dia melihat bahwa ada kekuatan tersembunyi yang besar apabila pasar dipegang oleh swasta. Ada potensi ekonomi yang tidak bisa dibayangkan, oleh karena itu kebijakan pasar harus diserahkan kepada swasta tanpa campur tangan pemerintah.

Dalam perkembangannya ternyat sistem ekonomi kapitalis menyebabkan kesenjangan sosial dan distribusi yang tidak adil dari kekayaan dan kekuasaan; kecenderungan monopoli pasar atau oligopoli (dan pemerintah oleh oligarki), imperialisme, perang kontra-revolusioner dan berbagai bentuk eksploitasi ekonomi dan budaya; materialisme, represi pekerja dan anggota serikat buruh, alienasi sosial, kesenjangan ekonomi, pengangguran, dan ketidakstabilan ekonomi.

Melihat hal ini kemudian Marx menganjurkan penggulingan sistem kapitalis tersebut, untuk dirubah menjadi sosialisme yang merupakan cikal bakal dari komunisme. Ngeri khan? Pada tahun 2007 yakni ketika terjadi krisis perbankan di AS, Alan Greenspan mengatakan kepada Kongres Amerika Serikat pada tanggal 23 Oktober 2008, "Bangunan intelektual seluruhnya runtuh. Aku membuat kesalahan dalam menganggap bahwa kepentingan-diri dari organisasi, khususnya bank dan lain-lain, adalah seperti bahwa mereka yang terbaik yang mampu melindungi pemegang saham mereka sendiri. ...aku terkejut."

Banyak agama mengkritik atau menentang unsur-unsur tertentu dari kapitalisme. Tradisional Yahudi, Kristen, dan Islam melarang meminjamkan uang dengan bunga,meskipun metode alternatif perbankan telah dikembangkan. Mereka mengatakan bahwa sistem Kapitalis adalah bentuk "Tirani baru", yang menguasai dunia dengan diktator, dan jauh dari konsep kesejahteraan bersama.

Nah sekarang kita melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Bangsa kita sudah dicekik oleh sistem kapitalis. Celakanya lagi 90% lebih pemilik modal/ kapital adalah swasta dan asing, asing dan swasta. Sebab itu wajar kita temukan bahwa yang kaya semakin kaya sementara yang miskin semakin miskin. Hanya segelintir orang saja yang menguasai perekonomian indonesia sementara bangsa sendiri malah menjadi Kacung.

Oleh sebab itu wajar jika akhir-akhir ini marak terjadi demo, anarkhi, radikalisasi dsb dikarenakan adanya ketimpangan sosial yang sangat tajam. Berbagai bencana ekonomi terjadi hampir setiap hari. Inilah barangkali tanda-tanda runtuhnya sistem ekonomi kapitalis dan mulai tumbuhnya sistem ekonomi sosialis atau komunis yang menghendaki persamaan.

Puncaknya bisa saja terjadi seperti tragedi Mei 1998 yakni demo Mahasiswa se Indonesia yang ditunggangi oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab. Merampas, mengambil paksa, memperkosa dan merampok secara massal aset2 milik asing khususnya etnis Tiong Hoa. Perbuatan tidak terpuji ini barangkali kesempatan untuk tumbuhnya sistem sosialis dan komunis. Pertanyaannya adalah maukah anda Komunis hidup lagi di Indonesia? Yakni pada saat digulingkannya peran pemerintah dengan penculikan para pejabat (jenderal) kemudian membunuhnya secara sadis. Maukah anda ketika para Ulama, Ustadz, Kyai, Pendeta dsb dipasung dan dibunuh secara keji karena menganggap mereka adalah penghalang sistem?

Jadi barangkali inilah saat-saat terjadinya perang. INILAH PERANG AKHIR ZAMAN.... Bukan dengan bedil kita angkat senjata namun lebih kepada perang sosial yang malahan lebih berbahaya karena mengulang sejarah perang saudara pada 30 september. Rakyat membunuh rakyat. Perang 2 sistem ekonomi yang mulai terlihat sedang tumbuh yakni Komunis dan Agamis, ditambah 1 yang hampir punah yakni Kapitalis. Siapa yang menang?

Sudah saatnya sistem syar'i mengganti sistem kapitalis dan mengalahkan sistem ekonomi Komunis. Sistem Syar'i adalah sebuah sistem ekonomi islami dimana modal berasal dari jamaah dan keuntungan juga akan dibagi secara syar'i kepada jamaah. Dari jamaah untuk jamaah, dari rakyat untuk rakyat.

Oleh sebab itu sistem syar'i membutuhkan persatuan ummat didalam mendukung berjalannya sistem. Karena modal untuk memutar kegiatan ekonomi digotong bareng-bareng oleh jamaah, sehingga menjadi lebih ringan. Kemudian nantinya ketika ada keuntungan maka sistem akan membagi secara adil kepada jamaah tersebut. Tentu saja yang memberikan modal lebih banyak, kemudian yang bekerja lebih keras akan mendapatkan bagian yang lebih banyak.

Bangsa kita yang sudah dicekik oleh Kapitalis sekali lagi menyebabkan yang kaya semakin kaya kemudian yang miskin semakin tambah miskin? Contoh sederhana adalah Bank. Dana bank berasal dari jamaah, namun apakah ummat/ rakyat/ jamaah mendapatkan saham bagi keuntungan perusahaan? TIDAK. Atau lihat saja sumber daya alam yang konon 90% dikelola oleh asing yang memiliki modal, apakah rakyat mendapatkan jatah keuntungan? Nyaris TIDAK sama sekali. Keuntungan sebagian besar dibawa oleh asing, sementara sebagian kecil diberikan kepada pemerintah.

Btw dalam perang akhir zaman ini siapa yang menang? Yang jelas sistem ekonomi BATIL pasti dikalahkan. Simak firman Allah dibawah ini,

dan Katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS.al-Isra’ :81)

Untuk menambah wawasan anda tentang bagaimana bangsa kita dicekik oleh sistem kapitalis silahkan baca posting  http://sharia.co.id/2015/03/31/ini-5-bukti-indonesia-negara-kapitalis/

Adakah Sistem Ekonomi Berjamaah yang Syar'i?

Tulisan ini adalah ajakan, jadi terserah anda didalam menyikapinya. Ajakan untuk belajar apa itu sistem ekonomi berjamaah. Anda boleh berhenti disini atau meneruskan membaca. Bagi kami niatnya adalah mengajak anda untuk belajar... BELAJAR...

Back to laptop, sudah saatnya sistem ekonomi berjamaah Syar'i mengganti sistem kapitalis dan sistem-sistem lainnya yang mengendalikan dunia. Adakah sistem tersebut? Tentu saja ada, namun menjadi tertekan oleh sistem kapitalis tersebut. Oleh karena itulah Ustadz kondang yakni Ustadz Yusuf mansur mencoba memberikan pembelajaran ummat dengan mendirikan sebuah sistem ekonomi syar'i, diantaranya pembelian Hotel Siti tangerang. Pembelian hotel tersebut menggunakan dana ummat dan hasilnyapun akan dibagi untuk jamaah yang menyetor modal. Kemudian ada juga E Miracle, Daqu Mart, dan lain sebagainya.

Satu sistem ekonomi syar'i dari Ustadz Yusuf Mansur yang saya ikuti adalah Paytren. Jika anda masih belum paham apa itu paytren silahkan kunjungi website resmi www.paytren.co.id. Paytren adalah aplikasi sementara perusahaannya adalah PT. Veritra Sentosa International (Treni). Di sistem bisnisnya menggunakan viral marketing, karena memang sistem ekonomi ini hendak membagi keuntungan biaya transaksi kepada jamaah melalui sebuah sistem.

Kalau sistem kapitalis biaya transaksi atau yang biasa kita kenal biaya admin diperuntukkan untuk para kapital/ pemilik modal, namun dengan sistem syar'i keuntungan dibagi rata sampai habis untuk jamaah secara adil.

Diluar bonus dan komisi, Alhamdulillah saya mendapatkan yang namanya pembagian keuntungan dari bisnis transaksi ini. Memang terlihat kecil yakni sekitar Rp. 20 sampai Rp. 160 per transaksi namun faktor kali membuat keuntungan menjadi berlipat-lipat. Bagaimana tidak? Mitra/ jaringan dibawah saya ketika mereka melakukan transaksi maka saya juga akan mendapatkan bagian dari pembagian keuntungan tersebut. Jadi Rp. 20 jika dikalikan 1000 menjadi 20.000. Kalau dikali 1 juta menjadi 20 juta per satu kali transaksi. Lihat gambar transaksi sehari dibawah ini,


Gambar diatas adalah sebagian transaksi mitra2 kami dalam sehari. Sebagian artinya belum keseluruhan saya tampilkan screen shotnya. Mitra2 saya berjumlah kurang lebih 200an orang namun jumlah transaksi tim saya bisa mencapai ratusan hanya dalam waktu 1 atau 2 hari. Bagaimana jadinya ketika mitra saya dan anda sudah mencapai ribuan, puluhan ribu bahkan jutaan? Tentu kesejahteraan bersama bisa diwujudkan.

PayTren adalah media pembelajaran kepada ummat. Kita belajar dulu apa itu sistem syar'i dengan cara praktek. Kita belajar bersatu dalam hal ini bersatu secara ekonomi. Kalau ummat sudah bersatu secara ekonomi maka Insya Allah akan menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru yang sangat diperhitungkan dunia. Kalau kita enggan bersatu maka selamanya akan diinjak-injak harga dirinya. Banyak lidi yang tercerai berai tidak mempunyai kekuatan, namun jika diikat dalam sebuah sapu maka akan menjadi kekuatan. Tidak masalah lidi tersebut kurus-kurus, yang jelas ketika bersatu akan menjadi kekuatan besar.

Disisi lain PayTren adalah wasilah untuk membutikan bahwa sistem ekonomi syar'i lebih menyejahterakan ummat secara keseluruhan. Berjamaah disatu sisi, mendapat keuntungan disisi lainnya.

Sekali lagi tulisan terakhir adalah ajakan. Tidak harus PayTren, yang penting anda sudah ada niat untuk belajar berjamaah itu sudah buagus. Pada saatnya nanti ketika kekuatan ekonomi ISLAM sudah bangkit, maka sudah tidak susah lagi mengajak anda untuk baiat/ bergabung dalam sebuah sistem ekonomi yang Insya Allah dekat dengan petunjuk dan kebenaran Tuhan. Wallahu A'lam

N/B: Mau daftar paytren melalui kami? Silahkan klik web support saya www.abtreni.com lalu klik menu cara upgrade




Artikel Terkait



5 comments:

  1. Bos, mau ralat. Kapitalisme diperkenalkan oleh adam smith bukan karl marx, melalui bukunya wealth of nation. Nah paham kapital ini dirasa tidak mendukung sistem ekonomi politik di beberapa negara eropa, maka muncullah tandingan sistem komunisme dari pemikiran karl marx lewat bukunya das capital. Monggo cek lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih udah dibenerin ya? Referensi ane disini http://id.wikipedia.org/wiki/Kapitalisme

      Delete
    2. Monggo cek lagi aja link yg anda kasih, sering dikaitkan bukan berarti dia yg mencetuskan. Di link itu jelas ditulis kok, ada adam smith juga

      Delete
  2. Yang anda lakukan justru menyuburkan kapitalisme. Kapitalisme bertumpu pada kapital. Modal. Gimana caranya dia bisa mengumpulkan modal sebanyak2nya untuk menggerakkan ekonomi. Entah lewat pajak, perbankan, pemerintah, swasta, pribadi.

    ReplyDelete