Mar 31, 2015

Bersyukur dalam Kata CUKUP

Saya menemukan sebuah artikel yang inspiratif sekali yang temanya tentang bersyukur dan merasa cukup. Jadi kata "Cukup" bukan hanya dibibir saja melainkan masalah kondisi/ suasana hati. "Mas saya sudah bersyukur, ikhlas, merasa cukup dan tawakal tetapi mengapa kondisi hidup saya tidak jua berubah?" Inilah pertanyaan2 yang pernah diberikan kepada kami. Hakikatnya ia tidak bersyukur, ikhlas, tawakal dan cukup. Itu hanya dibibir saja.

Mengapa saya katakan hanya dibibir saja alias dusta? Karena ada kata "Tetapi mengapa...". Yang disebut dengan bersyukur dan merasa cukup adalah ketika kita bekerja dan berusaha menjemput rezeki umpamanya, maka banyak atau sedikit harus ucapkan Alhamdulillah. Banyak dari Allah, sedikit juga dari Allah, dan semua itu adalah ujian.

Ketika banyak ucapkanlah, "Terimakasih Tuhan" Ketika sedikit tetap ucapkan "Terimakasih Tuhan". Karena meyakini segitulah yang terbaik menurut Tuhan YME. Esoknya lagi bekerja keras lagi dengan niat yang baik. Misalnya suatu saat ingin menghajikan orang tua, maka berapapun yang didapatkan ucapkan hamdalah. Jangan sampai mengucapkan kata-kata berbentuk penyangkalan dan pengingkaran yang akan menyebabkan hidup anda semakin tidak cukup. Masalah niat Allah akan catat...

Nah bagaimana artikel inspiratif tersebut. Simak dibawah ini, judulnya Cukup Itu Berapa?

CUKUP ITU BERAPA?

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.

Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.

Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya, seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti, bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan matanya.

Diambilnya beberapa ember untuk menampungnya.

Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan di sana.

Kucuran uang terus mengalir, sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.

Masih kurang ......,
Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya.

Belum cukup ......,
Dia membiarkan mata air itu terus mengalir,
hingga akhirnya ......,
Petani itu mati tertimbun.

Ya, dia mati tertimbun bersama ketamakannya,
karena ..... dia tak pernah bisa berkata "CUKUP".

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia, adalah "cukup".

Kapankah kita bisa berkata cukup ?

Hampir semua pegawai, merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.

Pengusaha, selalu merasa pendapatan perusahaannya masih di bawah target.

Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.

Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.

Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.

Semua merasa kurang ......, kurang ......, dan kurang .......

Kapankah kita bisa berkata "cukup" ?

Cukup, bukanlah soal berapa jumlahnya.

Cukup, adalah persoalan kepuasan hati.

Cukup, hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa bersyukur.

Tak perlu takut berkata cukup !

Mengucapkan kata cukup, "bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya."

Dipersembahkan oleh
  • Magis7, rahasia membangkitkan rasa sejati. Rahasia membangkitkan rasa cukup dalam hati. Klik disini untuk detail



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment