Feb 2, 2015

Ternyata Tuhan Itu Sadis Bagian 2

Artikel ternyata Tuhan itu sadis bagian pertama wajib anda baca disini. Apakah Tuhan itu memang sadis? Jawabannya adalah TIDAK, tetapi kitalah yang bodoh dan zalim karena mau menerima amanah dimana gunung-gunung, langit dan bumi enggan menerimanya. Yang jadi masalah kita mengatakan Tuhan itu seolah-olah sadis karena manusia sudah kadung menerima amanah tersebut tanpa bisa ditarik kembali.


Kemudian ingatan akan "Alastu Birobbikum" tadi dihilangkan, dan ada hanya dalam bentuk software fitrah. Misalnya manusia cenderung menyukai kebaikan dan membenci keburukan. Tetapi secara detail dan jelas perjanjian antara manusia dan Tuhan tadi memang sengaja dihilangkan, demi dilaksanakannya ujian Tuhan yang digelar di dunia.

Lalu ada pertanyaan ke dua yakni, "Mengapa Tuhan menciptakan gunung, bumi, langit dan alam semesta? Apakah hanya supaya manusia mengatakan Tuhan Maha Besar, Maha Kuasa dsb? Kemudian merasa takjub, Hanya itu?"

Pertama gunung-gunung (sebagaimana dfirmankan dalam Al Qur'an) enggan menerima amanah Tuhan. Dan seandainya Al Qur'an dibacakan diatasnya maka akan hancur dan runtuhlah gunung tersebut karena takut kepada Tuhan. Namun manusia tidak mengalaminya yakni tidak hancur ketika menerima dan membaca Al Qur'an, artinya manusia lebih baik dari gunung. Gunung yang besar dan kuat saja bisa hancur, kalau dibacakan Al Qur'an lalu mengapa manusia tidak mau tunduk kepada Al Qur'an? Ini hikmah dari gunung dan alam semesta lainnya yang sangat takut kepada Tuhan nya, padahal secara fisik mereka jauh lebih besar dan lebih kuat dari manusia.

Ada satu analogi yakni ketika Ibu anda kena serangan jantung dan mendengar hanya ada 1 dokter terbaik spesialis jantung maka apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan menerima pengobatan dari orang yang tidak tahu menahu sama sekali tentang jantung, atau anda menghubungi dokter X? Tentu saja anda akan menghubungi dokter jantung tersebut dan menerima nasehat-nasehatnya. Supaya apa? Supaya kita tetap berada dalam jalan ilmiah yang benar didalam melakukan treatment terhadap ibu kita.

Jadi alasan kita melakukan sholat kemudian mengucapkan Allahu Akbar itu karena kita hendak mengikuti nasehat Tuhan, atau petunjuk Tuhan. Jadi buat Tuhan itu,
  • Nggak penting pujian kita
  • Nggak penting rasa takjub kita akan ciptaan_Nya
  • Nggak penting ibadah kita
  • Nggak penting semua amal kita banget-banget

Tidak ada benefit sama sekali ucapan takbir kita, entah ratusan, ribuan bahkan jutaan serta tidak akan menambah Kemuliaan_Nya. Pun seluruh manusia ingkar juga tidak akan mengurangi ke Besaran_Nya. Tetapi benefitnya adalah untuk kita sebagai manusia karena mengikuti nasehat/ petunjuk Tuhan supaya tetap dalam jalan kebenaran menuju surga. Lalu apa keuntungan bagi Tuhan jika manusia mengikuti petunjuk_Nya dan berjalan menuju surga? Tidak ada... DIA selama-lamanya tetap Maha Besar, Maha Terpuji, Maha Kuasa dan Maha Segala-galanya.

Jadi pengagungan manusia kepada Tuhan entah dalam ibadah atau kagum tentang kebesaran semesta alam yang diciptakan_Nya bukan untuk Tuhan, tetapi untuk manusia. Mengapa? Karena fitrah/ kecenderungan manusia yang memuji dan mengagungkan Tuhan akan cenderung untuk mengikuti aturan, nasehat dan petunjuk_Nya. Kita berbicara fitrah kemanusiaan. Untuk member kami, RKS dan Magis7, maka anda pada suatu ketika akan mendapatkan makalah yang berjudul "Sembahmu adalah Hidupmu". Silahkan dibaca relasi nya dengan artikel ini.

Kalau sudah memuji_Nya akan memicu tindakan untuk mengikuti petunjuk_Nya maka pada hakikatnya ia sudah berjalan menuju surga. Pertanyaannya adalah, apakah anda mau mengikuti petunjuk Tuhan atau petunjuk orang yang asing yang tidak anda kenal?

Sekali lagi apakah kita harus takjub dengan ciptaan Tuhan pada manusia dan alam semesta, disaat Tuhan menciptakan itu semua dengan sangat mudah? Ya, mudah bagi Allah tetapi menakjubkan bagi kita manusia. Kita bisa melihat gunung, bumi dan alam semesta lainnya, lalu lihatlah diri kita, karena kitalah yang terbaik ciptaan_Nya baik secara fisik maupun psikish. Lihatlah bumi dan segala isinya yang diperuntukkan kepada manusia, apakah anda tidak takjub? Tetapi rasa takjub itu sekali lagi tidak membuat Allah menjadi tambah mulia karena DIA Sudah Maha Mulia.

Dan hanya rasa takjub menurut versi manusia itulah yang menyebabkan atau memicu kita supaya tunduk kepada aturan Tuhan. Tanpa ada ketakjuban maka akan susah untuk patuh dan tunduk dengan tulus.

Terakhir saya ingin membuat analogi. Anda kenal Bill Gates?? Tentu saja kita kenal. Jika Bill Gates (Orang terkaya didunia) memberikan kita uang 100 dollar apakah kita harus takjub? Ini pertanyaan yang menarik. Lagian uang 100 dollar pasti nggak ngefek buat Bill Gates, seolah-olah uangnya tidak berkurang sama sekali.

Bukan, bukan itu... Seharusnya pertanyaannya begini. Bill Gates itu sudah teramat kaya dan tidak butuh uang 100 dollar. 100 dollar itu nggak ada artinya buat Bill Gates. Maka rubahlah pertanyaannya menjadi, "Mengapa Bill Gates memberi uang kepada saya 100 dollar". Jika orang biasa memberikan uang kepada kita 100 dollar maka kita tidak akan takjub, namun ini Bill Gates. Siapa sih yang tidak kenal Bill Gates, tetapi mengapa ia memberikan uang 100 dollar kepada anda bukan kepada yang lain? Jawaban pertanyaan itulah yang harus kita cari.

Jadi jawabannya adalah, anda tidak akan takjub karena dia Bill Gates memberikan uang 100 dollar, tetapi takjub mengapa harus dia Bill Gates memberikan uangnya. Anda bisa memahaminya??

"Bukan merasa takjub karena Tuhan telah memberikan kita hidup dan kekayaan, tetapi takjub mengapa harus Tuhan yang memberi hidup dan kekayaan sementara DIA sudah Maha Hidup dan Maha Kaya"

Wallaahu A'lam

Referensi ceramah Dr. Zakir Naik dalam link ini  https://www.youtube.com/watch?v=v7g6QYB3YDk

Artikel ini dipersembahkan oleh
  • Magis7 --> Rahasia memiliki rasa takjub. Klik disini untuk detail
  • Rahasia Kunci Sukses --> rahasia menguasai keyakinan sejati. Klik disini untuk detail



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment