Mar 2, 2015

Inilah Sumber Kehendak Bebas Manusia

Tahukah anda apa itu nafs/ jiwa? Itulah substansi yang menyebabkan manusia mempunyai kehendak bebas. Jiwa manusia adalah biang keladi dari peradaban yang positif pun dengan yang negatif. Disatu sisi menjadi cahaya disisi lain menjadikan gelap gulita.

Untuk memudahkan pemahaman saya akan memberikan contoh analogi
  • Matahari terbit dari timur, tenggelam ke arah barat. Tidak mungkin matahari kepanasan lalu berendam dilautan. Mengapa demikian? Karena matahari tidak punya kehendak. 
  • Batu akan jatuh ke bawah. Tidak mungkin batu melenceng dari sistem grafitasi barang semeter karena menghindari kotoran sapi persis ditempat jatuhnya. Sekali lagi karena batu tidak punya kehendak bebas. 
  • Rumput dilapangan tumbuh mengikuti sistem yang mengikatnya. Tidak mungkin ia tumbuh menjadi beringin karena lelah diinjak-injak pemain sepak bola. Rumput harus tunduk kepada sistem.

Manusia mempunyai jiwa/ nafs. Disinilah berisi sejumlah keinginan bebas yang jumlahnya tak terhingga. Kehendak bebas yang tidak dimiliki oleh segenap mahluk dan ciptaan baik dilangit maupun di bumi. Prototipe nafs tingkat rendah ada di hewan/ binatang, dimana berbentuk instinc. Sedangkan instinc tidak cukup untuk membuatnya bebas berkehendak, karena sebagaimana robot, sebelumnya sudah disetting hanya untuk tugas tertentu saja.

Perjalanan hidup manusia sebenarnya sederhana yakni memperjalankan jiwa. Dan inilah amanah yang dipikul manusia pada saat langit dan bumi enggan menerimanya. Lalu kemudian Allah swt memberikan aturan kepada jiwa-jiwa. Siapa saja yang rela/ tunduk mengikuti sistem (aturan Allah) maka jiwa tersebut akan bermetamorfosis menjadi jiwa suci dan bercahaya yang mana lebih powerfull dari pada malaikat. Bahkan malaikat akan menjadi asisten setia didalam memenuhi segala kebutuhannya selama-lamanya.

Namun ketika jiwa-jiwa memilih mengikuti hawa nafsu (kesenangan sesaat) - dan celakanya kecenderungannya seperti itu - maka ia akan bermetamorfosis menjadi jiwa yang buruk dan gelap yang mana lebih buruk dari jiwa binatang. Celakanya lagi malaikat dengan ijin Allah akan menjadi oknum horror didalam memberikan siksa dan azab abadi yang paling mengerikan sepanjang masa.

Pertanyaan 1.. Mengapa manusia menerima amanah berat ini? Karena mereka mempunyai nafs, yakni substansi yang mudah tergoda. Oleh karenanya nafs/ jiwa manusia menerima amanah kehidupan karena tergiur oleh penawaran sensasional, yakni kenyamanan dan kenikmatan abadi dalam level tertinggi bahkan lebih tinggi dari malaikat sebagai mahluk terdekat dari Tuhan Semesta Alam.

Pertanyaan 2.. Apakah bisa merevisi pilihan? TIDAK BISA karena amanah sudah terlanjur diterima. Agreement ini sudah tertulis dalam perjanjian di alam baka sewaktu Tuhan berkata "Alastu Birobbikum". Dan akan dibuka selebar-lebarnya ketika ujian jiwa didunia telah berakhir.


Kesimpulan.. Manusia yang memiliki nafs sehingga mempunyai kehendak bebas adalah mahluk yang zalim dan amat bodoh. Wallahu A'lam

N/B: Pembahasan management jiwa adalah tema yang fundamental. Ini menjadi sangat penting dan penting sangat. Karena kemuliaan seseorang, pun dengan kesusahan hidup ditentukan dengan manajemen jiwa ini.

Kita pernah merasa benar, dan merekalah yang salah, kurang tepat, tidak cocok, tidak baik dsb. Inilah kecenderungan jiwa yang egois. Merasa benar tanpa hujjah yang jelas inilah penyebab hidup kita kacau balau. Menundukkan jiwa itu susah, karena ia merasa paling hebat sejagat. Dan hanya bisa ditundukkan dengan kebenaran Ilahi. Hanya dengan inilah maka perjalanan hidup kita menjadi lebih berarti. Pada akhirnya kemuliaan yang dimanifestasikan dengan kekayaan, kesuksesan dan kebahagiaan benar-benar kita rasakan secara hakiki. Kalau anda berkenan belajar saya sudah membahasnya dalam sebuah buku digital. Silahkan buka webnya disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment