Mar 6, 2015

Penting..! Menemukan Cahaya Kebenaran dalam Jiwa

Semua orang mempunyai paradigma masa lalu. Seiring proses pembelajaran bisa jadi prinsip yang dia anggap kebenaran bisa berubah. Oleh karena itu perlu membuka diri dan membuka hati agar proses pembelajaran kehidupan bisa berjalan dengan baik.

 Image result for hati cahaya

Saya juga demikian adanya. Saya beberapa tahun yang lalu
  • Terlalu sempit, fanatik dan taklid. Menutup diri kepada pemahaman dan pemikiran luar. Pokoknya mereka salah dan golongan sayalah yang benar.
  • Sedikit saja ada gesekan pemahaman langsung saja saya nyolot dan keluarlah kata-kata kasar. Ternyata saya sudah dikendalikan nafsu. Ternyata Ego saya begitu mengakar.
  • Suka ngeshare, BC, TC dan apalah lagi namanya. Seringkali BC nya memojokkan orang tertentu diluar golongannya. Setelah saya usut ternyata itu cuma FITNAH yang keji, so berdosalah saya, dengan dosa besar.
  • Meskipun FITNAH saya mah woles saja, artinya adalah saya begitu bebal
  • Seringkali suka berdebat karena saya merasa pintar. Wajah sok-sokan intelek padahal wajah dalam hatinya liar dan sangar.. 

Seiring waktu barulah saya sadar, bahwa merasa benar itu malahan kesalahan yang fatal. Karena merasa DIRI benar tidak lain adalah nafsu manusia yang dibiarkan liar.

Makasih kepada Guru, Ustadz dan mentor yang telah memahamkan saya bahwa kebenaran bukan terletak pada persepsi DIRI. Sedangkan DIRI itu seharusnya MENERIMA kebenaran bukan MENGAKU paling benar. Sedangkan MENERIMA itu harus menundukkan nafsu bukan mengikuti HAWA dalam nafsu.

Bacalah Kalam Tuhan, disitulah kebenaran sejati. Baca dan cobalah untuk meresapkan dalam jiwa meskipun nafsu menolaknya. Niscaya ada momentum dimana NAFS bisa bercahaya. Cahaya Tuhan yang membentuk pribadi santun, manis, tangguh dan berakhlak mulia.

Cahaya inilah yang bisa menerangi dan memberi petunjuk jalan kehidupan. Sebagaimana cahaya lampu yang memancarkan sinar ke segala penjuru. Dengan cahaya itu kita akan mudah menemu,
  •   Rezeki yang menghilang
  •   Harta benda yang tersembunyi dalam gudang
  •   Persahabatan dalam kedamaian
  •   Kesehatan luar dan dalam
  •   Kebahagiaan, kenikmatan dan kemuliaan

Itulah Jannah/ Surga yang dijanjikan Tuhan Seluruh Alam.

Jannah atau surga tidak harus surga akherat saja. Jannah adalah segala sesuatu yang sesuai dengan keinginan jiwa yang suci. Misalnya,
  • Sedang lapar lalu menemukan makanan yang lezat, lalu nemu lagi dan lagi
  • Sedang berhutang lalu menemukan rezeki yang banyak dan semakin banyak
  • Sedang sedih lalu menemui sesuatu yang membahagiakan
  • Sedang butuh teman lalu datanglah teman yang mendamaikan

Sedangkan hakikat neraka adalah manisfestasi dari segala sesuatu yang tidak sesuai dengan fitrah jiwa/ nafs. Misalnya,
  • Sedang lapar namun tidak juga menemukan makanan, lalu menderita kelaparan diatas kelaparan
  • Sedang berhutang lalu selama bertahun-tahun tidak mampu melunasinya bahkan hutang semakin besar dan menggunung
  • Sedang sedih malah ditimpa lagi dengan kesedihan berkepanjangan
  • Sedang butuh teman malah datang musuh yang siap menikam

Surga adalah gambaran kenikmatan diatas kenikmatan sedangkan neraka adalah gambaran kesusahan diatas kesusahan. Di dalam surga tidak akan ada lagi kesedihan, tetapi didalam neraka tidak akan ada lagi kebahagiaan walau sedetikpun.

Mumpung belum digelar surga akherat marilah kita belajar mencahayakan jiwa kita. Meresapkan kebenaran Tuhan dalam nafs kemudian mengikutinya. Inilah petunjuk, inilah hidayah untuk berjalan menuju surga yang sesungguhnya.

"Bukan mencari kebahagiaan terlebih dahulu, tetapi carilah cahaya dalam jiwamu"

Wallahu A'lam

Presented by
  • Magis7, rahasia manajemen jiwa menjadi penuh cahaya. Klik disini untuk detail


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment