Feb 1, 2015

The Miracle Perjalanan Uang 100.000

The miracle adalah kisah-kisah keajaiban. Saya akan sering menulis tentang hal ini. Keajaiban apa? Ya apa saja, intinya adalah keajaiban ketika percaya kepada Allah swt. Tentu saja penjelasan the miracle dari saya al fakir ini bisa salah, atau asal cucok logi saja. Ya nggak apa-apa. Percaya sukur nggak juga nggak apa-apa.

Atau kadang al fakir mengambil ayat Al Qur'an untuk memperkuat hujjah. Kemudian andai ada yang bilang karena saya bukan ustadz maka tidak layak, sekali lagi nggak apa-apa. Memang saya bukan Ustadz tetapi hanya orang biasa yang sedang belajar, dimana tentu saja banyak salah. Oleh karenanya jangan jadikan blog ini sebagai patokan, apalagi yang ada ayat-ayat Al Qur'an didalamnya. Cukup jadikan tambahan informasi saja. Kemudian klarifikasi kebenarannya kepada guru anda.


Bagini kisahnya. Pada suatu waktu Zul kehabisan uang, bisa dibilang begitu. Kenapa? Karena ia baru saja menyelenggarakan pengajian dirumahnya. Padahal sebelumnya ia hanya mengatakan begini,

"Malam minggu besok pengajian dirumah saya ya?". Padahal saat dia ngomong hari itu adalah hari Jum'at dimana ia tidak mempunyai uang yang cukup untuk memberi suguhan yang layak. Asal nyeplos aja. "Khan ada Allah" Begitu batin Zul. Ajaibnya pada sabtu pagi datang rezeki diantar yang lumayan. Ditambah uang yang ia punya akhirnya cukup dah. Cukup-cukupan :)

Ajaibnya lagi sore hari sudah ada beberapa tetangga yang mengantar makanan untuk acara nanti malam minggu. Ada yang mengantar roti, gorengan, buah dan lain sebagainya. Awalnya hanya cukup-cukupan menjadi melimpah ruah. Hanya modal iman saja menjadikan acara kajian dirumah Zul menjadi berjalan dengan sangat baik. Padahal sebelumnya untuk menyuguh tamu saja tidak ada uang yang cukup.

Saya tidak hendak membahas hal ini, yang ingin saya bahas adalah uang Zul habis bis selepas pengajian. Paling ada cuma 5 atau 10 ribu saja dikantongnya. Kalau cuman ada uang segitu lalu esok gimana? Lagi-lagi "Terserah Allah".

Tengah malam ketika hendak menutup rumahnya datanglah seseorang. Anggap saja namanya Pak Budi.

"Zul saya mau pesen Baju, nih duitnya 300.000" Kata Pak Budi

"Waduh Pak Budi, bajunya belum ada, paling juga besok siang". Kata Pak Zul

"Gak apa-apa, terima saja duitnya, besok saya tunggu bajunya". Kata Pak Budi

Nah ini bukan kebetulan lho? Nggak ada yang kebetulan didunia ini. Semua sudah didesign sama Allah dengan sangat sempurna. Inilah dia yang namanya rezeki yang diantar. Memang keuntungannya cuma 100.000an sih. Tetapi lumayan banget, karena Zul saat itu gak ada duit. Lalu 100.000 itu dibagi menjadi 2. 50 buat istrinya untuk kebutuhan esok hari, 50 ia pegang untuk beli rokok atau untuk jaga-jaga saja.

Esoknya hari minggu pada libur tuh. Selepas dhuhur Zul singgah dirumah tetangganya untuk mengembalikan payung sambil ngobrol. Lalu lewatlah Pak Bambang.

"Kemana Pak Bambang". Kata Zul

"Ke rumah Pak Yanto". Jawabnya

"Oooh saya pikir mau ke warung" Kata Pak Zul

"Iya sekalian mampir juga ke warung sih" Jawab Pak Bambang

"Boleh nitip rokok? Sekalian Pak Bambang beli saja rokok" Kata Zul yang bermaksud titip beli rokok ke warung sekaligus Pak Bambang beli rokok dengan uang 50.000 yang ia pegang.

"Boleh banget" Jawab Pak Bambang

Lalu ngobrollah kembali Zul dengan Pak Budi. Beberapa saat kemudian datanglah Pak Bambang membawa rokok pesenannya. Namun uang 50.000 itu masih utuh.

"Pak Zul nggak ada kembalian ini" Kata Pak Bambang menyerahkan uang 50.000 nya. Zul tahu banget dengan Pak Bambang tetangganya sebenarnya ia membelikannya rokok. Kembalian dari warung sebenarnya mah ada. Cuman karena selama ini Pak Zul sudah baik sama Pak Bambang maka ia mungkin saja ingin sedikit balas budi.

Jadilah uang 50.000 itu utuh. Nah kita biasanya nggak ngeh tuh. Uang 50.000 mau kemana sih? Kok masih utuh saja. Padahal pemiliknya hendak membelanjakannya saat itu, tetapi ditahan oleh Allah swt. Ternyata uang 50.000 tersebut akan dibelanjakan martabak.

Naaah pada malam senin Zul hendak mengambil motor yang ia titipkan di rumah pak Haji. Motornya dititipkan ke beliau karena beberapa hari yang lalu pergi bareng sama pak haji pakai mobil untuk menghadiri kajian akbar. Zul pulang duluan dari pengajian langsung kerumahnya karena malam itu dirumah zul juga akan dilaksanakan pengajian/ kajian bulanan. Maka motor dititipkan ke Pak Haji.

Malam senin itu Zul menuju rumah pak haji dalam gerimis. Ketika hampir sampai rumah Pak Haji ia mampir di tukang martabak dan membelinya untuk oleh-oleh Pak haji. Maka uang 50.000 dikantongnya berkurang 20.00 sama dengan 30.000

Ternyata Pak Haji tidak dirumah, namun beliau ada diruko. Martabak dititipkan ke istri Pak Haji, kemudian motor diambil dirumahnya untuk kemudian menuju ruko tempat pak haji jualan. Lalu Zul disambut Pak Haji dengan sangat baik.

"Pak Haji, saya ngambil motor nih" Kata Zul

"Oh iya, sini masuk dulu" Jawab Pak Haji dengan tersenyum

Setelah ngobrol2 sebentar lalau zul pulang. Sebelum pulang Zul membeli beberapa cemilan/ kue ringan dari Pak Haji, karena memang bisnis pak haji jualan makanan ringan. Zul beli 20.000 dapat 6 bungkus yang rencananya akan diberikan kepada Ustadz Azizi Gurunya. Sisa uang 30.000 dikurang 20.000 sama dengan 10.000. Nah uang 10.000 itu akan dibelikannya pempers untuk anaknya. Karena sebelum pulang istri Zul SMS bahwa pempersnya habis. Dan 50.000 tersebut habis yang Insya Allah semua untuk kebaikan. Ternyata begitulah kisahnya.

Apakah uang Zul lalu habis? Iya habis, namun Allah memberikan lagi rezeki_Nya. Malam itu sebelum Zul pamit dari rumah Pak Haji ada SMS dari pelanggan baru yang pesan bajunya dan sudah transfer ke rekeningnya. Keuntungan dari baju tersebut adalah 150.000-250.000an. Subhanallah

Ajaib khan? Selaluuuu aja ada jalan keluar jika kita membawa Allah dalam hati. Yakni jalan keluar yang tidak perlu dengan bekerja banting tulang dan peras keringat dari pagi sampai malam. Jalan keluar yang selalu saja cantik dan keren banget-banget.

Habis ya habis memangnya kenapa kalau duit habis? Asalkan kita menggunakan harta didalam kebaikan jangan pernah khawatir. Allah pasti akan memberikannya lagi dan lagi dengan jumlah yang sangat cukup. Namun seringnya kita terlalu takut, apalagi duit sudah nyaris habis, maka cemaslah kita.

Saat tabungannya banyak dan menumpuk di buku tabungan, kita merasa aman. Kemudian saat mulai menipis takut dan khawatirlah kita. Memang tuhan kita duit? Kadang kita perlu jajal nih untuk menghabiskan saldo di tabungan kita. Ini jika anda punya tabungan. Habisin saja supaya kita tidak tergantung pada yang namanya duit.

Namanya berlatih tidak bertuhan sama duit namun bertuhan dengan Allah. Asli perlu latihan yang nyata. Tidak hanya ucapan saja namun perlu pembuktian. Iya karena tabungan anda masih menumpuk lalu anda merasa tenang dan mantap mengatakan tuhan saya adalah Allah. Coba kalau tabungannya habis bis bis, anda merasa takut nggak? Khawatir nggak? Cemas nggak? Kalau anda cemas berarti tauhid kita perlu dibenerin dulu.

Ini kisah sederhana yang ingin saya sampaikan. Bukan kisah keajaiban mendapatkan mobil Alphard sehingga mencengangkan anda. Mobil Alphard VS uang 150.000 nggak ada bedanya dihadapan Allah swt. Sama-sama mudah bagi_Nya. Sederhana dan simpel-simpel dulu agar sahabat mudah memahami dan mencernanya untuk kemudian ikut mempraktekkannya.

Artikel ini dipersembahkan oleh



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment