Mar 7, 2015

Menjadi Wanita Cantik Sejati

Fitnah terbesar adalah wanita. Disatu sisi ia bisa menjadi kunci kejayaan suatu bangsa disisi lain bisa menjadi penyebab kehancuran. Jika wanitanya baik niscaya negera baik demikian pula sebaliknya, jika wanitanya buruk maka pertanda keburukan dan kebobrokan bangsa.

Sudah cukup bukti dibalik suksesnya laki-laki ada wanita baik yang menemani. Dibalik kegagalan laki-laki ada wanita yang meracuni.

SAUDARIKU TERKASIH, Jika kita beli sepatu, contohnya dipegang-pegang, ditekuk-tekuk, habis itu dilempar ke tempat asal. Giliran beli maunya yang masih dalam bungkusan. Ketika kita beli jeruk, sampelnya dicium-cium, dicoba-coba, giliran beli maunya yang masih utuh belum dikupas apalagi dikeruk. Beli apa saja kayaknya sama, bukan begitu?

Gimana kalau mau BELI PASANGAN hidup? Menurut saya sama. Namanya beli (ngajak nikah) umumnya cowok mengajak cewek, walaupun tidak harus begitu. Penginnya beli yang terbungkus rapih.
> Yang cantik nan ayu
> Yang shaleh dan shalehah
> Yang menutup aurat luar dan dalam
> Yang menjaga akhlak mulia
> Yang menyembunyikan pandangan
> Yang menkhususkan kasih sayangnya hanya untuk suami tercinta
> Yang bisa diajak mengarungi rumah tangga sakinah dalam suka dan duka


Dulu sewaktu masih muda, saya paling suka melihat lawan jenis yang seksi secara fisik. Yang suaranya merdu cetar membahana, juga menggoda. Inilah fitrah kaum adam. Namun pada akhirnya saya sadar bahwa itu semua tidak menjamin kebahagiaan rumah tangga. Alhamdulillah dipertemukan dengan gadis ayu santri dari desa.


Adalah kecenderungan kaum hawa yang ingin terlihat sempurna, padahal tidak ada didunia ini yang sempurna kecuali Yang Maha Sempurna. Keinginan saudariku untuk sempurna seringkali malah menjadikan ia semakin cacat dan tidak sempurna. Kita lihat saja banyaknya kaum hawa yang membuka auratnya demi terlihat seksi. Sejatinya ia yang ingin terlihat seksi tidak lebih dari menjual harga diri.

Kaum hawa adalah magnet bagi kaum adam. Jika kau buka auratmu maka akan menjadi santapan sejuta mata memandang. Memandang dengan birahi berbalut seni. Memegang dalam nafsu berbalut cinta palsu. Padahal semua hanya buaian dalam jamuan syetan.

Pada saatnya saudariku engkau akan menyesal. Setelah kesucian direnggut dengan kedok kasih sayang. Serasa dibuang dalam lembah nista yang paling dalam. Menyisakan rasa takut dan malu sepanjang zaman.

Atau bisa jadi engkau menikah bahagia. Serasa lengkap kehidupan dalam rumah tangga. Namun percayalah semua yang dimulai dari nafsu akan berakhir dalam cela dan nista. Bukan media berbagi dalam suka dan duka, namun awal dari berbagi kesedihan dan penderitaan sepanjang zaman. Rumahku adalah surgaku berubah menjadi rumahku adalah neraka paling mengerikan.

Wahai sudariku sadarilah, tubuhmu bukan sepatu, sebab itu hijabilah.

Wahai sudariku, hiasi pula dirimu dengan kelembutan dan akhlak mulia, karena Tuhan sudah mempersiapkan pangeran dari surga. Ditambah dengan banyak anak cucu yang menyejukkan mata.

Saudariku, menjadi wanita cantik tidak harus dengan wajah manis dan jari yang lentik. Menjadi wanita seksi bukanlah dengan membuka aurat dan memajangnya disana sini. Menjadi wanita cantik sejati dengan menyembunyikan pesonamu hanya untuk pangeranmu. 

Wallahu A'lam


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment