Mar 17, 2015

Logika Sederhana Kesalahan Al Kitab Injil

Alhamdulillah setiap hari ada saja manusia yang mendapatkan hidayah Islam. Namun bagi mereka yang belum berkenan membuka hati akan mengatakan begini, "Kenapa Islam menyalahkan agama lain? Kenapa Islam merasa sebagai agama paling benar? Mengapa mereka merendahkan agama dan keyakinan lain kemudian mengunggulkan Islam? Mengapa mereka menyalahkan kitab Injil?

Ini bisa jadi pertanyaan anda juga sebagai non muslim. Thats all right, tidak mengapa, ini bagus. Artinya akal anda bekerja dengan baik dan Insya Allah suatu saat kelak jika anda membuka akal, membuka hati maka anda juga akan mendapatkan petunjuk/ hidayah. Amin

Ketahuilah jika anda mengira Islam boleh merendahkan agama lain maka itu salah besar. Jika ada berarti oknum yang belum memahami islam itu sendiri. Mengapa? Karena Allah swt berfirman,

dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS Al An'am: 108)

Jadi menghina, merendahkan, memaki sesembahan agama lain itu dilarang. Merendahkan agama lain itu tidak boleh karena itulah apa kata Allah swt, dan sebagai muslim yang baik ikutilah aturan ini.

"Tetapi mereka yang mengaku cendekiawan muslim juga menyalahkan Bible atau Injil, itu sama saja merendahkan penganutnya"

Baiklah saya mau bertanya, 2+2=5

Tolong jawab benarkah pertanyaan saya diatas? Benarkah 2+2=5? Maka anda akan mengatakan salah. Kalau begitu "ANDA MENGHINA SAYA KARENA MENGATAKAN SALAH...!" Anda menghina saja, tolong jangan hina keyakinan saya yang meyakini 2+2=5.

Maka barangkali anda akan menjawab, "Tidak.. tidak.. saya tidak menghina anda, tetapi saya bilang bahwa anda salah". Naaaah akhirnya ketemu jawabannya khan?

Jari para juru dakwah muslim tidak menghina anda dan keyakinan kitab suci anda. Mereka hanya mengatakan bahwa keyakinan anda salah, sebagaimana analogi meyakini 2+2=5. Sampai disini semoga bisa memahami dengan hati yang tulus.

Contoh kecil, dalam Genesis: 16 yang mengatakan bahwa cahaya bulan itu milik bulan itu sendiri, bukankah ini salah? Lalu ketika ada cendekiawan muslim yang mengatakan bahwa berdasarkan fakta ilmiah itu salah lalu anda mengatakan bahwa muslim suka menghina dan merendahkan?

"Tidak itu sama saja dengan penghinaan". Maka saya katakan bahwa masalah hati adalah masalah rasa. Ia bisa saja merasa terhina dengan sebuah kebenaran yang bertolak belakang dengan keyakinannya. Ketika anda merasa terhina itu adalah perasaan anda sendiri, namun kebenaran tetaplah kebenaran.

"Bible itu firman Tuhan, tidak ada yang salah". Maka akan saya jawab, itu pendapat anda. Silahkan jika anda berpendapat demikian. Meskipun kenyataan dan fakta ilmiahnya banyak keslahan didalamnya. Anda meyakini yang katanya firman Tuhan namun banyak kesalahan sekali lagi silahkan saja. Tapi bagi muslim meyakini bahwa Tuhan tidak pernah membuat kesalahan sekecil apapun jua.

Jika anda juga meyakini bahwa Tuhan tidak pernah salah maka coba buka contoh yang saya berikan diatas, yakni kitab Genesis ayat 16, yang bunyinya Tuhan menciptakan 2 cahaya, cahaya yang besar (matahari) untuk menerangi siang dan cahaya yang kecil (bulan) untuk menerangi malam.

Jadi dalam bible tuhan mengatakan bahwa bulan mempunyai cahayanya sendiri. Perlu dibaca baik-baik, "Tuhan menciptakan 2 cahaya besar dan kecil" bukan 1 cahaya (matahari). Ini salah.. Karena dalam science dan Al Qur'an mengatakan bahwa cahaya bulan bukan miliknya sendiri.

Jadi jika anda merasa terhina itu perasaan anda sendiri. Fakta itu adalah fakta dimana bulan tidak mempunyai cahaya sendiri tetapi hanya pantulan cahaya Matahari.

Sekali lagi kita sebagai muslim tidak boleh menghina atau merendahkan keyakinan orang lain, hanya dakwah. Salah katakan salah dan benar katakan benar, jangan ada kata penghinaan didalamnya.

Wallahu A'lam

Inspirasi ceramah Dr. Zakir Naik



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment