Mar 1, 2015

Mengendalikan Nafsu untuk Meraih kemenangan

Malam ini menyaksikan 2 pengendara berkelahi. Usut punya usut ternyata salah satu pengendara membunyikan klakson secara tak sengaja.

Beginilah pemandangan yang sudah biasa. Diliatin dikira nantang. Diklakson dikira ngajak berantem. Terjadilah duel 2 orang yang sama-sama bodoh. Celakanya banyak nyawa melayang sia-sia karena dangkal akalnya, gelap hatinya.

Apakah mereka mengira ketika marah-marah kemudian berkelahi lalu orang lain akan mengatakan "Wah hebaaat". Tidak, bahkan kita akan merasa jengah melihat orang2 yang suka sekali berdebat, berantem dan bahkan berkelahi sampai pukul-pukulan. Sok jagoan... Sok hebat...

Jaman sekarang mudah sekali orang2 tersulut emosi. Jaman ini banyak manusia yang mudah terprofokasi. Yang tua hilang kebijaksanaannya. Yang muda hilang kepribadiannya.

Mengapa tidak belajar mengendalikan nafsu dalam diri kita? Karena nafs itulah sebenarnya inti dari penciptaan manusia. Didalamnya ada fitrah dan kehendak bebas untuk memilih apapun juga.

Jika ingin sukses, mulia dan bahagia caranya sederhana. Tundukkan nafsu dan ikutilah aturan Yang Maha Kuasa. Jika kita mengumbarnya, maka kesusahan, kehancuran dan kebinasaan adalah hasil akhir yang pasti adanya. Maka janganlah salahkan siapapun juga, karena biang keladi ada didalam dada. Sungguh Allah tidak menganiaya hamba-hamba_Nya.

Bahkan dalam sebuah Hadist yang walaupun terdapat perawi yang lemah dan menjadikan derajad hadist ini lemah namun maknanya cukup bagus, yakni hadist yang bermakna bahwa jihad sesungguhnya (Jihad besar) adalah jihad melawan hawa nafsu. Karena memang tidak mudah melawan hawa nafsu, perlu perjuangan atau mujahadah yang sangat serius.

Hal ini disebabkan oleh tabiat nafsu itu sendiri yang liar dan enggan menerima kebenaran. Terkait dengan tema artikel ini menahan nafsu amarah adalah sulit jika tidak didasari oleh alasan yang sangat kuat. Sekaliber ustadz pun bisa marah jika sudah menyinggung hawa atau kepribadiannya.

Tetapi seperti disinggung dalam pembahasan awal bahwa syarat bagi,
  • Kemenangan
  • Kekayaan
  • Kemuliaan
  • Kebahagiaan
  • Kesuksesan

Dan berbagai bentuk kemuliaan hidup lainnya ternyata ada pada pengendalian nafs. Misalnya sabar. Pertolongan Allah akan datang pada saatnya bagi orang yang sabar dan yang sholat. Dan kesabaran itu hanya bisa dipancarkan oleh mereka yang sudah pandai didalam managemen hawa nafsu. Artinya apa? Artinya kemarahan hanya akan menjauhkan kita dari pertolongan Allah swt.

Oleh sebab itu, yuk... Mau tidak mau kita harus berlatih kesabaran, istikomah, dan pengendalian nafsu lainnya. Dengan harapan supaya DOA_DOA kita akan lebih cepat dan lebih mudah terkabul dan mewujud dalam realitas kehidupan.

Presented by
  • Magis7, rahasia mengendalikan hawa nafsu untuk meraih kemenangan. Klik disini untuk detail



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment