Mar 20, 2015

Antara Ujian, Peringatan dan Azab

Ingin belajar memberikan kasih tulus tanpa pamrih? Belajarlah kasih sayang dari seorang Ibu kepada anaknya. Seorang Ibu ikhlas tidak tidur demi anaknya yang masih kecil. Walau kadang lupa tertidur maka satu tangisan anaknya bisa langsung membangunkan Ibu. Seiring beranjak besar kasih sayang ibu tidak pernah memudar. Ibu masih tetap menganggap anaknya layaknya seorang bayi yang haus akan kasih sayang.

Allah swt tidak bisa dibandingkan dengan apapun juga termasuk dalam hal ini tentang kasih sayang_Nya. Allah swt Maha Penyayang, jauh lebih sayang daripada seorang Ibu kepada anaknya. Yang jadi masalah adalah kita ini seperti orang gila yang rambutnya gondrong awut-awutan. Persis seperti hidup kita yang awut-awutan.

Apakah orang gila nggak kenal sama tukang cukur? Ya nggak lah, namanya saja GILA. Bukan tukang cukur yang nggak ada tetapi orang itu yang gila sehingga tidak mengenal adanya tukang cukur. Coba saja kalau ia waras dan mengunjungi salon, niscaya tubuhnya akan dibersihkan dan rambutnya dirapikan.. Bener apa bener?? 

Kalau hidup kita awut-awutan, penuh ujian yang menyedihkan sejatinya kita sudah gila. Kalau sudah diperingatkan dengan musibah yang berlangsung bertahun-tahun namun tidak juga sadar maka bisa dikatakan kitanya yang gila kuadrat..


Jangan salah, adanya musibah berkepanjangan merupakan peringatan. Pun merupakan sebuah panggilan supaya kita mau kenal dengan Sang Pencipta. Kalau kita masih keras kepala, maka dikasih lagi ujian begitu seterusnya.

Namun kita seringkali mengabaikan peringatan Tuhan, oleh karenanya diberikanlah azab berkepanjangan. Apalagi kita banyak melakukan dosa dosa dan maksiat. Nah jika pada suatu titik kita menyadari bahwa Tuhan hadir disetiap hukuman/ peringatan, maka azab itu berubah menjadi ujian. Dan ujian itu Insya Allah tidak akan lama. Dengan pertolongan Allah swt maka ujian itu akan mudah terurai.

Jadi bukan Allah yang tidak Sayang, namun kitalah yang gila. Gila karena tidak mengenal_Nya yang sangat Kuasa mengangkat segala ujian dan hukuman. Mengapa tidak kenal? Jelas karena gila, oleh karena itu sembuhkan kegilaan dengan kesadaran.

Sadarlah... Buka hati buka pikiran dan kenalilah DIA dibalik keindahan alam semesta. Datanglah kepada_Nya, niscaya hidup kita akan dibersihkan dan dirapikan. Karena memang Allah swt Maha Penyayang, bahkan lebih penyayang diantara para penyayang.

N/B: mari belajar membangkitkan rasa sejati dialam mengatasi ujian kehidupan. Maka anda akan mengalami perjalanan sensasional didalam mengurai ujian tersebut. Klik disini untuk detail.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment