Mar 26, 2015

Jawaban Mengapa Kita Malas Sholat bagian 2

Saya sudah menulis mengapa kita malas sholat bagian 1, bagi yang belum membacanya silahkan klik disni. Jawaban yang saya tulis karena ada pertanyaan dari saudara dan kawan kami mengapa kita seringkali malas melakukan sholat. Mengapa susah khusuk, mengapa sholat hanya seperti menggugurkan kewajiban saja dsb.


Kali ini saya ingin membahas tentang RUMAH. Anda tahu rumah? Pasti tahu dong. Nah rumah itu terdiri dari 4 bagian besar, apa itu?
  • Pondasi
  • Tiang atau dinding
  • Atap
  • Isi dalam rumah

Kurang lebih itulah 4 bagian dari rumah. Maka saya ingin menganalogikan bahwa sholat itu adalah tiang ataupun dinding rumah. Dengannya rumah bisa berdiri dengan gagah. Analogi ini harus anda pahami dulu dengan sebaik-baiknya.

Atau lihatlah gedung bertingkat. Maka tiang penyangga dan atau dinding dari gedung tersebut saya analogikan dengan sholat. Ia bisa menjadi tinggi dan semakin menjulang tinggi ketika tiangnya besar dan kuat.

Nah yang jadi masalah adalah pondasi... Ketika pondasinya jelek maka rumah akan mudah roboh. Kalau sudah roboh maka rusaklah segalanya dan kita harus memulainya dari awal. Robohnya rumah kita memberikan pelajaran besar. Apa itu? PONDASI....

Tahu khan anda dengan PONDASI rumah? Ia bisa berupa batu yang ditanam dalam tanah, atau cakar ayam yang dihunjamkan dalam bumi. Atau paku bumi yang dipendam dalam tanah. Pondasi adalah hal pertama yang dikerjakan sebelum membangun rumah. Betul?

Kalau pondasinya sudah bagus, maka bukan hanya 1 tingkat saja bisa kita bangun, namun bisa 2, 3, 4 dan seterusnya. Oleh karena itu perbaiki pondasi rumah anda.

Kalau kita sholat namun susah khusuk, gampang jenuh, mudah lelah, kilat khusus, hanya mengugurkan kewajiban dsb maka bisa dikatakan bahwa pondasi iman kita lemah dan mudah roboh. Atau jangan-jangan iman kita semua memang sudah roboh?

Jadi bisa dibilang sholat kita tidak sempurna, tipis nilai dsb. Mengapa? Karena iman kita mudah goyah, mudah roboh. Mau dibangun kembalipun akan roboh lagi. Begitu seterusnya roboh terus, jikalau iman tidak diperkokoh.

Apa PONDASI iman itu? Pondasi iman adalah tauhid. Ia harus mengakar kuat dalam hati sebagai pondasi. Tauhid adalah kadar pengenalan kita kepada Tuhan Sang Pencipta. Seberapa dalam kita bisa merasakan keber Ada an_Nya.

Bagaimana cara memperkuat tauhid? Pada artikel pertama sudah saya bahas dengan singkat. Anda bisa memperdalam jangkauannya dengan membaca menu kategori keimanan atau tafakur alam. Silahkan..

Saya hendak menukil beberapa hadist yang saya ambil dari rumaysho.com sbb,

Inti segala perkara adalah Islam dan tiangnya adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah -bagi yang mampu-, (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)

Kemudian saya nukil lagi dalil hadist yang saya ambil dari Islam Pos,

“Shalat itu adalah tiang agama (Islam), maka barangsiapa mendirikannya maka sungguh ia telah mendirikan agama (Islam) itu dan barangsiapa merobohkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu,” (Baihaqi).

Kita akan membahas hadist diatas dengan versi saya yang Insya Allah mudah dipahami. Setelah dipahami lalu anda harus meresapkannya dalam hati agar menjadi pondasi yang kuat. Peresapan secara jujur dalam hati itulah daya/ power iman yang natural dimana akan kita jadikan bahan bakar untuk melaksanakan syariat, dalam hal ini sholat.

Anda bisa melihat perkampungan dengan berbagai rumah yang berderet-deret. Atau diperkotaan terdapat pemukiman kumuh di satu sisi dan ada juga gedung-gedung bertingkat menjulang tinggi disisi lain. Silahkan anda imajinasikan sendiri.

Artinya apa? Artinya manusia itu bermacam-macam. Ada yang bisa dianalogikan sebagai rumah kumuh, rumah sederhana, rumah mewah, rumah bertingkat, gedung 5 lantai, gedung 50 lantai sampai gedung 500 lantai. Apa yang menjadikan demikian? PONDASI..

Saya akan mengulang lagi jawaban mengapa kita malas sholat supaya kita benar-benar memahaminya, baca dengan seksama ya?

Mengapa Malas Sholat? Mengapa sholat pakai perangko kilat? Mengapa hanya sekedar menggugurkan kewajiban? Mengapa jauh dari kata khusuk?

Karna hanya mengetahui HOW. Bagaimana caranya sholat, belum memahami WHY atau mengapa sih harus sholat? Kita mengetahui bagaimana cara sholat karena dari lahir sudah diajarin, lalu mengikutinya (taklid). Bagaimana jika kita tidak terlahir dari lingkungan muslim, atau terlahir dari keluarga muslim namun hidup di Eropa. Niscaya bangunan Islam kita akan mudah sekali roboh.

Untuk semuanya temukan jawaban WHY?

WHY? Karena Tuhan YME memerintahkan demikian.. Pun memerintahkan kepada alam semesta dan segala isinya untuk sholat. Yakni bentuk ketundukan dan kepatuhan kepada aturan Tuhan Semesta Alam. Alam semesta setiap waktu tunduk dan patuh terhadap perintah (sistem) yang mengikatnya tanpa bisa menolak walau sekecil apapun. Hakikatnya segenap alam semesta sholat setiap saat sepanjang waktu selamanya sampai kiamat.

Kalau sudah mengerti hal ini maka akan menemukan the WHY to IMAN dan the WHY to ISLAM. Kenapa harus percaya kepada Tuhan YME, dan mengapa harus Islam bukan yang lain.

Jika iman sudah ketemu maka syariat akan memfollow dibelakangnya sebagai sebuah kewajiban. Demi siapa? Sama sekali bukan untuk Allah swt namun untuk kemuliaan hidup diri kita sendiri. Allah swt memberikan jalan kemuliaan, manusia memilih menempuhnya atau tidak, sesederhana itu..

Oleh karena itu apa jawaban dari pertanyaan "mengapa malas sholat"? Karena belum menemukan jawaban mengapa harus sholat. Artinya proses sebelumnya juga belum ditemukan yakni ISLAM (kepatuhan) dan IMAN (keyakinan).

ISLAM adalah bangunan sementara IMAN (tauhid) adalah pondasi. Bangun pondasi rumah anda sebelum mendirikannya.

Wallahu A'lam

Berlanjut ke artikel selanjutnya, Insya Allah

N/B: Mau belajar sukses dengan amalan menarik rezeki. Klik disini untuk detail



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment