Feb 11, 2015

Siapa yang Harus diikuti? Yesus atau Paulus?

Ajaran kristen mengadopsi dari Al Kitab Injil. Namun pada saat ini bukan kepada perkataan Yesus yang diimani namun apa perkataan Gereja. Ini harus bisa dibedakan, yakni mana perintah Yesus dan mana perintah Gereja. Maka sudah selayaknyalah sahabat Kristen memilih perintah Yesus. Oleh karena itu jika memang benar mengimani Yesus maka bacalah apa yang beliau sampaikan atau sabdakan dalam Injil.

Ada Yesus ada pula para sahabat, dan ada lagi pengikut beliau baik dari para pendeta dimanapun tempatnya. Para pengikut Yesus yang disebut dengan kaum hawarriyyun adalah sahabat sejati beliau. Kemudian setelah beliau diangkat Allah ke langit muncullah rahib atau pendeta yang kemudian memasukkan banyak surat-suratnya dalam kitab suci Injil. Sebut saja paulus.

Bagaimana jika perkataan yang satu bertentangan dengan lainnya? Misalnya Yesus melarang makan babi lalu ada pendeta Paulus yang menghalalkannya. Maka jika ada pertentangan seperti itu yang lebih layak diikuti adalah Yesus bukan apa yang dikatakan paulus.

Berikut ini saya copas sebuah artikel dari web www.mualaf.com

Alhamdulillah, Malam ini hidayah Allah diterima oleh saudari Lucia Maria (mantan Katolik) di hadapan team Mualaf Center Yogyakarta dan jamaah masjid Gede Kauman, Yogyakarta. Dulu saudari kita ini berdoa kepada (yang katanya) patung2 Yesus dan ibunya (yang berbeda beda bentuk dan rupa itu)

Bunyi Alkitab Injil:

"Janganlah membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit diatas atau yang ada dibumi dibawah, atau yang ada didalam air di bawah bumi. jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya." Keluaran 20: 4-5

Alhamdulillah saudari kita akhirnya menyadari bahwa kedustaan yang mereka buat terhadap Allah Tuhan Semesta Alam dan terhadap ajaran nabi Isa ‘alaihissalam. Akhirnya menyadari bahwa satu-satunya yang layak dipuji dan disembah hanya Allah Tuhan Semesta Alam, Tuhan pencipta Yesus dan ibunya..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an:

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (5:72)

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” (5:116)

Mari doakan saudari kita ini istiqomah dan menjadi muslimah yang kaffah bersama - sama dalam ukhuwah dan silaturrahiim keluarga besar Mualaf Center Indonesia. Aamin..

Mari lebih dekat mengenal Islam dengan jujur, hubungi: www.mualaf.com/pembinamualaf


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment