Mar 10, 2015

Masalah Kejiwaan, Kepribadian Ganda dan Solusinya

Ada pengalaman atau kisah yang bagus. Ini kaitannya dengan penyakit pikiran. Yakni ketika kita sangat tidak menginginkan memikirkan hal itu, justru yang kepikiran hal tersebut. "Tidaaaaaakkkk, saya tidak mau membayangkan Gajah yang sedang guling-guling". Apa yang terjadi? Justru anda akan memikirkan dan membayangkan gajah tersebut.

Bagaimana kisah selengkapnya? Baca disini,

Saya adalah member magis7.com. Mau tanya nih. Kan saya perna curhat dengan Bapak melalui hp sekitar bulan 10 atau sebelas, untuk kapannya gak tau saya lupa yg jelas no hp saya 089980xxx dan dulu om pernah saran kan saya di ruqiah.. Yang jadi masalah kagak ada tempat rukiah didaerah saya didaerah saya ini semacam kecamatan.. 

Nah tak terlepas dari cerita saya yg dulu, semenjak setelah saya sakit dan insaf memperbaiki diri pokoknya hampir setiap detik saya tu minta ampun dan minta lindung kepada Allah sampai sekarang ini saat saya mengetik ketikan inipun saya masih melakukan taauz tiap nafas saya, dan minta ampun ke pada Allah. namun tak lepas dari taauz dan minta ampunan itu di otak saya ada semacam bisikan syeitan yg terkutuk.

Ok lah kalo tu bisikan kayak nafsu, tapi syetan yg satu ini bisikinnya kekafiran kedalam otak saya, pokoknya kadang bisikannya itu membisikan suatu penghinaan, dan pembangkangan kepada Allah,.. Padahal saya udah taauz dan setiap malam saya berdoa ayat kursi ayat al iklash, alfalaq, annas. 

Pokoknya tu bisikan SANGAT mengganggu dan kadang sangking kesalnya sama tu bisikan cz udah sangat keterlaluan membisikkannya, saya taauznya ampe agak mengeluarkan suara yg keras.. Kadang saya berfikir apakah Allah mengampuni dosa yg ada di otak saya? Tapi saya tetap pasang mindset kalo Allah tuh maha pengampun.. 

Pokoknya tu bisikan syetan sangat mengganggu. saking kesalnya kadang saya memejamkan mata trus sambil taauz dan memikirkan/berbicara dalam hati saya "hai kalian jenis jin/setan atau iblis sekalipun keluarlah dari fikiran ku, binasalah kalian terkutuklah kalian mahluk yg terlaknat. lahaula walakuwwata illa billah atas izin Allah musnahlah kalian mahluk yg terkutuk". Ampe saya bilang gitu kedalam hati dan memang badan saya merinding dan kepala saya sakit kayak ada yg menekan. 

Tapi tidak lama kemudian tu bisikan masih aje kadang muncul seliweran kagak jelas.. Ane udah pasrah aja sama Allah, ya paling kalo tu bisikan sliweran saya hantem aja taauz dan minta ampun ALLAH. paling baca surat ayat kursi, aliklas alfalaq dan annas.. 

Klo menurut Bapak bisikan yg saya derita itu apa ya om apakah saya hampir terkena di kejiwaan atau apa?? Tapi nauzubillahminzalik.

Catt: Nama kami rahasiakan. Kisah sedikit saya edit

Assalamualaikum

Itu dari pikiran anda Mas. Ditunggangi syetan juga. Ketika kita nggak ingin kepikiran hal tersebut, justru malah kepikiran, justru malah makin parah. Lalu kita ta'awudz karena pening, tetap saja nggak hilang. Mau baca apapun pikiran itu tidak akan hilang malah akan semakin menekan syaraf dalam otak.

Sebagaimana saya tulis pada paragraf awal, mari kita buktikan dengan contoh yang lain. Sekarang sebelum anda melanjutkan membaca artikel ini tolong.
  • Jangan membayangkan bentuk gajah yang besar dan belalai panjang. Sekali lagi JANGANNNN. Apakah anda sudah berhenti dari membayangkan gajah? Kalau belum kita lanjut,
  • Jangan membayangkan setangkai bunga mawar merah yang harum baunya. JAAANGAAAANN bayangkan bunga itu, paham??. Anda sudah bisa mendelete bayangan bunga merah dalam pikiran? Kalau belum kita lanjut saja,
  • Jangan pikirkan ada pocong putih menyeramkan dipikiran anda. JANGAAANNN bayangkan pocong itu, paham?. Yang terjadi anda merinding karena anda memikirkan dan membayangkan adanya pocong didepan anda.

Susah ya.. hehehe. Kalau saya bilang Jangan, anda malah membayangkannya. Saya pertegas lagi dengan JANGAAANNN malah anda semakin jelas membayangkannya. Itulah barangkali mengapa Nabi Adam as terbujuk rayuan dari Iblis karena fokus pikiranya adalah "Jangan makan buah khuldi". Eeeehhh malah dimakannya. :)

Bahasan ini menjadi semakin luas ketika menyangkut masalah hidup. Misalnya
  • "Saya tidak mau miskin, TIDAAKKK MAUUU". Yang terjadi ketakutan akan kemiskinan menjadi semakin hebat. Jadinya malah anda miskin beneran.
  • "Saya tidak mau banyak hutang, TIDAK MAUU". Yang terjadi malah hutangnya menggunung
  • "Allah tidak adil, mengapa saya hidup selalu menderita? MENGAPAAA" Yang terjadi malah lebih banyak ketidak adilan dalam hidup anda.
  • "Saya nggak mau bisnis ini gagal, saya sudah berusaha keras, namun bisnis ini tetap saja gagal". 
  • "Saya nggak ingin menjomlo terus-terusan, tetapi mengapa jodoh itu rasanya jauh sekali?"

Dan kalimat atau pikiran negatif lainnya yang kalau dipikirkan terlalu dalam justru hal-hal negatif akan hadir lebih banyak lagi. Mengapa bisa demikian? Nantilah saya bahas hal ini.

Kembali ke kisah diatas. Bisa dibilang masalah diatas awal dari penyakit kejiwaan, hati-hati. Kalau tidak mendapatkan treatment yang baik, maka anda bisa mengalami yang namanya berkepribadian ganda. Lalu apa penyebabnya? Yang jelas ada penyebabnya. Dalam satu kata singkat yakni "Kesalahan Paradigma".

Wah bisa puanjang kalau saya jelaskan dengan detail. Intinya penyakit kepribadian ganda tersebut disebabkan karena kejadian dimasa lalu. Misalnya,
  • Bisa jadi masa lalu banyak melakukan aktifitas buruk (dosa).
  • Masa lalu banyak diisi dengan aktifitas yang sia-sia.
  • Masa lalu pikiran anda banyak mengkonsumsi informasi yang salah
  • Masa lalu diri anda belajar ilmu-ilmu mistis
  • dsb

Masa lalu tersebut kemudian membentuk diri anda mempunyai paradigma/ prinsip hidup yang salah. Pemikiran dan pemahaman yang salah yang berlangsung lama sehingga menjadi prinsip yang mengakar. Kira-kira itu penyebabnya.

Lalu bagaimana caranya menghilangkan pikiran jahat tersebut?

Baca ta'awudz, baca syahadat lalu baca ayat Qursy, Al Falaq, An Nass, Al Ikhlas ( biasanya masing-masing 7 kali). Setelah itu bisa meludah ke kiri 3 kali. Selepas itu biarin saja pikiran itu lewat. Kalaupun masih bandel, lagi-lagi wolesin saja. Besok lagi baca lagi, woles lagi. Ntar lama-lama Syetannya bosen juga karena nggak di reken atau nggak diperhatiin. Hehe... Rukyah bisa juga, namun kalau nggak ada yang merukyah maka rukyahlah diri anda sendiri, dengan apa? Perhatikan ini,
  • Sholat tepat waktu dan berjamaah
  • Sedekah
  • Baca Qur'an dan baca terjemahannya
  • Bantu tetangga
  • Zikir
  • dsb

Bagaimana kalau pikiran jahat itu datang melintas? Biarkan saja jangan ditahan. Kalau ditahan malah ngelunjak Mas. Nggak usah ditahan, biarin saja tetapi jangan dibawa berhayal. Kalau dipaksa supaya nggak mikir begituan, malah anda akan tersiksa sendiri.

Apa-apa yang dipikiran belum ada dosa sebelum dilakukan dalam amal perbuatan, Jadi jangan khawatir. "Terserah apa kata elo wahai pikiran, wahai syetan, Gua nya mah santai aja" Gitu aja..

Kalau pikiran jahat muncul lagi, biarkan saja. Mending alihkan fokus ke hal-hal lainnya. Misalnya baca buku, ngaji,  kerja atau aktifitas lain. Jangan keseringan melamun. Ini memang perlu waktu. Kalau anda ngotot menahan pikiran tersebut supaya tidak ngelonjak malahan nanti jadi lebih parah. Nanti ke depan anda bisa kena penyakit "was-was". Misalnya mau niat sholat saja sejam. Alllllll (Nggak jadi)....
Allaaaahu.... (Nggak jadi lagi). Setelah sekian lama baru bisa niat dengan ngucap takbirnya tebal banget, fasih banget. Tetapi keburu imamnya sudah selesai sholatnya... Hehe

Rubah fokus anda.....

Ini khan penyakit pikiran dalam bentuk penolakan. Misalnya, "Saya nggak mau mikir bahwa Allah itu tidak adil, tetapi kenapa pikiran saya penuh dengan tema Allah tidak adil?". Jadi biar lebih mudah dipahami begini. Anda tidak ingin memikirkan pembangkangan, penolakan dsb namun semakin anda berusaha menekan pikiran tersebut maka pikiran itu akan semakin kuat menekan anda, betul?. Ini namanya pikiran negatif. NEGATIF..

Oleh karena itu harus dinetralkan dengan pikiran positif.. Prasangka positif, rasa positif, tindakan positif dsb. Misalnya biasakan diri anda untuk mengatakan,
  • Hari ini masih bisa makan, Alhamdulillah
  • Mau sukses atau tidak, Terserah Allah saja
  • Hutang pasti lunas kok, khan ada Allah
  • Saya kaya dan akan bertambah kaya. Apalagi sandaranku Allah Yang Maha Kaya
  • Wuih, indah sekali ya? Pulang kerja kehujanan, jadi main hujan-hujanan deh
Intinya rubah semua hal negatif menjadi positif walau kadang terasa lucu. Ya nggak apa-apa khan sedang latihan. Misalnya begini,

A: "Bisnisnya bangkrut ya Pak?"
B: "Alhamdulillah enggak. Insya Allah sukses"
A: "Kok rukonya ditutup?"
B: "Iya mau pindah ditempat yang lebih baik, mau relokasi"
A: "Tapi asetnya kok dijualin semuanya? Ntar jualan apa dong?"
B: "Iya nih, Alhamdulillah, aset mau saya titipin sama Tuhan dulu"

A: "Pindahnya dimana Pak?"
B: "Ke tempat yang lebih baik. Katanya begitu"

A: "Kata siapa Pak?"
B: "Kata Allah. Saya sendiri belum tahu tempatnya dimana. Biar Allah yang milihin aja"

Sebenarnya intinya jelas, si B bangkrut. Namun ia menyikapi kebangkrutan dengan kata-kata yang positif, dimana semua disandarkan kepada Allah swt. Rasa dalam pikiran dan kalbu disetting positif dalam bingkai ikhlas, sabar, pasrah dan tawakal. Inilah rasa sejati yang bisa menjadi wasilah keajaiban hidup. Hal ini sudah saya jelaskan di magis7.com.

Sekali lagi Rubah fokus anda.....

Misalnya dalam perang bathin seperti ini,

Contoh 1

Pikiran Negatif: "Allah jahat"
Pikiran positif: "Allah Maha Baik"
Pikiran negatif: "Dibilang jahat, ngeyel"
Pikiran positif: "ya sudah terserah kau saja, yang penting kau seneng"

Contoh 2

Pikiran negatif: "Allah nggak maha kuasa, buktinya saya tidak kaya-kaya juga. Mending gak usah sholat ajah"
Pikiran positif: "Allah Maha Kuasa"
Pikiran negatif: "Khan sudah saya bilang, Allah tidak maha kuasa"
Pikiran positif: "Ya sudah terserah kau saja"

Contoh 3

Pikiran negatif: "Aku khawatir dan takut hidupku nanti miskin dan menjadi gembel"
Pikiran positif: "Pasti bisa kaya dan bahagia, kalau Allah ada didada"
Pikiran negatif: "Tapi buktinya kita miskin terus?"
Pikiran positif: "Bentar lagi juga kaya"
Pikiran negatif: "Miskiiiiiinnnnn"
Pikiran positif: "Gua mah woles saja, terserah kau aja deh"

Biasakan berpikir seperti itu. Dan dalam proses penyembuhan masukkan dalam pikiran anda hal-hal yang bermanfaat saja. Baca buku, belajar, membantu orang lain, senyum dsb. Dan jangan lupa masukkan dalam otak anda informasi tentang kebenaran. Jauhi gosip, acara TV yang tidak bermanfaat, baca berita koran dan langsung percaya, jangan.

Kadangkala kita baca dimedia tentang berita seseorang lalu langsung percaya padahal buktinya belum jelas. Hanya kata media saja. Ini bisa menjadi fitnah dan itulah yang mengotori otak anda.

Sebagai penutup masukkan informasi kebenaran mutlak, kalau bisa setiap hari. Dimana? Di Al Qur'an. Disitulah berita, kisah, khabar, peringatan, perintah, larangan dan lain sebagainya dimana 100% adalah kebenaran mutlak. Baca dan pahami pula terjemahannya. Latihan tadabbur, syukur-syukur ada guru yang tepat.

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya jelaskan. Namun sudah panjang lebar sehingga saya tutup artikel ini. Sekedar iklan numpang lewat, kalau anda mempunyai masalah kejiwaan bisa baca-baca panduan saya di magis7.com.

Wallahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment