Mar 17, 2015

Akibat Kesombongan dan Kata-Kata Kasar

Kisah ini saya beri judul CHINA MARAH

Sebuah kisah nyata dengan sedikit edit. Sama sekali tidak berniat untuk membicarakan ras atau golongan tertentu, hanya mencoba menggali hikmah di sebuah peristiwa/ kejadian nyata. Kebetulan saja kisah ini melibatkan kawan dari etnis China, namun tidak berarti menggeneralisir.

Alkisah Zul bersama istri dan anaknya yang berumur 3 tahun pergi jalan-jalan hendak membelikan sepeda roda 3. Mereka berangkat dari rumah dengan riang gembira, bercanda-canda dan tertawa-tawa. Nampaknya sikecil sangat bahagia karena sebentar lagi akan memiliki sepeda roda 3.

Setelah kurang lebih setengah jam perjalanan sampailah mereka di sebuah toko sepeda. Ternyata padat sekali toko tersebut sehingga menyulitkan Zul mencari parkir. Setelah memarkirkan kendaraannya Zul dan keluarganya masuk ke dalam toko untuk memilih sepeda roda 3 permintaan anaknya.

Belum sampai 5 menit Zul melihat-lihat sepeda roda 3 ketika terdengar ribut-ribut diluar. Ternyata ada bapak-bapak tua dengan wajah chinese yang kental marah-marah karena ada sebuah mobil yang parkir agak menjorok ke area tokonya yang akan segera buka. Celakanya mobil itu adalah mobilnya Zul. Lalu buru-buru ia menuju mobilnya dan hendak memundurkan barang semeter dua meter sehingga tidak masuk ke area toko orang lain. Namun bapak tua China tadi mendampratnya ketika zul sedang membuka pintu mobil

China: "MATA LO DIMANA SIH...! Main parkir-parkir saja tanpa ijin. Emang tanah bapakmu..!" Kata Bapak China dengan suara keras

Zul: "Iya Koh, maaf, ini mau saya mundurin"

China: "Mundurin PALALU PEYANG. Ini sudah masuk ke area orang, mana baru saya semen supaya kuat malah lo rusak. MUATA LO BUTA YA..!! TAI LO?", kata bapak china semakin kalap.

Keributan itu mulai menarik perhatian banyak orang. Menghadapi kekasaran Bapak China Zul mencoba kembali berkata dengan santun.

Zul: "Iya Koh maaf saya tidak tahu. Tapi nggak ada yang rusak kok koh, kalaupun nanti ada kerusakan saya ganti dua kali gak apa-apa".

China: "Bukan masalah gonta ganti, ELO itu yang TOLOL, MATA LO itu yang SOMPLAK, ANJIxx LO"

Naaah ini dia yang membuat Zul urung masuk ke mobil. Kata-kata barusan kayaknya sudah kelewatan dan Zul tidak bisa mentolerir. Zul hendak berkata lebih tegas lagi supaya Bapak China tidak semakin kelewatan. Zul agak keder juga sih, tetapi ia harus menjawab kekasaran Bapak China yang sudah kelewatan. Lalu Zul menutup pintu mobil keras-keras "BRAAAKKK.." sambil berkata,

Zul: "Koh, saya khan tidak tahu, saya sudah mengaku salah dan saya sudah minta maaf. Dari tadi saya sudah mencoba santun dan menawarkan sebuah solusi. Saya pikir situ bisa menghargainya, nyatanya situ nyolot melulu. Situ bilang bisa rusak nyatanya nggak ada yang rusak kok. Situ cuma pengin cari masalah saja khan? SEKARANG MAU SITU APA....! Kalau situ nggak terima dan ngajak berantem, AYO SAYA LADENIN SEKARANG"

Kemudian Zul melipat lengan bajunya sambil berjalan menuju ke arah Bapak China yang sedang marah. Sepertinya akan terjadi sebuah duel seru. Sesaat setelah Zul berkata demikian maka diamlah Bapak China tadi. Nampaknya ia keder juga.

Istri Bapak China yang melihat kejadian ini buru-buru melerai sambil menangis. "Maaf Mas, maaf, suami saya memang kadang begitu maaf"... "Sudahlah koh jangan berantem, malu dilihat orang"

Zul: "Maaf encik, saya juga tidak mau berantem, tapi si kokoh sudah kelewatan. Apa nggak ada kata-kata yang lebih santun. Masak tolol, somplak, anjixx sampai keluar dari mulutnya..." "SINI KOH, kalau situ ngajak berantem AYO.. GUE JUGA BISA MECAHIN MULUT SITU, KALAU PERLU GUE PECAHIN PALA SITU"

Istri China: "Iya mas maaaf, jangan mas...." Gitu kata istri si kokoh sambil menangis dan menghalangi langkah kaki Zul menuju Bapak China. Si kokoh hanya diam saja mendengar gertakan Zul. Ia menundukkan pandangan, kayaknya sungguh2 keder..

Zul: "Ya sudah kalau nggak ngajak berantem, itu bagus, aslinya saya juga nggak mau. Saya minta maaf cik. Saya permisi".

Kemudian Zul menuju mobilnya seraya mengajak anak dan istrinya masuk. Lalu ia pura-pura membanting pintu mobil keras-keras, dan pergi menuju toko sepeda yang lain.


PELAJARAN

Jangan membiasakan diri mengeluarkan kata-kata kasar. Bisa jadi anda ditakuti banyak orang karena kegalakan anda. Namun percayalah akan ada momentum dimana ada orang lain yang akan mengunci mati mulut anda. Mengunci mati kesombongan anda. Percayalah...

Sudah banyak sekali saya menyaksikan betapa kesombongan diri akan terbalas dengan sangat cepat. Manusia yang sombong akan segera menerima akibatnya yang pedih. Akibat kesombongan akan langsung dibalas didunia ini lebih-lebih diakherat nanti. Kenapa? Karena kesombongan bukan untuk manusia, tetapi hanya untuk Sang Pencipta.

Presented by
  • Magis7, rahasia manajemen rasa sejati untuk menghasilkan keajaiban hidup. Klik disini untuk detail.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment