Mar 14, 2015

Hikmah Masalah dalam Kehidupan


Hidup adalah masalah yang tiada bertepi, kalau tidak ingin menghadapi masalah ya jangan hidup. Kalau dalam bahasa yang lebih bijak, maka "Hidup itu adalah Ujian". Semua manusia pasti mengalaminya, tidak ada yang tidak. Semua manusia sudah terlanjur (ditakdirkan) masuk dalam dimensi ujian hidup dunia dan tidak akan bisa berbalik kebelakang.

Kalau dalam tingkat pemahaman yang lebih tinggi dikatakan bahwa manusia sudah terlanjur menerima tawaran untuk mengemban amanah yakni hidup didunia. Sedangkan hidup didunia memang sudah didesign penuh dengan masalah sebagai sebuah ujian. Semua ujian close book atau tutup buku, sehingga tidak ada manusia yang bisa mengintip kunci jawabannya yang saat ini berada didalam dimensi buku akherat.

Manusia berusaha supaya lulus ujian, oleh karena itu harus sesuai dengan rel-rel yang ada yang ditunjukkan dalam Kalamullah. Hanya ada 2 hasil dari ujian yakni lulus atau tidak. Kalau masih didimensi dunia maka kita bisa merevisi jawaban kita, namun ketika ujian sudah selesai yang ditandai dengan meninggalnya seorang manusia maka selesailah sudah. Kita akan tahu mana-mana jawaban yang benar dan mana yang salah, karena apa? Karena dimensi kunci jawaban sudah dibuka, yakni di alam akherat.

Berbicara tentang masalah hidup, maka Masalah hidup seperti apa? Atau ujian seperti bagaimana? Tentu banyak ragamnya misalnya masalah ekonomi, hutang, bangkrut, gagal dsb. Ada juga belum memiliki keturunan, kesehatan, status sosial dsb. Ujian yang menurut kita selalu dalam bentuk keburukan dimana menyebabkan rasa cemas, takut, sedih, galau, stress, depresi, panik, dsb.

Inilah ujian.. Lalu bagaimana mengatasi ujian? "THINK...!". Kita semua memiliki akal maka cobalah untuk merenung, kesalahan (dosa) apakah yang kita perbuat sehingga menyebabkan adanya ujian yang berkepanjangan layaknya sebuah AZAB. Kemudian "Think Deeply", lakukan muhasabah diri dengan tulus dan ikhlas untuk memberikan pengakuan jujur.

Insya Allah akan sampai kepada satu titik dimana kita menyadari bahwa manusia adalah mahluk yang amat lemah, kemudian secara fitrah membutuhkan sandaran. Pada satu titik kita akan mengakui bahwa masalah hidup disebabkan oleh nafsu kita sendiri, kemudian ketika mentok/ buntu barulah menyeru, "TUHAN tolong aku". Inilah PENGAKUAN, inilah awal SYAHADAT terucap.

Inilah awal menemukan Tuhan yang hilang dari dalam dada kita. Jadi bukan amalan, wirid, zikir dsb yang harus diterapkan pada awalnya, namun temukan DZAT yang memerintahkan demikian. Seyogyanya fase ini sudah harus dilalui sehingga ketika ada masalah hidup, maka kita tahu kemana harus menuju. Bukan kepada "NAFSU" dalam jiwa kita percaya, namun kepada Tuhan kita labuhkan sandaran.

Disinilah seharusnya kita mulai meminimalkan peran NAFSU/ Ego yang selama ini begitu keras kita ikut dan taati. Merasa aku hebat, aku bisa, aku pintar, aku benar dan aku-aku lainnya yang sejatinya inilah BIANG KEROK masalah yang semakin lama semakin membuat lelah. Inilah biang keladi yang menjadi penyebab ujian menjadi-jadi.

Oleh karena kita sudah membuat PENGAKUAN, yakni PERSAKSIAN bahwa tiada ilah (tuhan-tuhan) yang wajib disembah melainkan Allah swt, maka sudah seharusnya kita mengikuti_Nya. Bukan mengikuti aku dalam diri, namun mengikuti "AKU" nya Allah swt. Mengkondisikan "DIRI" dalam suasana "ZERO", tidak ada, fana dan lemah untuk kemudian melebur dalam frekuensi Ilahi.

Tuhan mempunyai satu saja jalan ke surga. Jalan yang ketika di dunia dimanifestasikan dalam bentuk syariat_Nya yang dijadikan wasilah mujahadah bagi adanya jalan pertolongan, kemudahan, kemenangan, kebahagiaan dan kemuliaan hidup sejati dan hakiki, MAKA IKUTILAH dalam ketaatan. Sebesar apapun masalah hidup akan terurai dengan mudah sekiranya kita ikhlas dalam taat. Karena inilah jalan Tuhan Seluruh Alam..

Jalan ini hanyalah "HULU", karena muaranya menuju kepada kebahagiaan kekal dalam surga akhirat yang penuh kenikmatan. Didalamnya tidak memberikan kesempatan sedetikpun bagi adanya kesedihan dan kesusahan. Karena inilah Surga sebagai Rahmat Allah kepada manusia yang istikomah dalam iman.

Wallahu A'lam

N/B: Pembelajaran rahasia kehidupan menarik sekali untuk dipahami, saya sudah membuat sebuah panduan memahami rahasia kehidupan agar meraih kemenangan, kesuksesan, kekayaan dan kebahagiaan dengan cara memanajemen nafs. Silahkan dibaca disini.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment