Mar 26, 2015

Jawaban Mengapa Saya Malas Sholat Bagian 1

Malam tadi kami berkunjung ke rumah saudara, ada pertanyaan yang menarik dari istri saudara saya yakni "Mengapa harus ada sholat". Karena kita muslim dan memang diperintahkan untuk sholat 5 waktu, namun kadang-kadang malas, kadang-kadang jenuh dan lain sebagainya.

"Kenapa Pak Dhe kayaknya begitu menjaga sholat berjamaah di masjid. Apa alasan yang melatar belakanginya sehingga begitu semangat ketika waktu sholat tiba?" Begitu kurang lebih pertanyaannya. Dan pertanyaan beliau mewakili kita-kita yang masih awam tentang agama. Yakni merasa sholat itu cuman kewajiban semata mata, sehingga menjalankannya sekedar menggugurkan kewajiban saja. Betul apa betul?

Karena hanya menggugurkan kewajiban maka seringkali kita malas mengerjakannya. Atau mengerjakannya namun lalai dan selalu mengakhirkan waktu. Giliran mengerjakan sholat wajib memakai perangko kilat khusus, dalam hitungan puluhan detik sudah selesai.. hehehe

Akibatnya tidak ada kekhusukan, jauh dari kesyahduan, tidak ada energi/ power didalamnya. Karena dangkal dari kekhusukan maka tidak akan mampu untuk menolak perbuatan maksiat. Sholat tetap sholat, maksiat jalan terus, padahal sholat itu seharusnya bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Lalu bagaimana supaya ketika waktu sholat tiba kita bisa bersemangat didalam menjawab panggilan adzan? Bagaimana supaya kitanya terkesiap ketika mendengar panggilan Allah dan buru-buru menjawabnya? Inilah pertanyaan yang membutuhkan jawaban panjang. Bukan jawaban secara hapalan namun jawaban yang bisa membangkitkan keyakinan bahwa memang sholat itu adalah kebutuhan.

Pada bagian 1 ini saya belum akan membahas tuntas jawaban bagaimana tetap mempertahankan semangat ketika waktu sholat tiba. Karena perintah sholat sebelumnya didahului dengan syahadat. Artinya shahadat kita harus bener dulu sebelum membahas tentang syariat, dalam hal ini sholat wajib.

Sedangkan syahadat adalah pintu menemukan islam. Setelah kita menemukan islam barulah syariat itu diterapkan dengan penuh semangat. Apa syahadat itu? Syahadat adalah persaksian, pengakuan, dan keyakinan. Yakni
  • Yakin bahwa ada Tuhan Pencipta Alam Semesta
  • Yakin bahwa ada utusan Tuhan untuk menjelaskan tugas dan kewajiban manusia

Jadi syahadat melingkupi 2 hal diatas. Yang namanya pengakuan atau persaksian harus benar-benar muncul dalam jiwa, bukan sekedar hapalan. Kalau hanya hapalan mah anak saya yang masih balita juga bisa. Tetapi ini khan pengakuan. Sekali lagi PENGAKUAN...

Kalau step pertama ini belum kita lalui dengan baik, jangan harap bisa menjalankan step berikutnya dengan baik pula. Langkah demi langkah harus kita lalui dengan benar supaya kedepan langkah kita bisa lurus dan terarah.

Nah persaksian tentang ke Tuhan nan belum menyinggung tentang keberagaman agama lho? Yakni menemukan keyakinan yang natural dimana semua manusia sama. Intinya step pertama adalah yakin dulu bahwa Tuhan itu ada...

Sekali lagi bukan hapalan lho? Tetapi keyakinan dalam jiwa yang meyakini bahwa ada Dzat Yang Maha Cerdas dimana DIA mengatur alam semesta raya. DIA lah Tuhan.. Lalu bagaimana menemukan Tuhan yang hilang dalam dada kita? Waah ini menjadi semakin menarik, namun menjadikan saya bingung harus mulai dari mana.

Anda harus banyak2 membaca blog saya khususnya di menu keimanan atau tafakur alam. Asli jawaban inipun menjadi sangat panjang.

Namun ijinkan secara singkat saya memberikan saran dan masukan untuk menemukan Tuhan yang hilang dari dalam dada kita semua,
  • Banyak-banyak berpikir tentang hakikat, bukan tentang apa yang terlihat saja. 
  • Banyak2 berpikir tentang diri kita. Darimana berasal, disuruh melakukan apa dan kemana setelah mati?
  • Banyak2 keluar malam hari dan melihat langit dan bintang
  • Banyak-banyak mencermati rumput dilapangan
  • Banyak2 mengamati anak kita, dulu nggak ada, sekarang ada. Dari mana ia berasal?

Intinya kita punya akal, maka gunakanlah untuk tafakur dan muhasabah diri. Hidup itu bukan semata-mata duit, namun ada yang lebih dalam dari sekedar duit. Jangan tutupi pikiran dan hati kita dengan segala sesuatu yang sifatnya fana. Bukalah...

Buka untuk memahami... Buka untuk memahami... Buka untuk memahami....

Jika niatan kita tulus ingin mencari Tuhan, maka Tuhan akan berlari mendekati kita. Penilaiannya adalah seberapa tulus kita mencari_Nya.

Ini tentang tauhid sebagai pondasi utama didalam beragama. tanpa pondasi yang kuat maka mudah roboh bangunan yang kita dirikan. Maka sebelum menuju langkah berikutnya benerin tauhid kita terlebih dahulu. Temukanlah Tuhan....

Jadi jawaban mengapa kita harus sholat, mengapa kita malas sholat dan sebagainya adalah temukan Tuhan dalam dada kita. Temukan syahadat dalam jiwa kita. Ini yang pertama..

Yang kedua adalah temukan jawaban "Mengapa harus islam". Mengapa tidak kristen saja, atau hindu, budha atau agama dan kepercayaan lainnya yang lebih gampang dalam praktek ritualnya. Nah yang kedua ini akan coba saya tulis di artikel lainnya.

Anda harus membaca sambungan artikel pertama ini. Sambungannya ada diartikel disini

Wallahu A'lam

N/B: Mau belajar sukses dengan amalan menarik rezeki. Klik disini untuk detail



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment