Mar 12, 2015

Kiat Berargumen, Berkata dan Berbuat Supaya Menang dalam Perdebatan

A: "Akulah yang benar, karena......."
B: "Tentu aku yang benar, mengapa? Ini alasannya..."

A: "Aku"
B: "Aku"

Nah pernahkah anda mendengar dan mengalami sebuah perdebatan dimana semuanya merasa paling benar? Mungkin saja pernah. Dan tahukah anda bahwa sebenarnya kedua belah pihak adalah SALAH. Mengapa? Karena mereka merasa paling benar. Sedangkan kecenderungan merasa ini berasal dari nafsu, dan nafsu tidak lain akan mengajak kepada kesesatan. Dan kesesatan bukanlah kebenaran namun ia adalah jalan menuju neraka dan siksa.

Sebelum membahas hal ini marilah kita bahas secara singkat biografi 4 sahabat Nabi Muhammad saw berikut ini,
  •  Abu Bakr bergelar As Shidiq yang maknanya adalah lurus. Beliau sangat dewasa dan paling depan didalam berbuat kabaikan. Ketika Rosulullah saw memerintahkan sedekah, maka beliaulah yang pertama memberi sedekah seluruh hartanya.
  • Umar Bin Khatab. Tegas dan paling keras membela kebenaran. Terdepan didalam medan jihad. Namun mendadak NAFS (jiwanya) luluh ketika mendengar lantunan Kalamullah.
  • Ustman Bin Affan. Tampan dan Gagah membela Al Qur'an. Pada masa beliaulah Kalamullah dikumpulkan dalam sebuah kitab.
  • Ali Bin Abi Thalib. Gudangnya ilmu dan hikmah. Bijaksana dalam setiap ucapan. Dan setiap ucapannya adalah samudera ilmu yang seakan tidak pernah habis.

Itulah 4 sahabat yang luar biasa, dengannya Islam mengalami kejayaan besar. Mereka berbeda sifat dan kharakter namun semuanya terbingkai dalam 1, yakni Kalamullah. Al Qur'an membingkai semua perkataan dan perbuatan mereka.

Saya tegaskan kembali, ucapan dan perbuatan mereka adalah Kalamullah atau Al Qur'an. Referensi, hujjah, alasan, alibi, didalam segenap amal dan perbuatan mereka adalah Al Qur'an, bukan yang lain. Bukan orang, ustadz, tokoh, artis apalagi TV, media, koran, majalah, buku dsb.Bagian ini harus benar-benar kita fahami bersama. Mengapa? Karena kecenderungan kita berkata dan berbuat berdasarkan segala sesuatu diluar Kalamullah. Misalnya media. Ya, media begitu hebat karena dijadikan hujjah oleh manusia.

Berapa banyak manusia yang menggunakan media sebagai hujjah. Berita di media begitu dahsyat dan dijadikan alasan dalam berargumen, padahal hal ini tidak menjamin kebenaran sama sekali, malah condong untuk menjerumuskan dalam kesesatan paradigma kita. Oleh karena itu hati-hatilah didalam memilah dan memilih berita. Apa-apa yang sesuai dan cocok dengan Al Qur'an boleh lah dijadikan sebagai argumen, namun apa-apa yang menyelisihi buanglah. Supaya apa? Supaya kita terhindar dari penipuan, pencitraan, dan tipu daya.

Mari kita sejenak bercermin, apakah perkataan dan perbuatan kita dibingkai dalam kebenaran Kalamullah?. Atau hanya didasarkan kepada NAFS (Jiwa)?. Ketahuilah saudaraku bahwa NAFS itu cenderung membenarkan diri, sedangkan persepsi diri tidak lain akan membawa kita kepada kesesatan. Sebab NAFS itulah "aku" nya manusia, sedangkan AKU hanyalah untuk Tuhan Sang Pencipta.

Oleh sebab itu mulai sekarang mulailah meraih Kalamullah dalam almari yang sudah berdebu. Mulailah belajar membaca, tadabbur dan memahami kebenaran Ilahi. Sehingga ke depan setiap perkataan dan perbuatan kita mengandung cahaya yang menyejukkan dan mendamaikan setiap insan.

Belajar mengendalikan "keakuan" manusia yang fana, untuk kemudian mengikuti "AKU" nya Tuhan Yang Kekal. Belajar mengesampingkan "keakuan" yang lemah, kemudian menyandarkan diri kepada "AKU" nya Tuhan Yang Maha Kuasa.

Jadi Kiat Berargumen, Berkata dan Berbuat Supaya Menang dalam Perdebatan itu apa? Jawabannya anda sudah tahu, yakni jadikan Al Qur'an sebagai hujjah bukan yang lain. Kalaupun menurut manusia kita berada dalam pihak yang kalah, namun bisa jadi menurut Tuhan kita sudah menang. Menang karena sukses mengendalikan hawa nafsu didalam setiap perdebatan.

Wallahu A'lam

Presented by:
  • Magis 7, rahasia mengendalikan NAFS menuju kemenangan, kekayaan, dan kemuliaan. Klik disini untuk detail.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment